IKLAN YARA

Terkait Kasus Korupsi Pengadaan Bebek di Agara, Sekdis Ikut Ditahan

oleh -73.489 views
Terkait Kasus Korupsi Pengadaan Bebek di Agara, Sekdis Ikut Ditahan

Banda Aceh | Realitas –┬áKepolisian Daerah (Polda) Aceh melalui Ditreskrimsus ikut menahan MH, yang merupakan Sekretaris Dinas (Sekdis) Pertanian Kabupaten Aceh Tenggara saat pengadaan bebek itu berlangsung, Rabu (3/11/2021).

“Yang bersangkutan telah kita lakukan penahanan guna kepentingan penyidikan,” kata Sony Sanjaya, Kamis (4/11).

Penahanan tersebut dilakukan karena yang bersangkutan ikut terlibat dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi dan penyalahgunaan wewenang pada pengadaan bebek Tahun Anggaran 2019.

BACA JUGA :   Abu Alex : 3 Pelaku Pembakar Mobil YARA Harus Diboyong ke Polda Aceh

“Penahanan yang dilakukan terhadap MH setelah dilakukan gelar perkara dan penetapannya sebagai tersangka,” sebut Dirreskrimsus Polda Aceh Kombes Pol Sony Sonjaya, SIK., dalam keterangan singkatnya, Kamis (4/11) di Mapolda Aceh.

Sony juga menjelaskan, kalau yang bersangkutan merupakan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pada pekerjaan pengadaan bebek tersebut.

berdasarkan hasil audit, sambung Sony, Perkiraan Kerugian Negara (PKN) sebesar Rp4,2 milyar.

BACA JUGA :   Nelayan di Simeulue Hilang Saat Cari Lobster

“Yang bersangkutan sebagai PPK saat itu. Kerugian negara diperkirakan sebesar Rp4,2 milyar,” terangnya singkat.

Diberitakan sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara pada 2018 dan 2019 mengalokasikan dana dengan jumlah mencapai Rp12,9 miliar dalam Anggaran Pendapatan Belanja Kabupaten (APBK) untuk pengadaan 84.459 ekor bebek petelur yang dibagikan kepada 194 kelompok ternak, masing-masing 500 ekor per kelompok.

BACA JUGA :   3 Desa di Aceh Belum Tersalur DD

Penetapan tersangka berdasarkan hasil gelar perkara yang dilaksanakan Subdit III Tipidkor Ditreskrimsus di Mapolda Aceh, Kamis (30/9/2021).

Sony menerangkan, empat tersangka tersebut adalah MR selaku PPK dan AB selaku PA pengadaan bebek tersebut.

Kemudian dua lagi adalah KHS alias AS selaku pelaksana kegiatan pengadaan bebek juga sebagai Direktur CV BD (inisial) dan YP sebagai pelaksana lapangan CV BD. (*)