45819 KALI DIBACA

Korupsi BLBI, Eks Kepala BPPN Dituntut 15 Tahun Penjara

Korupsi BLBI, Eks Kepala BPPN Dituntut 15 Tahun Penjara
example banner

Jakarta | Realitas – Mantan Kepala Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) Syafruddin Arsyad Temenggung dituntut pidana 15 tahun penjara oleh jaksa penuntut umum pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Selain itu, Syafruddin juga dituntut membayar denda Rp1 miliar subsidair enam bulan kurungan.

“Menyatakan terdakwa Syafruddin Arsyad Temenggung telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah menurut hukum dan meyakinkan menurut hukum bersalah melakukan tipikor secara bersama-sama,” kata Jaksa KPK Herudin saat membacakan surat tuntutan di Pengadilan ‎Tipikor, Jakarta Pusat, Senin (3/9/2018).

Dalam tuntutannya jaksa menyampaikan hal yang memberatkan dan meringankan. Jaksa menilai hal yang memberatakn perbuatan Syafruddin karena tidak mendukung program pemerintah dalam pemberantasan korupsi, kolusi dan nepotisme.

Syafruddin disebut juga merupakan pelaku yang aktif dan melakukan peran besar dalam melaksanakan kejahatan.

Kemudian, perbuatan Syafruddin dianggap membuat kerugian negara cukup besar, serta tidak berterus terang dan tidak menyesali perbuatannya.

“Hal meringankan tidak pernah dihukum dan sopan dalam persidangan,” tambah Jaksa Herudin.

Syafruddin didakwa merugikan negara hingga Rp4,58 triliun berdasarkan penghitungan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) karena telah menerbitkan SKL BLBI untuk obligor BDNI.

Penerbitan SKL BLBI tersebut dianggap telah memperkaya pemegang saham BDNI, Sjamsul.

Syafruddin selaku Kepala BPPN diduga telah melakukan penghapusan piutang BDNI kepada petani tambak yang dijamin oleh PT Dipasena Citra Darmadja (PT DCD) dan PT Wachyuni Mandira (PT WM).

Atas perbuatannya, Syafruddin didakwa melanggar Pasal 2 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 Juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

(Ari)

example banner

Subscribe

MEDIA REALITAS