Peran Kuat Maruf di Keluarga Ferdy Sambo Sangatlah Penting

oleh -81.579 views
oleh
Peran Kuat Maruf di Keluarga Ferdy Sambo Sangatlah Penting

Jakarta | Realitas – Majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat menyebutkan peran terdakwa Kuat Ma’rufsangat dalam keluarha Ferdy Sambo sangat penting.

Meskipun Kuat Maruf sebagai asisten rumah tangga dan sopir pribadi keluarga Ferdy Sambo.

Hal itu disampaikan Majelis Hakim saat membacakan amar putusan terdakwa Kuat Maruf, dalam persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (14/2/2023).

Dalam pembacaan putusannya hakim anggota, Morgan Simanjuntak, menjelaskan peran penting Kuat Ma’ruf terlihat saat dia bisa memiliki akses untuk naik ke lantai tiga rumah Saguling.

Padahal kata Morgan, lantai tiga rumah Saguling adalah ruang keluarga, sehingga tidak ada siapapun yang memiliki akses masuk kecuali keluarga inti, baik ajudan atau asisten rumah tangga.

“Menimbang bahwa lantai tiga rumah Saguling adalah ruang pribadi keluarga, siapapun baik asisten, rumah tangga, termasuk ajudan tidak dapat masuk tanpa adanya izin. Untuk itu diajaknya terdakwa (Kuat Ma’ruf) oleh saksi Putri Candrawathi ke lantai tiga rumah Saguling,” kata Hakim Morgan.

Alasan Putri Candrawathi mengajak Kuat Maruf ke lantai tiga kata Hakim Morgan, yakni untuk meyakinkan Ferdy Sambo soal adanya pelecehan seksual yang dialami Putri Candrawathi.

“Terdakwa (Kuat Ma’ruf) dianggap penting oleh saksi Putri Candrawathi dan keterangan terdakwa sangatlah penting untuk menambah keyakinan saksi Ferdy Sambo, atas kebenaran cerita saksi Putri Candrawathi yang telah disampaikan kepada saksi Ferdy Sambo melalui telepon pada 8 Juli 2022 dini hari,” ucapnya.

Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan menjatuhkan vonis 15 tahun penjara kepada Kuat Maruf, selaku terdakwa kasus pembunuhan berencana Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J, Selasa (14/2/2023).

Dalam pembacaan putusannya, hakim menilai Kuat Maruf terbukti secara sah dan meyakinkan membantu, turut serta dan bersama-sama melakukan pembunuhan berencana terhadap Brigadir J.

“Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Kuat Maruf, karena hal itu, dengan pidana penjara 15 tahun penjara,” kata Ketua Majelis Hakim Wahyu Iman Santoso saat membacakan putusannya di PN Jakarta Selatan, Senin (13/2/2023).

“Dengan memerintahkan terdakwa tetap berada di dalam tahanan, dan hukuman dipotong selama dalam masa tahanan,” kata hakim.

Menurut majelis hakim, Kuat Maruf yang merupakan asisten rumah tangga dan sopir keluarga Ferdy Sambo, dengan segala perannya, turut serta membantu memuluskan rencana pembunuhan Brigadir J.

Kuat Maruf diputuskan telah melanggar Pasal 340 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang pembunuhan berencana juncto Pasal 55 Ayat (1) ke 1 KUHP.

Vonis hakim ini lebih berat dari tuntutan jaksa sebelumnya yang menuntut 8 tahun penjara.

Majelis hakim dalam kasus ini diketuai Wahyu Iman Santoso, dengan hakim anggota Morgan Simanjuntak dan Alimin Ribut Sujono.

Sidang pembacaan vonis Kuat Maruf juga dihadiri ibunda Brigadir J, Rosti Simanjuntak dan kakak Brigadir J, Yuni Hutabarat.

Sebelumnya Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan telah menjatuhkan vonis pidana mati kepada Ferdy Sambo dan 20 tahun penjara kepada istrinya Putri Candrawathi, Senin (13/2/2023).

Vonis hakim terhadap Sambo dan Putri juga jauh lebih berat dari tuntutan jaksa.

Dimana jaksa menuntut Sambo penjara seumur hidup dan Putri dengan pidana penjara 8 tahun.

Sumber: Warta Kota