Harga TBS Rendah, Sebagian Petani Sawit Di Abdya Enggan Memanen

oleh -167.759 views

Blangpidie | Realitas – Harga tandan buah segar (TBS) sawit di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) masih berada di level terendah yakni berkisar antara Rp.640-Rp.850 per kilogram.

Dengan kondisi harga yang tak kunjung naik tersebut, sebagian petani sawit di Abdya enggan memanen karena akan mengalami kerugian.

Petani sawit di Babahrot, Yusuf, Rabu (18/7/2018) menyebutkan, harga sawit saat ini masih berkisar antara Rp.640-Rp.850 per kg.

Bahkan kondisi rendahnya harga TBS itu telah berlangsung sejak beberapa bulan terakhir.

“Dulu harga TBS sawit pernah menempati harga Rp.1.300 per kg, kemudian terus menurun hingga mencapai Rp.640 per kg,” sebutnya.

Dengan harga seperti itu, biaya yang dikeluarkan untuk perawatan dan pemeliharaan tanaman sawit justru tidak seimbang.

Sebab, tidak sedikit biaya yang dikucurkan para petani guna mengahsilkan TBS yang berkualitas.

Untuk biaya panen sawit, lanjut Yusuf, berkisar antara Rp. 200 ribu-300 ribu per ton, tergantung medan lahan yang akan dilalui pekerja.

Begitu juga dengan biaya pemangkasan yang mencapai harga Rp.700 ribu per hektare.

“Itu belum terhitung perawatan lain termasuk pupuk,” ungkapnya.

Hingga saat ini, tambah Yusuf, belum juga menampakan tanda-tanda akan adanya perubahan harga.

Menurutnya, para petani tidak mungkin mempertahankan ratusan ton sawit untuk disimpan sambil menunggu harga kembali stabil, sebab TBS akan membusuk dan petani yang akan rugi.

TBS sawit yang sudah dipanen terpaksa dijual kepada para agel pengepul meskipun dengan harga terendah.

Ada juga sejumlah petani lainnya yang mulai enggan memanen sawit, bahkan membiarkan tanaman sawit dengan kondisi siap panen begitu saja.

“Untuk menghindari kerugian fatal, TBS yang sudah dipanen terpaksa dijual meski harga rendah.

Bahkan ada petani lainnya yang enggan memanen, sebab akan mengalami kerugian,” ujar Madi petani lainnya.

Madi meminta Pemkab Abdya agar dapat mengambil langkah serius dalam penanggulangan persoalan harga TBS sawit ini.

Jika dibiarkan terus berlarut-larut, maka para petani akan bangkrut dan kehilangan mata pencaharian. (Syahrizal)