34419 KALI DIBACA

Pasca Banjir Di Abdya, Empat Unit Rumah Dan Infrastruktur Lainnya Rusak

Pasca Banjir Di Abdya, Empat Unit Rumah Dan Infrastruktur Lainnya Rusak
Foto: Sekratris BPBK Abdya, M Samin menyerahkan bantuan masa panik kepada pihak keluarga yang rumahnya rusak akibat banjir di Kecamatan Setia dan Blangpidie, Minggu (9/9/2018) kemaren.
example banner

Blangpidie | Realitas – Banjir luapan dari sungai dan saluran yang melanda wilayah Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) pada, Sabtu (8/9/2018) malam lalu, membuat sejumlah infrastruktur pada sejumlah kecamatan dalam kabupaten setempat rusak akibat diterjang air.

Data yang diterima wartawan, Senin (10/9/2018) melalui Badan Penanggulangan Bencana Kabupaten (BPBK) Abdya, terdapat empat unit rumah mengalami kerusakan. Dua diantaranya berada di Desa Alue Manggota, Kecamatan Blangpidie.

Selebihnya berada di Desa Ujung Tanah, Kecamatan Setia.

Bukan saja rumah, jembatan penghubung di Desa Ujung Tanah, Kecamatan Setia juga mengalami kerusakan hingga sulit untuk dilalui.

Pasalnya, timbunan oprit yang menghubung ke jembatan Bailey digerus oleh air.

Sehingga, kendaraan tidak bisa menaiki jembatan tersebut.

Selain itu, jalan yang berada di pinggir sungai wilayah Kecamatan Setia juga rusak diterjang air.

Bahkan, saluran disejumlah areal persawahan milik petani juga ada yang rusak.

Kemudian, air juga merendam sejumlah tanaman padi milik petani di Kecamatan Lembah Sabil, Manggeng, Tangan-Tangan, Setia, Blangpidie termasuk beberapa titik diwilayah kecamatan lainnya dalam Kabupaten Abdya.

“Rendaman air cekup lama menggenangi sawah petani, sejak Sabtu malam hingga pagi Minggu air masih juga belum surut dari areal persawahan tersebut.

Banyak tanaman padi petani yang terendam dan terancam gagal panen,” kata Sandiman salah satu petani di Areal Persawahan Paya Laot, Kecamatan Manggeng.

Sementara itu, Sekretaris BPBK Abdya, M Samin kepada wartawan, menerangkan kalau sejumlah infrastruktur yang rusak tersebut sudah ditangani secara darurat.

Bahkan, pihaknya telah turun untuk menyalurkan bantuan masa panik kepada empat unit rumah warga yang rusak.

Untuk jembatan penghubung di Desa Ujung Tanah, Kecamatan Setia.

Pihaknya telah mengerahkan satu unit exavator (beko) untuk menimbun serta mempertebal oprit disekitar lokasi badan jembatan.

“Tim kita sedang bekerja untuk memperlancar arus lalulintas di lokasi jembatan tersebut,” ungkapnya.

Selain itu, lanjut M Samin, pihaknya juga menggunakan alat berat untuk mengeruk saluran yang tersumbat akibat ketebalan sendimen serta dipenuhi sampah.

Selain itu, ada sejumlah jembatan pada bantaran sungai juga tersumbat dengan sampah baik itu berupa kayu besar termasuk pokok bambu yang membuat aliran sungai terhambat.

Disamping itu, M Samin mengaku kalau penanganan secara darurat ini juga belum maksimal.

Akan tetapi, pihaknya telah melayangkan laporan ke BNPB Pusat untuk ditangani kelanjutannya.

“Anggaran yang ada pada kita terbatas, sehingga penanganan secara darurat belum terlalu maksimal.

Untuk itu, kita butuh bantuan dari BNPB pusat juga,” demikian tuturnya. (Syahrizal)

example banner

Subscribe

MEDIA REALITAS