128419 KALI DIBACA

Tidak Terima Balai Pengajian Di Gusur, Puluhan Nyak-Nyak Lapor Ke DPR

Tidak Terima Balai Pengajian Di Gusur, Puluhan Nyak-Nyak Lapor Ke DPR
example banner

Bireuen | Realitas – Puluhan nyak-nyak warga Dusun Capa Utara, Gampong Bireuen Meunasah Capa, Kecamatan Kota Juang, Kabupaten Bireuen, mendatangi kantor DPRK, Jumat (12/10/2018) sore tadi.

Para warga yang memadati ruang DPR untuk menemui wakil rakyat Bireuen, untuk mengadukan tentang pembangunan toko di lahan milik PT. Kereta Api Indonesa (KAI), depan RSUD dr Fauziah Bireuen membuat tempat balai pegajian mereka di (Jalan T. Hamzah Bendahara) terganggu.

Pasalnya pembangunan toko tersebut telah mengganggu hingga mempersempit ruas jalan menuju pemukiman warga, kedatangan nyak-nyak itu langsung diterima Wakil Ketua DPRK Bireuen, Drs. Muhammad Arif yang didampingi Zulfikar Apayub (anggota DPRK Bireuen dari Partai Demokrat) respon cepat kedua dewan perwakilan rakyat itu, langsung di sikapi dan dipersilahkan untuk dapat menjelaskan di ruang rapat Ketua DPRK itu.

Salah satu ustaz Dusun Capa Utara, Tgk Ramli, menguraikan kepada wakil rakyat itu, pembangunan toko itu telah diperluas ke belakang sehingga sangat mengganggu aktifitas warga yang melaksanakan pengajian di wilayah itu, sebut Tgk. Ramli.

Dirinya melanjutkan jalan yang sebelumnya lebarnya sekitar empat meter, kini hanya tersisa sekira dua meter.

Tentu, ini sangat sempit dan susah dilalui kendaraan, terutama mobil atau kendaraan roda empat lainnya.

Bukan hanya itu, Akibat penyempitan jalan tersebut, kami sangat mengganggu akses ke rumah penduduk setempat.

Apalagi, di situ juga ada balai pengajian dan Taman Kanak-kanak/Pendidikan Anak Usia Dini (TK/PAUD).

Kalau ada musibah kebakaran, jalan tersebut juga tidak bisa lagi dilalui mobil pemadam kebakaran.

Diakui Tgk. Ramli, jalan tersebut memang bagian dari lahan milik PT. KAI.

Namun, jalan itu sudah lama dipergunakan masyarakat setempat untuk kepentingan umum.

“Makanya kami datang kemari untuk meminta, agar ada kebijakan bagi kami masyarakat untuk mendapatkan fasilitas jalan yang layak dilalui”.

Di atas kepentingan orang lain, kami juga butuh kepentingan untuk masyarakat, pungkas Tgk. Ramli yang disaksikan puluhan ibuk-ibuk pegajian.

Terkait hal tersebut, pihak DPRK akan sikapi dengan segera agar dibuat surat pengaduan yang ditujukan kepada Bupati Bireuen dan tembusan kepada kami.

Kita akan panggil pihak terkait.

Dan malam ini kami akan gelar rapat, untuk sekedar pemberitahuan kepada pihak dewan terkait, jelas Wakil Ketua DPRK Bireuen, Drs. Muhammad Arif, dalam pertemuan tersebut.

Pertokoan yang sedang dibangun developer Sayed Azhari di tanah milik PT. KAI itu, memang dari awal bermasalah.

Pihak developer menyatakan, sudah memiliki izin prinsip dari Bupati Bireuen, meski belum punya Izin Mendirikan Bangunan (IMB).

Sementara Bupati Bireuen, H. Saifannur, S.Sos, membantah hal tersebut.

Dia mengaku, tidak pernah mengeluarkan izin prinsip dan juga IMB, untuk pembangunan toko di kawasan Ruang Terbuka Hijau (RTH). (M.Reza)

example banner

Subscribe

MEDIA REALITAS