139319 KALI DIBACA

Wajah Terbelah Tersayat Parang Gadis ABG Kritis Dibacok Pacar

Wajah Terbelah Tersayat Parang Gadis ABG Kritis Dibacok Pacar

Langsa I Realitas – Seorang santri Darul Ulum Tanoh Mirah, Peusangan dibacok pacarnya pada bagian wajah hingga menyebabkan luka sayatan yang menganga cukup besar.

Pelaku melarikan diri dan membawa pergi sepeda motor Honda Beat BL 4511 ZAH serta satu unit HP korban.

Peristiwa sadis itu terjadi di kawasan bendungan PP Dusun Mane Desa Beunyot, Kecamatan Juli, Senin (28/5/2018) sekira pukul 21.30 wib.

Kendati terluka parah dengan bagian wajah terbelah, namun korban yang diketahui bernama Firda Maisura binti Tarmizi (18) warga Desa Cot Buket, Kecamatan Peusangan.

Berhasil menyelamatkan diri dan mendapatkan mukjizat, sehingga bisa tertolong warga sekitar lokasi kejadian, lalu dilarikan ke RS BMC Bireuen yang berjarak sekitar 9 kilometer dari TKP.

Aksi sadis itu, dilakukan oleh kekasihnya dengan motif balas dendam akibat cemburu, karena korban dituduh berselingkuh.

Disamping juga sepeda motor Honda Beat dan HP korban dilarikan oleh pelaku sadis itu.

Informasi yang diperoleh Media Rialitas menyebutkan, berkat kejelian dan kesigapan aparat kepolisian, pelaku berhasil diciduk enam jam kemudian.

Lalu, parang yang digunakan untuk mengeksekusi beserta semua barang bukti dapat diamankan oleh petugas.

Setelah menjalani proses operasi di RS Bireuen Medical Centre (BMC), akhirnya korban melewati masa kritis dan kini dirawat intensif di rumah sakit swasta tersebut.

Kronologis kejadian itu, berawal dari kecurigaan warga yang mengetahui ada pasangan berboncengan sepeda motor, menuju kawasan sepi dan gelap di sekitar bendungan PP.

Karena merasa curiga, sejumlah pemuda rencana hendak menciduk insan lain jenis itu.

Tetapi, mereka terkejut saat melihat sepeda motor yang dicurigai ini, dikendarai seorang diri melaju kencang ke arah warga dan nyaris menabrak mereka.

Berdasarkan keterangan pihak kepolisian, pelaku pembacokan yaitu Aulia warga Desa Pante Gajah, Kecamatan Peusangan.

Korban ini dieksekusi di rumah TSK, lalu dibawa dengan sepeda motor ke TKP buangan di bendungan Beunyoet yang berjarak sekitar 20 kilometer dari lokasi pembacokan itu.

Benar-benar jadi suatu mukjizat, pasalnya dalam keadaan luka parah Firda Maisura masih mampu berjalan sempoyongan, diantara kegelapan malam untuk mencari pertolongan.

Hingga korban ditemukan oleh Mukhlis (20) dan Saifannur bin Ali Akbar (23), warga setempat.

Kemudian, dibawa ke Puskesmas Juli setelah itu dirujuk ke RS BMC.

Anehnya, meskipun dalam kondisi luka sangat parah tetapi saat tiba di IGD, korban ini masih tetap sadar dan dapat berbicara dengan lancar.

Firda Maisura, akhirnya ditangani tim medis serta dilakukan operasi bagian wajahnya yang terluka.

Kapolres Bireuen, AKBP Riza Yulianto Sik melalui pesan WhatsApp grup Wartawan & Polres menjelaskan, penganiayaan berat (pembacokan) terhadap Firda Maisura binti Tarmizi, dilakukan oleh pacarnya sehingga muka atau wajah mengalami luka robek.

Selain itu, sepeda motor dan HP milik korban ikut dibawa kabur pelaku.

Setelah menerima laporan peristiwa tragis ini, Kasatreskrim Polres Bireuen bersama sejumlah personil langsung bereaksi cepat.

Termasuk, mencari serta menginterogasi pelaku yang sebelumnya sudah berada di RS BMC, untuk menjenguk korban.

“Semula saat diinterogasi, pelaku tidak mau mengakui perbuatannya tapi setelah dilakukan penyelidikan mendalam, serta ditemukan barang bukti dari rumah tersangka ini, dan saat diinterogasi kembali ditemukan ada bercak darah ditelinga.

Akhirnya dia mengakui telah melakukan perbuatan itu,” jelas Riza via pesan WhatsApp.

Selanjutnya, polisi menggeledah rumah orang tua tersangka dan berhasil menemukan sejumlah barang bukti berupa sebilah parang gagang kayu, sarung hitam motif garis putih, jaket suiter merah, celana kain panjang abu-abu, handuk biru putih, lipstik merk Moca dan HP Android merk Vivo.

Semua barang bukti itu penuh bercak darah, setelah petugas menemukan semua bukti ini Aulia tak bisa berkutik, lalu mengakui semua perbuatannya terhadap Firda Maisura.

“Setelah semua barang bukti ditemukan, tersangka mengaku melakukan penganiayaan itu di halaman rumah orangtuanya, dengan menggunakan sebilah parang.

Lalu, korban dibawa menggunakan sepeda motor ke Dusun Mane Desa Beunyot, kemudian ditinggalkan di lokasi tersebut hingga mendapat pertolongan warga,” ungkap Riza Yulianto seraya menambahkan modus operandi pelaku menghubungi dan menyuruh korban ke rumah orangtuanya di Pantee Gajah.

Sampai berita ini ditulis, pasca menjalani operasi korban tak sadarkan diri dan masih dirawat intensif oleh tim medis.

Akibat luka parah yang menganga di wajah Firda, kasus pembacokan itu jadi viral di dunia maya dan foto-foto korban beredar luas di media sosial.

Bahkan, sejumlah netizen seolah tak percaya saat mengetahui korban masih selamat, padahal kondisi luka sangat parah.

Namun, cukup banyak pula harapan yang disampaikan demi keselamatan korban remaja putri ini, serta didoakan agar terus mendapat mukjizat agar tim medis berhasil menyelamatkan jiwanya. (M.Reza)

example banner

Subscribe

MEDIA REALITAS