Permasalahan 4 Bank Di Kota Payakumbuh Pinjamkan Uang Kepada Sekolah Islam Raudhatul Jannah Berimbas 110 SK Guru

oleh -68.759 views

Payakumbuh | REALITAS  —  Tercatat dua ribuan santri yang menuntut ilmu serta ratusan guru dan karyawan padá Yayasan Pendidikan Islam (YPI) Raudhatul Jannah di Payakumbuh, selama ini tertutup, kini terjadi ” Prahara “, yakni kekacauan, keributan, atau masalah besar terkuaknya macet angsuran pinjaman dan dikejar petugas empat Bank.

Pasalnya, seminggu terakhir publik dikejutkan terkuaknya dugaan ” Konspirasi ” antara pihak Yayasan Raudhatul Jannah, dibawah kepemimpinan Ikhsan Fadillah, ST. MT dan beberapa Bank, yakni Bank Nagari, Bank Nagari Syariah, Bank Rakyat Indonesia, dan Baitul Maal wat Tamwil (BMT) Kota Payakumbuh, terkait kucuran pinjaman senilai Rp.8 Miliar dengan jaminan/ agunan tidak kurang 110 SK guru yang diterbitkan Yayasan Raudhatul Jannah, sejak Tahun Ajaran 2020, konon proses angsuran kredit hanya berjalan lancar selama satu tahun.

Berdasarkan data yang diperoleh media, memasuki tahun kedua berjalan, cicilan pinjaman Yayasan Raudhatul Jannah, macet dan berimbas kepada 110 guru/ karyawan baik pada TK, SD, SMP dan SMA dibawah naungan Yayasan Raudhatul Jannah tersebut, yang dikejar- kejar penagihan oleh petugas baik Bank Nagari, Bank Nagari Syariah, Bank Rakyat Indonesia serta Baitul Maal wat Tamwil (BMT) Kota Payakumbuh.

BACA JUGA :  GANNAS Desak LPSK Segera Putuskan Status Justice Collaborator Ammar Zoni

Dari catatan yang diperoleh media, 110 guru/ karyawan Yayasan Raudhatul Jannah, sejak macetnya angsuran kredit, lantas tertekan serta strees dikejar petugas Bank Nagari Syariah, 59 orang, Bank Nagari, 41 orang, Bank Rakyat Indonesia, 5 orang dan BMT, 5 orang, konon menyebutkan bahwa senilai Rp 8 Miliar kucuran kredit dari 4 Bank tersebut, dengan jaminan/ agunan SK Yayasan, ucap sebuah sumber.

Sementara sumber sebutkan, dari kucuran kredit dari 4 Bank tersebut, mereka tidak sepersenpun menikmatinya, karena ketika pencairannya pihak Yayasan lansung perintahkan stor dengan dalih untuk kelancaran operasional Yayasan, ungkap sumber.

“Banyak pihak, selain ratusan guru serta karyawan yang menggantungkan nasibnya di YPI Raudhatul Jannah, kini mengalami trauma karena malu dikejar- kejar petugas 4 Bank terkait macetnya pembayaran angsuran pinjaman sejak 2022 lalu senilai Rp.8 Miliar. Sementara ratusan guru tersebut katakan tidak pernah menikmati kucuran Bank tersebut.”

BACA JUGA :  Hadirkan Generasi Emas, DPD IWAPI PPS Berikan Apresiasi Kepada IWAPI Mappi

Dilain kesempatan, baik Ketua YPI Raudhatul Jannah, Ikhsan Fadillah, ST. MT serta Sekretaris YPI RJ, Mkks Amir, melalui ponselnya berusaha dimintakan konfirmasi terkait prahara tersebut, hingga detik ini belum memberikan tanggapannya.
Lantas, pertanyaan ” masih relevankah ” Visi Yayasan Pendidikan Islam (YPI) Raudhatul Jannah Payakumbuh mencetak generasi Islami, bertalenta, dan berprestasi sebagai pemimpin masa depan yang unggul dalam IMTAQ & IPTEK.

Sedangkan Misi, pengembangan karakter Qur’ani, penguasaan ilmu pengetahuan & teknologi, kemandirian, serta membangun komunitas pendidikan Islam yang terintegrasi dan berwawasan global, dengan program unggulan tahfidz dan digitalisasi untuk menciptakan insan yang berakhlak mulia dan berdaya saing, tentunya kini diragukan serta dipertanyakan banyak pihak.(Adrismel)