Resah Dengan Judi Online, Wapres Persiraja Minta Pemerintah Dan APH Bertindak Tegas

oleh -66.579 views
Resah Dengan Judi Online, Wapres Persiraja Minta Pemerintah Dan APH Bertindak Tegas
Wakil Presiden (Wapres) Persiraja Banda Aceh, Iswahyudi. Dok Ist

Banda Aceh | MEDIAREALITAS – Wakil Presiden (Wapres) Persiraja Banda Aceh, Iswahyudi, yang akrab disapa Bos Yudi, menyuarakan kekhawatirannya terhadap maraknya praktik judi online di kalangan masyarakat, terutama di kalangan generasi muda. Dalam pernyataannya kepada media, Kamis, 20 Juni 2024 Bos Yudi mendesak pemerintah dan aparat penegak hukum (APH) untuk mengambil tindakan tegas guna memberantas aktivitas ilegal tersebut.

Menurut Yudi Cot Ara, judi online tidak hanya merusak moral dan mental generasi muda, tetapi juga berpotensi menghancurkan masa depan mereka.

“Kemajuan kabupaten tergantung kualitas generasi muda ke depannya. Jika mereka terjerumus dalam praktik judi online, masa depan daerah kita akan suram,” ujarnya.

Iswahyudi menambahkan bahwa maraknya judi online saat ini sangat memprihatinkan dan membutuhkan perhatian serius dari berbagai pihak. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, penegak hukum, dan masyarakat untuk memerangi praktik tersebut.

“Kami mengharapkan tindakan nyata dan cepat dari pemerintah serta penegak hukum untuk menutup semua akses ke situs-situs judi online dan menangkap para pelaku yang terlibat,” tegasnya.

Selain itu, Bos Yudi juga mengajak masyarakat untuk lebih waspada dan berperan aktif dalam mengawasi lingkungan sekitar. Ia meminta para orang tua untuk memberikan perhatian lebih kepada anak-anak mereka agar tidak terjerumus dalam kegiatan yang merugikan tersebut.

“Masa depan generasi muda ada di tangan kita semua. Mari kita jaga dan lindungi mereka dari pengaruh negatif judi online. Bersama-sama kita bisa menciptakan lingkungan yang lebih baik dan sehat untuk mereka,” pungkasnya.

Bos Yudi juga menyoroti pentingnya edukasi dan peningkatan kesadaran masyarakat mengenai bahaya judi online. Ia mengajak semua pihak, termasuk tokoh masyarakat dan pemimpin lokal, untuk terlibat aktif dalam upaya pencegahan dan penanggulangan judi online.

“Pemerintah dan aparat penegak hukum tidak bisa bekerja sendiri. Dibutuhkan kerjasama dari semua elemen masyarakat untuk memerangi judi online,” tambahnya.

Lebih lanjut, Bos Yudi menekankan peran penting keluarga dalam mencegah keterlibatan anak-anak dan remaja dalam judi online. Ia meminta para orang tua untuk memberikan perhatian lebih kepada anak-anak mereka, mengawasi kegiatan mereka di dunia maya, dan memberikan pemahaman tentang bahaya judi online.

“Orang tua memiliki peran yang sangat penting dalam melindungi anak-anak mereka dari pengaruh negatif judi online. Edukasi dan komunikasi yang baik dalam keluarga adalah kunci utama,” ujarnya.

Semoga Tindakan dan seruan dari Bos Yudi ini diharapkan dapat menjadi pemicu bagi pemerintah dan aparat penegak hukum untuk lebih serius dalam menangani masalah judi online yang kian merajalela, demi masa depan generasi muda yang lebih cerah dan terhindar dari ancaman kehancuran moral dan mental.(*)