39019 KALI DIBACA

Mahasiswa Aceh Minta KPK Segera Usut Izin Tambang Di Aceh

Mahasiswa Aceh Minta KPK Segera Usut Izin Tambang Di Aceh
example banner
Jakarta I Realitas – Mahasiswa Aceh Minta KPK Segera Usut Izin Tambang Di Aceh
Puluhan mahasiswa Aceh gelar demonstrasi di depan Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI,guna mengusut  izin tambang emas di Kabupaten Nagan Raya, Aceh yang dikeluarkan Pemerintah Pusat melalui Kementerian Energi Dan Sumber Daya Mineral RI. Kuningan, Jakarta,Jum’at (5/10/2018).

“Kami sebagai rakyat Aceh tak ingin terjadi seperti di Papua,kami siap mendukung KPK untuk mengusut mafia tambang dan pejabat yang terlibat serta izin tambang emas yang telah melanggar Pancasila,  UUD 1945 pasal 33 dan UUPA ” ujar anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD)  RI asal Aceh,  Fachrul Razi,  M. IP yang turut berorasi.

Orator lainnya juga mengingatkan KPK supaya segera mengusut izin usaha pertambangan operasi produksi PT Emas Mineral Murni (EMM) yang dikeluarkan,  (9/07/201)  dengan luas area konsensi 10.000 Hektar.

Izin tambang emas yang diperkirakan melebihi tambang Freeport itu berada di area penggunaan lain (APL) seluas 2 779 Hektar hutan lindung 4. 709 Hektar,dan menurut orator,  keluarnya izin tambang di Aceh tak lepas dari intrik dan permainan para petinggi partai yang memiliki akses ke pihak pemerintah.

“Kami tak ingin terjadi seperti di Papua,tambang emas dikuasai asing dan rakyat hidup miskin, ” ujar demonstran.

“Wilayah usaha terletak dalam kawasan Ekosistem Leuser (KEL)Seluas 2.478 Ha,selain itu,  juga terdiri dari 1.205 Hektar di area penggunaan lain (APL) dan 1.273 dalam kawasan hutan lindung. Lokasi pertambangan emas PT. EMM berada di 2 (dua) kecamatan, yaitu Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang Kabupaten Nagan Raya dan Kecamatan Pegasing, Kabupaten Aceh Tengah,” ungkap perwakilan Sekolah Pemimpin Muda Aceh (SPMA), Munawar.

Lahan tambang yang dikuasai PT. Energi Mineral Murni (EMM) merupakan penanaman modal asing (PMA),izin seluruhnya dilakukan melalui Pemerintah Pusat melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral RI melalui Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara,

“Anehnya izin keluar tanpa melibatkan masyarakat Aceh yang akan menerima dampak langsung dari aktivitas PT EMM,” gugat aktivis SIMAK (Spesialisasi Mahasiswa Anti Korusi)  Agus.

Di akhir orasi,  para aktivis mengingatkan kembali pimpinan dan penyidik KPK Rl untuk memproses lzin tambang yang dikeluarkan Menteri ESDM dan Dirjen MINERBA.

“Kalau dalam sepekan ini tak ada perkembangan,  kami akan turun kembali untuk berdemonstrasi di depan gedung ini, ” tegas Fachrul Razi kembali.

LMND Aceh, Himapol Aceh, SPMA Nagan Raya,dan peserta aksi terdiri dari aktivis SlMAK (Spesialisasi Mahasiswa Anti Korupsi) SAPMASPMA (Satuan Aksi Pemimpin Muda Aceh Sekolah Pemimpin Muda Aceh).

Aksi demo tersebut dikawal puluhan aparat kepolisian dan berakhir dengan damai,(ade).

example banner

Subscribe

MEDIA REALITAS