IKLAN YARA

Pekerja Buruh Tambang Emas Ilegal Pidie Berasal dari Luar Aceh

oleh -45.579 views
Pekerja Buruh Tambang Emas Ilegal Pidie Berasal dari Luar Aceh
Foto Istimewa

 GOOGLE NEWS

Sigli | Realitas – Ramai warga luar Provinsi Aceh bekerja sebagai buruh tambang emas ilegal di kawasan pegunungan Kecamatan Geumpang dan Mane, Pidie.

Pekerja asal luar Tanah Rencong tersebut bebas keluar masuk tanpa melaporkan ke Pemkab Pidie. 

“Warga luar yang bekerja sebagai buruh tambang emas di Geumpang tidak pernah melapor ke kantor camat,” kata Camat Geumpang, Maskur kepada Wartawan, Kamis (14/7/2022).

 Menurutnya, ia tidak mengetahui jumlah pekerja dari luar Provinsi Aceh di tambang emas ilegal itu.

BACA JUGA :   Pemkab Aceh Barat Berkolaborasi Dengan DPRA Gelar Festival Maulid Akbar

Pekerja masuk sebagai buruh tambang emas itu diduga dibawa pemodal yang melakukan aktivitas tambang emas.

“Saya tanya sama keuchik juga tidak dilaporkan jumlah warga luar yang bekerja di tambang emas,” urainya.

“Saya sendiri pun tidak mengetahui lokasi tambang emas karena letaknya jauh,” ungkap Camat Maskur.

Ditanya jumlah warga luar Aceh yang bekerja sebagai buruh tambang emas di Geumpang, Maskur mengungkapkan, informasi diterimanya cukup banyak.

  Tapi bukan warga dari luar Provinsi Aceh saja, melainkan warga lokal dan kabupaten lain di Aceh,” bebernya.

BACA JUGA :   Anggota DPRK Banda Aceh Diduga Lakukan Asusila Terhadap Janda, BKD Diminta Tak Bungkam Seribu Bahasa

Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Pidie, Apriadi, SSos kepada Awak Media, Kamis (14/7/2022), menyebutkan, pekerja yang bekerja sebagai buruh tambang emas, bukan bermakna mereka yang tidak memegang kartu prakerja, lantas mereka tidak boleh bekerja. 

“Pekerja tambang emas itu legal. Hanya saja, pemegang kartu prakerja mereka mendapat bantuan dari pemerintah,” jelasnya.  

“Apakah buruh dan tukang bangunan dari luar Aceh, buat bangun masjid dan gedung lain bisa kita katakan pekerja ilegal, tidak kan,” tulisnya via WhatsApp.

BACA JUGA :   Inflasi Banda Aceh Semakin Naik, Komitmen Mendagri Copot Pj Kepala Daerah Ditagih

Ia menjelaskan, terkait keberadaan mereka menetap di suatu tempat, maka pekerja berkewajiban melapor kepada keuchik gampong setempat.

Camat dan keuchik harus menindak pendatang yang tidak melapor.

“Saya tidak tahu status kegiatan penambangan di sana legal atau pun ilegal,” ucapnya.

“Tapi, yang jelas di Diskertran Pidie tidak terdaftar satupun perusahasn yang bergerak di bidang pertambangan,” tegas Apriadi.(*)

Sumber : SI