103019 KALI DIBACA

Kasus Galian C Ilegal: Dilarang Intervensi, Proses Hukum Fariz Firmandez Harus Sampai Ke “Meja Hijau”

Kasus Galian C Ilegal: Dilarang Intervensi, Proses Hukum Fariz Firmandez Harus Sampai Ke “Meja Hijau”

Aceh Tengah | Realitas – Ketua Koalisi Bersama Rakyat (KIBAR) Aceh, Muslim SE atau yang akrab disapa Cut Lem, Kamis (10/5/2018), dengan tegas melarang pihak-pihak tertentu yang berkeinginan melakukan intervensi terhadap proses hukum yang sedang dijalani oleh Fariz Firmandez terkait kasus Galian C Ilegal di kawasan Hutan Lindung Aceh Tengah.

Apalagi, anak anggota DPR RI tersebut telah ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka.

“Kami memberikan apresiasi yang tinggi terhadap aparat Kepolisian Polda Aceh, yang telah menegakkan hukum tanpa tebang pilih.

Karena itu, kami akan terus melakukan pengawalan atas proses hukum Fariz Firmandez ini, dari berbagai kemungkinan intervensi.

Karena kita tahu tersangka adalah anak Firmandez yang nota benenya adalah anggota DPR RI,” ujar Muslim.

Dikatakannya, selain kasus Galian C Ilegal, keluarga anggota DPR RI ini juga punya catatan buruk atas pengerjaan sejumlah proyek pembangunan di Aceh, terutama proyek pengaspalan jalan di beberapa Kabupaten/Kota dalam wilayah Provinsi Aceh.

“Ini nanti akan kita ungkap setelah proses hukum kasus Galian C Hutan Lindung Aceh Tengah selesai dulu,” kata Cut Lem.

Karena itu pihaknya sangat berharap kepada Polda Aceh agar proses hukum kasus Galian C Hutan Lindung Aceh Tengah yang melibatkan Fariz Firmandez sebagai tersangka, dapat diusut secara tuntas dan tidak terhenti ditengah jalan. Sehingga masyarakat Aceh akan mendapatkan kepastian hukum yang adil dan beradab atas setiap kasus.

Jika ada upaya intervensi atau lobi lobi politik untuk mengaburkan kasus tersebut, sebaiknya dihentikan. Karena, KIBAR Aceh akan terus mengawal kasus ini hingga tuntas.

“Seharusnya Hutan Lindung untuk dilindungi Bukan malah untuk di rusak,” demikian Cut Lem.

Sebagaimana diketahui, Kepolisian Daerah (Polda) Aceh telah menetapkan tersangka terkait galian C illegal dikawasan Hutan Lindung, Kecamatan Lingge, Aceh Tengah.

Direktur Reserse Kriminal Khusus, Kombes Pol Erwin Dzadma mengatakan lima tersangka yang telah ditetapkan, satu diantaranya adalah Direktur PT Cibugah dan empat lainnya merupakan Karyawan di PT Nindya Karya.

“Lima tersangka tersebut berinisial ES, E, A, FE, F. Direktur PT Cibuga itu bernisial F, sementara empat lainnya dari PT Nindya Karya,” kata Kombes Pol Erwin Desman, Rabu (9/5/2018).

Erwin menyebutkan, PT Nindya Karya dan PT Cipuga secara bersama telah melakukan pengerjaan proyek jalan di Aceh Tengah senilai Rp 325 milliar. Dalam perjalanannya kedua perusahaan itu menggambil material untuk pengerjaan proyek dari kawasan galian C tanpa izin.

“Material yang di gunakan untuk proyek itu diambil dikawasan hutan lindung tanpa izin,” ujarnya.

Proses penyelidikan dan penyidikan sudah berlangsung satu bulan. Polisi juga telah memanggil kelima pelaku, namun setiap pemanggilan tidak pernah datang, hingga akhirnya ditangkap.

“Sebelumnya kami sudah memanggil mereka tapi tidak datang. Dalam kasus ini sudah 29 orang yang kami periksa dan tidak tertutup kemungkinan ada pelaku lainnya” katanya.

“Dari tangan tersangka, kami juga mengamankan 10 dum truk serta empat unit alat berat sebagai barang bukti,” demikian Kombes Erwin. (ZAL / H A Muthallib Ibr  ) 

example banner

Subscribe

MEDIA REALITAS