73219 KALI DIBACA

Ketua YARA Aceh Minta Polisi Atau Jaksa Segera Usut Kasus Dugaan Korupsi Proyek Instalasi Air Bersih RSU H Sahudin Agara.

Ketua YARA Aceh Minta Polisi Atau Jaksa Segera Usut Kasus Dugaan Korupsi Proyek Instalasi Air Bersih RSU H Sahudin Agara.

Banda Aceh I Realitas – Ketua Yayasan Advokasi Rakyat Aceh ( YARA ) Aceh Safaruddin SH, meminta tim penyidik Polda Aceh maupun Kejati Aceh untuk Bergerak cepat menyelidiki dugaan kasus korupsi di Aceh Tenggara Provinsi Aceh.

Kasus dugaan korupsi itu berada dilingkungan RSU H Sahudin Kabupaten Aceh Tenggara, Provinsi Aceh, ujar Safaruddin SH kepada Media Realitas di Banda Aceh Senin (21/5/2018).

Kasus dugaan korupsi itu kita ketahui setelah diberitakan oleh Media Realitas Minggu (20/5/2018), tidak sedikit uangnya sangat bombastis sekali maka kita mendorong dengan segera penegak Hukum usut dan seret oknum dugaan korupsi pembangunan proyek instalasi air bersih tahun 2017 di RSU H Sahudin, ujar Safaruddin.

Sebelumnya diberitakan media ini Minggu (20/5/2018) Lembaga Pengembangan Potensi Intelektual Muda (LSM-LP2iM) Kabupaten Aceh Tenggara meminta kepada penegak hukum kusus Polda Aceh agar melakukan penyidikan terhadap proyek instalasi air bersih tahun 2017 di RSU H. Sahudin Agara diduga telah terjadi tumpang tindih pada anggaran tahun 2016 yang lalu.

Proyek Instalasi Air Bersih RSU Sahudin Kutacane Tahun 2016-2017 Diduga Fiktif.

Sementara itu Ketua umum LP2iM Agara M.Sopian Desky SH kepada Media Realitas pada Minggu (20/5/2018) mengatakan, proyek pembagunan instalasi air bersih yang dikerjakan oleh CV. Karya Nia Hujair dengan pagu Rp1.694.700.000, sementara dalam dokumen LKPJ tahun 2017, Dokumen perubahan APBK tahun 2016 dan dokumen APBK tahun 2016 pagu anggaran pembagunan sarana sanitasi RSU H. Sahudin adalah berkisar Rp 3 milyar rupiah.

Kemudian terealisasi sebesar Rp. 1.442.910.000 kemudian yang tidak terealisasi sebesar Rp. 1.557.090.000. Diduga terjadinya anggaran fiktip sebesar 1.557.090.000.

Kemudian pada tahun 2017 kembali dikerjakan proyek intalasi air bersih pelaksana CV. Karya Abadi dengan pagu Rp. 2.172.114.000.

Sehingga kita menduga kuat telah terjadinya mark-up anggaran, selain itu dalam penanaman pipa air bersih itu tidak sesuai dengan spekteknis atau pipa asal ditanam saja, untuk itu diminta kepada Kapolda Aceh agar secepatnya menurunkan tim untuk mengaudit proyek tersebut jelas Sopian.

Sementara itu Sekretaris RSU H.Sahudin Kutacane Budi Afrizal mengatakan kepada Media Realitas beberapa waktu lalu, sebenarnya uang proyek tersebut belum ditarik singkatnya. ( H A Muthallib )

example banner

Subscribe

MEDIA REALITAS