Bea Cukai Aceh Gagalkan Penyelundupan Narkotika Dan Rokok Ilegal

oleh -77.579 views
oleh
Bea Cukai Aceh Gagalkan Penyelundupan Narkotika Dan Rokok Ilegal
Kantor Wilayah Bea Cukai Aceh. (Foto Ist)

Banda Aceh | MEDIAREALITAS – Kantor Wilayah Bea Cukai Aceh, berhasil menggagalkan sekira 1.279.655 gram Methamphetamine, 63.007 butir ekstasi dan 1.070.500 gram ganja selama tahun 2023.

Sementara, jumlah korban jiwa, berhasil diselamatkan dari penggalan penyelundupan tersebut, sekira 6,7 juta jiwa.

Hal itu dibenarkan, Kepala Bidang Fasilitas Kepabeanan dan Cukai Kanwil Aceh, Leni Rahmasari kepada wartawan, Jumat 12 Januari 2024.

Leni menjelaskan, penindakan dan penegasan hukum itu, dilakukan di wilayah Banda Aceh, Lhokseumawe dan Langsa, bersama institusi terkait lainnya.

Kata dia, selain berhasil menggagalkan upaya penyelundupan Narkotika. Kanwil Bea Cukai Aceh, turut mengamankan sekira 14,3 juta batang rokok ilegal dengan perkiraan harga kurang lebih, sekira Rp. 25,9 miliar.

“Dari pengamanan temuan rokok ilegal tersebut, ditafsir potensi kerugian negara mencapai Rp. 14,7 miliar selama kurun waktu 2023,” ucap Leni.

Ia menambahkan, sejauh ini, pihaknya berhasil mengumpulkan penerimaan kepabeanan dan cukai, senilai Rp.148,45 milira dari target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), yaitu Rp. 72,25 miliar.

“Penerimaan itu, kami peroleh dari Bea masuk, sekira Rp.102,63 miliar. Sementara, dari Cukai sekira 1,78 miliar. Sedangkan, dari Bea keluar, sekira Rp. 44,17 miliar,” ungkapnya.

Di sisi lain, kata Leni, hasil kepabeanan dan cukai Kanwil Bea Cukai Aceh, yaitu PPN Impor, sekira Rp. 167,36 miliar.

Kemudian, PPh Pasal 22 sekira Rp. 61,50 miliar, serta penerimaan perpajakan lainnya, sekira Rp. 228,87 miliar.

Sehingga, total penerimaan negara dari kepabeanan dan cukai, senilai Rp. 377,45 miliar.

“Tentunya, penerimaan negara tersebut tumbuh positif, sekira 170, 24 persen, jika dibandingkan dengan tahun 2022 lalu,” jelas Kabid Kepabeanan dan Cukai Kanwil Aceh.

Sebagai informasi, ia menambahkan, pada tahun 2023, Kanwil Bea Cukai Aceh bersama Kementerian Keuangan telah membina 12 UMKM di wilayah Aceh.

Hal itu bertujuan, guna mendukung kegiatan ekspor. Salah satunya, yaitu mempertemukan pelaku UMKM dengan calon pembeli dari negara Malaysis, dalam kegiatan “Business Matching”.

“Kami juga melakukan pemberian izin Tempat Penimbunan Berikat (TPB) yang telah diberikan kepada perusahaan sektor industri perminyakan di wilayah Aceh Utara”, tuturnya.

Selain itu, Leni mengatakan, jika pihak Bea Cukai juga memberikan fasilitas Fiskal terhadap industri minyak dan gas pada tahun 2023.

“Pemberian tersebut dilakukan sekira 14 kali pembebasan bea masuk atas alat- alat impor yang digunakan dalam kegiatan industri hulu minyak, gas bumi, serta penyelenggaraan panas di Aceh,” pungkas Leni.

Kekinian, ia berharap kinerja Kanwil Bea Cukai dan seluruh satker di lingkungan Kanwil Bea Cukai tahun 2024, semakin baik dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab.

Editor: Rahmad