Tapaktuan I Realitas-Sebagian besar warga Kecamatan Kluet Timur Kabupaten Aceh Selatan mendesak Pemkab Aceh Selatan agar segera membangun tanggul pengaman tebing di sepanjang daerah aliran sungai (DAS) Krueng Kluet.
Pasalnya, erosi tebing yang diakibatkan terjangan air sungai yang datang dari kawasan Leuseer itu semakin mengancam areal perkebunan dan pertanian warga setempat, termasuk sayu jembatan rangka baja.
Seorang warga Payadapur Kluet Timur Amna Wali (37) kepada wartawan di Tapaktuan, Senin, (2/7/2018), mengatakan, selain mengancam areal pertanian dan perkebunan, terjangan erosi juga akan mengancam pemukiman ribuan warga yang mendiami kawasan DAS Krueng Kluet tersebut.
Menurutnya, pembangunan tanggul berupa penyusunan batu gajah di lokasi tebing itu, dinilai cukup tepat sehingga akan mampu mengatasi erosi secara signifikan.
“Sama dengan cara mengatasi terjangan erosi sungai di tempat lain, menurut saya penyusunan batu gajah di sini (maksudnya di sepanjang DAS-red) sangat tepat,” katanya.
Menurut pengamatannya, terjangan erosi itu semakin parah menyusul dibangunnya tanggul di sepanjang tebing sungai di perkampungan Kampung Paya Kluet Utara, sehingga arus sungai mengarah ke tebing sungai di Payadapur, Kampung Alai, Durian Kawan dan Desa Sapik kecamatan Kluet Timur.
Puluhan KK warga Kluet Timur, beberapa waktu lalu, sempat memprotes keberadaan tanggul yang dibangun di Gampong Paya tersebut, karena diduga menjadi penyebab erosi tebing sungai dan banjir pada kawasan pemukiman warga di disana.
Kepala Mukim Perdamaian Kecamatan Kluet Timur, Mukrizal, dihubungi terpisah juga mengharapkan agar Pemkab Aceh Selatan segera membangun tanggul pengaman tebing tersebut, agar perkampungan warga dapat diselamatkan.
Selama ini, selain terus menerus dilanda banjir akibat meluapnya Sungai Kueng Kluet/Kandang, juga pasca banjir terjadi longsoran tebing akibat erosi sungai tersebut.
“Kami berharap agar tanggul pengaman tebing tersebut segera dibangun,” ucapnya.
Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) Aceh Selatan, Fakhruddin, S.Sos, kepada wartawan di Tapaktuan, mengatakan, pihaknya hanya menangani pembangunan bidang permukiman saja.
“Tetapi yang menyangkut pengairan, jalan dan jembatan bukan kewenangan kami,” katanya singkat.(MR.ZULMAS)

