Lahan PTPN 2 Batang Kuis Diduduki Masyarakat

oleh -90.579 views
Lahan PTPN 2 Batang Kuis Diduduki Masyarakat
Lahan PTPN 2 di kawasan Batang Kuis sebagian besar telah menjadi tempat pemukiman warga masyarakat Kecamatan Batang Kuis.

 GOOGLE NEWS

Batang Kuis | Realitas – Lahan PTPN 2 di kawasan Batang Kuis sebagian besar telah menjadi tempat pemukiman warga masyarakat Kecamatan Batang Kuis.

Namun mirisnya bukan hanya warga masyarakat kecamatan Batang Kuis saja yang menduduki dan mengusahai lahan, warga juga menduduki sebagai lahan dagangan dan tempat tinggal.

Dugaan kerugikan Negara mencapai Milyaran, Oknum PTPN 2 menjual aset dan merubah fungsi merebak dan menjadi buah bibir masyarakat Kecamatan Batang Kuis.

Pasal nya, baik Pegawai aktif maupun pegawai yang telah pensiun menjual aset PTPN 2 kepada orang lain, serta ada juga yang merubah alih fungsi sekolah TK menjadi cafe tongkrongan bernama Samporis, Senin (16/1/2022).

BACA JUGA :   Warga Medan Sunggal Diserang Geng Motor

Di kutip dari berbagai sumber terkait lahan tersebut, pegawai PTPN 2 dan beberapa oknum pegawai mengenai bangunan yang telah di jual dan juga beralih fungsi yg di lakukan oleh oknum pegawai PTPN 2.

M. Aripin daulay diduga telah menjual rumah tinggal PTPN 2 yg di bangunan pada zaman belanda sekarang masih aktif sebagai pegawai PTPN 2, dan pernah bekerja sebagai askep di Bandar Kalipa PTPN 2 saat ini sebagai askep di Melati.

M. Dedi Nur (Dedek) pegawai aktif PTPN 2 yang merupakan ketua SPP Batang kuis, juga telah mengalih fungsikan sekolah TK yang bernama karya siwi kebun Batang Kuis menjadi cafe makan dan minum yg bernama Samporis dan menurut kabar yg beredar juga telah di perjual belikan oleh orang lain.

BACA JUGA :   Warga Medan Sunggal Diserang Geng Motor

Rumah Kerani bangunan Belanda sebelah kantor PTPN 2 atas nama Armaini dan juga sudah menjual aset PTPN 2, namun yang bersangkutan sekarang beberapa waktu yg lalu telah pensiun dari PTPN 2.

Rumah Jaya sitepu yg di bangun pada zaman Belanda juga sudah di jual, namun yg bersangkutan kini telah pansiun.

Bangunan rumah M. Taufik yg di bangun zaman Belanda juga telah hancur tanpa perawatan juga aset PTPN 2. Namun juga telah di jual oleh M. Taufik selaku pegawai aktif di PTPN 2 hingga saat ini.

BACA JUGA :   Warga Medan Sunggal Diserang Geng Motor

Dan dari penelusuran para sumber, aset-aset bangunan pada zaman belanda ini dapat di kategorikan sebagai cagar budaya, kenapa bisa dijual dan dialih fungsikan oleh oknum pegawai PTPN 2, Lalu ada apa dengan PTPN 2?

Humas PTPN 2, Rahmat saat di konfirmasi melalui via WhatsApp terkait hal tersebut hanya mengatakan “Siang Bang, Terima kasih atas infonya Bang, Akan kami cek kelapangan,” jawab singkatnya.

Di duga banyak kepentingan oknum-oknum pegawai PTPN 2 yang telah menjual dan mengalih fungsikan aset PTPN 2 untuk pribadi. (Darmada Girsang)