49819 KALI DIBACA

BNN : Remaja Pengguna Narkotika Terbanyak Sepanjang Tahun 2018

BNN : Remaja Pengguna Narkotika Terbanyak Sepanjang Tahun 2018
example banner

Langsa I Realitas – BNN : remaja pengguna Narkotika terbanyak sepanjang tahun 2018, hal ini diungkapkan oleh Badan Narkotika Kota Langsa (BNN) kepada sejumlah wartawan di kantor BNN Langsa,Kamis,(27/12/18) pagi.

Acara pertemuan dengan sejumlah wartawan akhir tahun dengan wartawan elektronik dan media cetak juga media online, acara ini di buka langsung oleh kepala BNN Kota Langsa AKBP. Navry Yulenny, S.H, M.H, didampingi Kasubag Umum Fitriani, S.P, Kasi pemberantasan Kompol. H. Anwar, Kasi Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat Cut Maria, S.Sos, Kasi Rehabilitasi Ir, Zulkifli Ali, S.Pd.I, dan Dr.Donny Mulizar selaku penanggung jawab klinik.

“Selama priode Januari sampai dengan Desember 2018 BNN Kota Langsa telah berhasil mengungkap kasus narkotika, barang bukti yang didapat berupa Sabu 0,54 Gram, Ganja 0,96 Gram dan 1.770 Gram Ganja, jumlah total bb ganja 1.770,96 gram, dengan jumlah pecandu sebanyak 63 orang yang terdiri dari 62 laki-laki, dan satu orang perempuan, dengan profesi sebagai Wiraswasta, PNS, TNI, tidak bekerja, dan pelajar, dan berdasarkan penggolongan umur 12-25 tahun sebanyak 32 orang, 26-45 tahun sebanyak 30 orang, dengan jumlah pengguna jenis sabu sebanyak 48 orang, ganja tujuh orang, sabu dan ganja tujuh orang, dan obat-obatan sebanyak satu orang, dalam kasus ini pecandu telah mengikuti rehabilitasi rawat jalan sebanyak 59 orang dan rawat inap sebanyak empat orang yang dirujuk ke berbagai klinik  Dimas Tanjung, klinik Sahabat, klinik Rizki, klinik Baitusyyifa, klinik Azkia, RSUS Cut Nyak Dhien Langsa, lido 1, dan juga ke lhoksemawe,” jelas AKBP. Navry Yulenny, S.H, M.H kepada media.

“BNN Kota Langsa juga ikut serta berperan dalam pengungkapan kasus besar di Aceh bekerja sama dengan BNN RI, berhasil menemukan barang bukti berupa 20 kg Sabu, dalam kasus ini BNN Kota Langsa di bantu dengan instansi terkait baik TNI, POLRI, Bea cukai dan masyarakat kota Langsa,”imbuhnya.

Dilihat dari skala pengguna Narkotika pelajar masuk dalam skala yang cukup tinggi dengan tingkat usia remaja 12-25 tahun, hal ini disampaikan oleh Kasubag Umum Fitriani, S.P beliau mengatakan, “jumlah pecandu sepanjang tahun 2018 dengan rata-rata pengguna pelajar tingkat SMP dan SMA, yang sebelumnya kami juga telah melakukan pengecekan urine ke beberapa sekolah dengan pengambilan 50 sampel tingkat SMA dan positif tujuh pengguna, sedangkan tingkat SMP pengambilan 50 sampel dengan dua positif pengguna, untuk hal ini kita memiliki kewaspadaan yang sangat tinggi, dan melakukan kerja sama dengan pihak orang tua, sekolah dan masyarakat,” jelas fitri.

“Kurangnya pengawasan dari pada orang tua adalah salah satu sebab terbesar remaja menjadi pengguna Narkotika, hal ini terbukti dengan penggunaan Narkotika yang dilakukan para remaja tidak dalam ruang lingkup sekolah, namun dirumah yang didalam rumah mereka masing-masing yang rata-rata ada kedua orang tuanya di dalam rumah,dan ditempat tempat umum seperti warnet,”tambah Navry.

 

“Selain mengajak para orang tua dan pihak sekolah serta masayarakat dalam pencegahan ini , kami dari pihak BNN juga melakukan berbagai tahapan terhadap pecandu, yaitu pemantauan atau pengawasan awal, konseling minimal satu minggu sekali, diskusi kelompok, dan pengawasan lanjutan, lalu kami lakukan tes urine pengulangan, atau tes urin kontrol, hal ini merupakan upaya rehabilitas pasien untuk proses pemulihan sampai pengguna dinyatakan negativ,”jelas Donny.

Dalam penanganan kasus Narkotika ini BNN Kota Langsa juga telah melakukan kerja sama dengan sepuluh sekolah, lima Lembaga Swadaya Masyarakat, dan satu pemerintah Daerah (Pemko Langsa), serta melakukan perencanaan program Desa Bersinar dengan tiga Desa , Paya Bujok Beuramo, Sungai Pauh Pusaka, dan Desa Kebun Ireng,sebagai upaya tindak lanjut dan kerja sama BNN Kota Langsa terhadap masyarakat dengan tujuan untuk mengubah mindset masyarakat terhadap bahaya nya penggunaan Narkotika.

“Kami dari pihak BNN Kota Langsa sangat mengharapkan peran media dan seluruh komponen untuk dapat membantu penanganan kasus Narkotika, karena Narkotika saat ini telah berada di depan pintu rumah kita ,jadi segera lakukan pencegahan tingkatkan keimanan, dan tingkatkan pendidikan dan ilmu pengetahuan terhadap Narkotika,” ungkap kepala BPN Kota Langsa sekaligus mengakhiri pertemuan,(ade).

example banner

Subscribe

MEDIA REALITAS