42619 KALI DIBACA

“Goyangan” Malam Hiburan KIP Aceh, Menuai Kontroversi Warga Bireuen

“Goyangan” Malam Hiburan KIP Aceh, Menuai Kontroversi Warga Bireuen
example banner

Bireuen | Realitas – Acara malam hiburan sosialisasi pemilu yang digelar KIP Aceh, bersama Dinas Infokom Aceh, KIP Bireuen serta Pemkab Bireuen di halaman Meuligoe Bupati, Sabtu (1/9/2018) dikabarkan menjadi polemik dan penuh kontroversi di masyarakat.

Akibat penampilan para biduan yang bergoyang di atas pentas, dianggap tidak pantas dan melanggar syariat Islam.

Serangkaian kegiatan yang dilaksanakan KIP Aceh di Bireuen, termasuk forum diskusi di Bengkupi, Jum’at sore dengan menghadirkan sejumlah pemateri yang berkompeten.

Kemudian, malam hiburan di halaman meuligoe (pendopo).

Dengan menampilkan berbagai kesenian daerah, termasuk rapai, debus dan house music.

Selanjutnya, hiburan para penyanyi ikut menggoyangkan panggung sosialisasi Pemilu dan Pilpres 2019.

Sehingga, jadi sorotan publik, termasuk para pekerja media di wilayah itu.

Pantauan Media realitas sekitar pukul 21.00 wib, acara sudah dimulai dengan aneka hiburan rakyat.

Puluhan warga, turut menyaksikan dari dalam halaman pendopo, atau hanya berkumpul di luar pagar, ikut menyaksikan suguhan hiburan tersebut.

Namun, polemik mulai timbul ketika muncul video siaran langsung, salah seorang wartawan lokal yang meliput kegiatan dimaksud.

Postingan siaran langsung dan rekaman video yang diunggah melalui media sosial facebook,dari akun Sulaiman Gandapura, sempat menjadi topik menarik.

Karena memperlihatkan kesan vulgar, oleh sensualitas para biduan yang menghibur warga Kota Juang tadi malam.

Terutama dinilai dari pakaian dan goyangan, yang selama ini sangat tabu ditampilkan.

Awalnya, akun FB itu menayangkan siaran langsung malam hiburan itu.

Lalu sejumlah netizen mengomentari, dengan kesan negatif goyangan tersebut.

Tidak lama kemudian, Sulaiman Gandapura lagi memposting video, tidak ayal ragam komentar diungkap para peselancar Facebook.

Hingga ada yang terkesan menyentil FPI, karena membiarkan ini terjadi, di dalam “istana” Pemerintahan Kabupaten Bireuen lagi.

Sehingga, tidak memberi teladan kepada masyarakat untuk dapat menghilangkan perbuatan yang menjurus maksiat oleh pemkab setempat.

Bahkan, akibat ragam komentar netizen, Ketua FPI Bireuen melalui akun fb Syeh Khalil, ikut menanggapi perhelatan KIP Aceh yang tidak diketahui oleh ormas Islam ini.( M. Reza)

example banner

Subscribe

MEDIA REALITAS