Blangpidie | Realitas – Ratusan hektare (Ha) tanaman kakao milik petani dalam Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) diserang penyakit busuk buah (Phytophthora Palmivora).
Selain itu, tanaman dengan sebutan buah coklat itu juga diserang penyakit layu dan penggerek.
Emi (40) salah satu petani kakao di Kecamatan Babahrot, Selasa (17/7/2018) mengatakan kalau serangan hama busuk buah telah berlangsung sejak beberapa tahun terakhir dan hingga kini masih membuat pihaknya merasa khawatir dan takut akan mengalami kerugian besar.
Bersama petani lainnya, Emi sudah berupaya melakukan penanggulangan untuk membasmi hama yang menyerang tanaman mata pencaharian mereka itu.
Mulai membersih lahan kakao hingga penggunaan pestisida, namun tak kunjung pulih.
“Meski kurang ilmu tentang hama penyakit ini, kami melakukan penanganan sesuai dengan pengalaman yang sudah menjadi turun temurun,” ungkapnya.
Sukarman, yang juga petani kakao, menjelaskan, kalau penurunan angka produksi penghasilan biji kakao kering hampir berkisar 50 persen jika sebelum diserang hama dulu.
Pihaknya optimistis, jika ada pendampingan yang memadai dan maksimal dari instansi terkait, maka upaya meningkatkan produksi dan kesejateraan petani Kakao dapat terwujud di masa mendatang.
Karena itu, Sukarman berharap adanya perhatian instansi terkait dalam upaya pendampingan agar tanaman dan buah kakao kembali membaik.
Apalagi saat ini sedang musim lembab yang memungkinkan serangan hama lebih tinggi.
“Pemangkasan secara besar-besaran telah kami lakukan.
Termasuk membuat sanitasi kebun dan melakukan pengasapan sore hari dalam mengatasi hama pada tanaman dan buah Kakao.
Untuk itu, kami juga meminta petani lainnya menggunakan cara itu, agar tanaman dan buah kakao terselamatkan sementara dari serangan hama penyakit busuk buah,” demikian ulasnya. (Syahrizal)

