449319 KALI DIBACA

Menguak Bisnis Jaringan Narkoba Internasional Di Bireuen, Banyak Terpidana Berkeliaran Di Luar Lapas.

Menguak Bisnis Jaringan Narkoba Internasional Di Bireuen, Banyak Terpidana Berkeliaran Di Luar Lapas.
Ali Akbar alias Dek Gam terdakwa TPPU narkoba saat disidang majelis hakim PN Bireuen pekan lalu.
example banner

Bireuen I Realitas – Sejumlah penangkapan sindikat jaringan narkoba di tanah air, sebagiannya melibatkan masyarakat Bireuen, Provinsi Aceh selaku otak mafia pengedar barang terlarang tersebut.

Bahkan, penangkapan terbesar oleh BNN Pusat ikut menyita uang ratusan miliar rupiah,dari bisnis ilegal itu dengan bermacam modus pencucian uang, juga di Daerah ini sampai disidangkan di PN Bireuen.

Berdasarkan data yang dihimpun Media Realitas, menyebutkan bahwa para bandar pengedar narkoba asal Bireuen yang diciduk BNN yakni Faisal, Murtala bin Ilyas, Ali Akbar alias dek Gam, Zulkifli (Zulpenggrik Idi Aceh Timur) , Abdullah (Toke Dolah Rantau panjang Perlak) dan beberapa nama bandar besar jaringan narkoba tersebut, diciduk dibeberapa tempat terpisah, yang saat ini seharusnya mendekam di balik jeruji besi di beberapa Lapas baik di Bireuen, Lhokseumawe dan di Lapas Narkotika Kota Langsa.

Wartawan Media ini yang menelusuri jaringan sindikat Narkotika di Aceh terus memantau para cukong dan mafia Narakotika yang di duga berkeliaran di luar Lapas, bahkan ada napi yang mengerjakan proyek di beberpa lokasi di Aceh data ada bersama Wartawan di Aceh.

Faisal dan sejumlah Napi Narkotika yang pernah ditangkap BNN di Jakarta beberapa tahun lalu, kini dikabarkan bebas keluar masuk Lapas di Aceh seperti di biarkan mereka diluar.

Setelah masa hukumannya selesai beberapa waktu lalu.

Kini toke besar Narkotika yang memiliki kebun sawit bernilai uang puluhan miliar rupiah, diperkirakan tidak lagi tersentuh hukum berkeliaran diluar begitu saja.

Sedangkan perkara Murtala bin Ilyas ternyata cukup menarik, kasus penangkapan secara sistematis oleh BNN itu, kini sedang menunggu proses kasasi di MA RI.

Tuntutan JPU 20 tahun akhirnya di vonis PN Bireuen 19 tahun penjara, dan harta berupa uang di rekening sebanyak Rp 143,6 miliar serta aset lainnya bernilai  uang belasan miliar rupiah, disita oleh negara.

Namun anehnya, dalam putusan banding di PT Banda Aceh, majelis hakim memvonis Murtala empat tahun penjara, dan hanya Rp 2,5 miliar uang yang disita, sisanya Rp 140 miliar lebih harus dikembalikan ke terpidana itu.

Putusan yang sangat mengejutkan kalangan masyarakat Bireuen ini tertuang dalam Putusan banding Nomor 146/PID/2017/PT BNA, yang diketuai oleh Wahyono SH serta hakim anggota Sigit Purwoko SH MH ERIS dan Sudjarwanto SH MH dengan panitera Nur Afifah SH.

Menurut keterangan JPU, perkara tersebut sudah dalam proses kasasi.

Karena merasa keberatan dengan putusan banding, jaksa menempuh upaya kasasi ke MA. Kasus ini, terhitung sudah enam bulan belum diketahui hasil putusan kasasi tersebut.

Sementara satu lagi bandar narkoba yang kini sedang menjalani prosss hukum yaknk Ali Akbar alias Dek Gam, Terpidana 20 tahun yang sedang menjalani hukuman di LP Tanjung Gusta Medan itu, kini dijerat dengan tindak pidana pencucian uang (TPPU).

Dekgam diciduk tim BNN Pusat, Karena diduga terlibat melakukan money laundring dari hasil narkoba.

Padahal, yang bersangkutan berada di rumah tahanan.

Dek Gam atau biasa disapa Toke Gam, warga Geulanggang selama 10 tahun ini berada di Malaysia.

Namun, beberapa tahun lalu Dia mendadak kaya raya, ternyata diduga jadi jaringan bisnis narkoba antar negara.

Dia selama ini, dsebut-sebut memiliki cukong asal Bireuen yang bermukim di negeri jiran, ujar sumber Media ini Rabu (30/5/2018).

Proses persidangan Dek Gam cukup unik dan menarik, karena drama sidang yang diperaga tersirat ada kepentingan pihak penegak keadilan itu.

Bahkan, terkesan tidak serius diproses.

Selain berlarut-larut dan tertunda-tunda selama beberapa pekan terakhir.

Sidang Dek Gam dikabarkan segera digelar kembali PN Bireuen, Kamis (31/5/2018) besok.

Media ini akan terus memantau para napi yang terlibat Narkotika jelang lebaran Idul Fitri 1439, yang akan berkeliaran di luar.

Banyak pihak meminta kepada Kakanwil Kumham atau Kadivpas Kumham Aceh, Teuku Meurah Budiman SH MH, agar segera menertibkan para cukong narkotika yang saat ini banyak berkeliaran di Luar dapat ditahan sesuai dengan proses hukum yang berlaku.

Tidak sedikit para sindikat Narkotika selama berkeliaran di luar Lapas seperti di biarkan begitu saja, kita punya bukti paling kuat, tim media ini juga sudah mengantongi sejumlah nama napi terlibat Narkotika lainnya yang saat bebas berkeliaran di luar.
(M Reza)

example banner

Subscribe

MEDIA REALITAS