596519 KALI DIBACA

Ketua YARA Aceh : Minta Polda Aceh Segera Periksa Ketua Kip Bireun Mukhtaruddin Dugaan Menerima Suap Pemilu Tahun 2014 Lalu.

Ketua YARA Aceh : Minta Polda Aceh Segera Periksa Ketua Kip Bireun Mukhtaruddin Dugaan Menerima Suap Pemilu Tahun 2014 Lalu.
example banner

Banda Aceh I Realitas – Ketua Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) Safaruddin SH, meminta Kapolda Aceh segera memeriksa kasus dugaan korupsi yang di lakukan oleh Ketua Komisi Indenpenden (KIP) Bireuen terhadap calon Anggota DPR- RI dan sempat beredar dalam Video di Aceh.

Bukti awal sudah ada dengan adanya Video yang di siarkan oleh Media Realitas Kamis (17/5/2018), ujar Safaruddin kepada sejumlah Media di Banda Aceh Jumat (18/5/2018).

Menurut Safaruddin kasus ini harus segera diungkapkan karena dugaan keterlibat langsung Ketua KIP Kabupaten Bireun, sebut Safaruddin.

Bukti awal sudah cukup dengan keliatan didalam Video Ketua Kip Bireun bernama Marzuki Duad sangan jelas didalam Pembicaraannya untuk mengelambung suaranya mencapai 50 ribu pemilih dan bukti sudah cukup apalagi adanya penyerahan uang mencapai Rp 100 Juta rupiah.

Video yang di tayangkan oleh media ini sudah cukup untuk bukti awal terhadap pelaku kejahatan yang dilalukan oleh ketua Kip sebagai pihak penyelenggara pemilu di Bireuen ini sangat memalukan Sekali.

Kita menduga bukan hanya Marzuki Daud dari F Golkar saja yang melakukan hal seperti kemungkinan ada juga calon calon yang lain ini patut di telusuri oleh Polda Aceh.

Pihak Polda harus bergerak cepat mengingat dalam waktu yang tidak lama lagi di negeri ini akan melaksanakan Pemilu lagi, dugaan kita Ketua Kip ini sudah menyusun strategi baru untuk meraup keuntungan yang lebih banyak lagi.

Kita minta semua pihak untuk mengawasi pemilu di Aceh dengan baik dan awasi gerak gerik penyelenggara pemilu di Aceh, ujar Safaruddin yang juga ketua Ikatan Advokat Indonesia (IKADIN ) Aceh.

Didalam Video sangat jelas ketua Kip Bireun DR Mukhtaruddin SH M.Hum, bersama dengan Marzuki Daud, calon anggota DPR -RI tahun 2014, membicarakan Pengelambungan suara agar Marzuki bisa menduduki anggota DPR -RI, di Senayan ini sangat memalukan apalagi terbut akan menyerahkan sebuah Mobil CRV baru dan sekaligus menyerahkan uang Rp 100 Juta rupiah dan disaksikan oleh seorang kawan ketua Kip Bireun ujarnya lagi.

Video yang disiarkan oleh Media Realitas itu bukan rekayasa adalah sebuah fakta yang didapatkan dilapangan dan kita juga sudah melihat langsung bukan hanya pihak YARA saja yang sudah melihat Video ini tetapi hampir ratusan ribu pembaca sudah melihat Video penyerahan uang dan perjanjian mobil dari Calon Anggota DPR -RI Marzuki Daud dari F Golkar dengan Ketua Kip Bireun Mukhtaruddin ini harus segera diperiksa, tutur Safaruddin.

Sebelumnya Kamis (17/5/2018) diberitakan Media ini, Heboh, Video Ketua KIP Kabupaten Bireuen Diduga Terima Suap Dari Calon Anggota DPR-RI Tahun 2014.

Masyarakat Bireuen, tiba-tiba dihebohkan dengan beredarnya isu video oknum Ketua Komisi Independen Pemilihan (KIP) Bireuen, Provinsi Aceh DR Mukhtaruddin SH M.Hum yang menerima segepok uang dari salah satu kandidat Caleg DPR RI Tahun 2014 silam.

Video yang diduga hasil rekaman teman dekat Ketua KIP Bireuen kala itu, menuai ragam reaksi masyarakat, di Kabupaten Bireuen.

Banyak yang mengecam pelanggaran etika berat ini, ujar kalangan masyarakat Bireun kepada Media ini Rabu (17/5/2018), Karena sangat berlawanan dengan aturan hukum.

Pasalnya, Oknum Komisioner tersebut terlalu nekat menyimpangi aturan penyelenggaraan pemilu Legislatif 2014 lalu, ujar sejumlah pejabat di daerah kota Juang Bireun, demi meraup untung, serta memperoleh kepentingan pribadi dan kelompoknya.

Sebelumnya video ini dikabarkan tersebar ke sejumlah wartawan media massa di wilayah Kabupaten Bireuen dalam gambar dua orang yang mirip Ketua KIP Bireuen, DR Mukhtaruddin SH M.Hum duduk dengan anggota DPR RI 2009-2014 dari F Golkar. Saat itu Marzuki Daud hendak maju kembali di pileg 2014 lalu.

Dalam rekaman video itu, selain suara perbincangan keduanya yang terdengar cukup jelas, juga terlihat segepok uang diperkirakan ratusan juta rupiah diterima oleh Mukhtarudin dari Marzuki Daud untuk “mengolah” suara pemilih agar Caleg itu, berhasil unggul di Bireuen mengalahkan rekan satu partainya yaitu Firmandez.

Meskipun usaha ini gagal dan akhirnya Marzuki Daud batal kembali ke Senayan, karena kursi parlemen direbut oleh Firmandez.

“Jika video ini benar, maka demokrasi di Bireuen terbukti telah dihancurkan oleh Oknum Komisioner KIP.

Demi ambisinya, tega mengorbankan suara rakyat, ini jadi indikasi bobroknya sistem penyelengara pemilihan umum oleh KIP Bireuen,” sebut sumber media ini.

Dia menambahkan, bukti ontentik dalam visual video berdurasi 5 menit 37 detik.

Jadi indikasi kemungkinan kecurangan pilkada Bupati Bireuen pada Februari 2017 lalu.

Konon lagi hingga kini skandal money politic, masih melekat diingatan publik dan tak pernah diungkap.

Sehingga, kedua skandal ini ditengarai memiliki keterkaitan, akibat perbuatan culas oknum Ketua Komisioner KIP Bireuen seperti terekam di video tersebut.

Berdasarkan data visual yang diterima Media Realitas, tiga terduga permainan politik kotor itu sedang berada di kamar hotel.

Mereka dipastikan sebagai Marzuki Daud, Mukhtaruddin dan Haji Adi Jeunib yang merekam pertemuan itu.

Ketiga aktor yang menjual suara pubik ini sedang mendiskusikan trik, agar Marzuki Daud berhasil memperoleh 50 ribu suara pemilih di Kabupaten Bireuen.

Yaitu dengan mengintervensi (menyuap) penyelenggara pemilihan secara struktur dan sistematis.

Mereka bertiga rencana menyusun strategi, melalui PPK dan KPPS yang dibayar selaku ujung tombak pemungutan suara dan proses rekapitulasi sesuai aturan maupun sistem yang berlaku.

Supaya mereka mau “mengolah” suara pemilih untuk caleg Marzuki Daud.

Mukhtaruddin terdengar mengatakan, jika ini bukan persoalan jumlah uang tapi karena niat ingin membantu kader Partai Golkar itu,”Jino long peugah aju pak keon.

Atee long gleih, memang ingin long bantu (sekarang saya bilang ya pak. Hati saya ini bersih, memang ingin membantu),” demikia suara Ketua KIP diawal video itu.

Selanjutnya, trafik komunikasi berjalan alot yang sekali-kali terdengar celutuk, dari si perekam.

Terlebih di saat rencana membelikan mobil CRV, suara lelaki yang memvideokan detik-detik mega skandal ini.

Terdengar langsung memaksa agar jangan beli Ford, tapi CRV saja sebagai hadiah untuk Mukhtaruddin.

Pembicaraan tersebut, berakhir sesaat setelah oknum ketua KIP ini menerima segepok uang, diperkirakan seratus juta rupiah.

Untuk menyuap KPPS dan PPK, serta sebagian lagi jatah KIP dalam pesta demokrasi 2014.

Sejumlah pihak, mendesak aparat penegak hukum mau mengusut kasus tersebut.

Lalu, diproses sesuai hukum dan Undang-Undang yang berlaku.

Apalagi, kejahatan politik harus menjadi atensi utama penegakan hukum karena sangat merugikan masyarakat.

“Kami minta Polisi dan Jaksa jangan lagi tutup mata, tapi harus menindak lanjuti skandal ini hingga tuntas,” sebut sumber Media Realitas di Bireuen.

Ketua KIP Bireuen, DR Mukhtaruddin SH M.Hum yang dikonfirmasi lewat selulernya, mengaku tidak tahu menahu terkait isu video itu.

Dia enggan memberi penjelasan, karena Dalih tidak mengerti masalah yang ditanyakan kepadanya.

Meski sudah disampaikan konfirmasi itu, untuk hak jawab tapi Mukhtaruddin tetap menolak dan tak ingin menanggapi persoalan tersebut.

“Saya no comment,” ujarnya singkat dari balik perangkat seluler tadi malam.

Sementara itu media Realitas sampai saat ini belum mendapatkan konfirmasi dari Calon Anggota DPR- RI Marzuki Daud, yang disebut sebut dalam Video itu, menyerahkan mobil jika dirinya mendapatkan suara terbanyak dan menduduki kursi DPR- RI Tahun 2014. ( H A Muthallib)

example banner

Subscribe

MEDIA REALITAS