IKLAN YARA

Pelaksana Kegiatan Kasus Korupsi Pengadaan Bebek di Agara Ditahan

oleh -8.489 views
oleh
Pelaksana Kegiatan Kasus Korupsi Pengadaan Bebek di Agara Ditahan
Pelaksana Kegiatan Kasus Korupsi Pengadaan Bebek di Agara Ditahan

Banda Aceh I Realitas – Penyidik Tipidkor Ditreskrimsus Polda Aceh ikut menahan pelaksana pada kegiatan pengadaan bebek di Aceh Tenggara yang berinisial YP, karena diduga kuat terlibat dalam kasus korupsi tersebut, Selasa (9/11/2021).

Dirreskrimsus Polda Aceh Kombes Pol Sony Sonjaya, SIK., dalam keterangan singkatnya menyampaikan, YP berperan sebagai pelaksana lapangan dengan menggunakan CV BD (inisial perusahaan-red) pada pengadaan bebek di Dinas Pertanian Kabupaten Aceh Tenggara Tahun Anggaran 2019.

Penahanan tersebut, sambungnya, akan dilakukan selama 20 hari ke depan, sampai berkas perkaranya dinyatakan P21 oleh pihak kejaksaan.

BACA JUGA :   Kapolrestabes Medan Kombes Riko Sunarko Dicopot

“Penahanan yang dilakukan terhadap YP adalah selama 20 hari ke depan. Sampai kasus ini dinyatakan P21,” sebut Sony, Rabu pagi (10/11) di Mapolda Aceh.

Sebelumnya, Ditreskrimsus Polda Aceh telah duluan menahan mantan kepala Dinas Pertanian Aceh Tenggara, AS dan Sekretaris Distan Agara, MH.

Kemudian, pada Jumat (5/11/2021), Polda juga telah menahan KS, Direktur CV BD sebagai pihak rekanan proyek pengadaan bebek petelur Aceh Tenggara.

BACA JUGA :   Kanwil Kemenag Banten Beri Bantuan ke Madrasah dan KUA

Dirreskrimsus Polda Aceh, Kombes Pol Sony Sanjaya, SIK kepada wartawan, Rabu (10/11/2021), mengatakan, YP berperan sebagai pelaksana lapangan dengan menggunakan CV BD (inisial perusahaan-red) pada pengadaan bebek petelur di Dinas Pertanian Kabupaten Aceh Tenggara tahun Anggaran 2019 mencapai Rp 8,6 miliar.

Penahanan tersebut, jelas Kombes Pol Sony Sanjaya, akan dilakukan selama 20 hari ke depan, sampai berkas perkaranya dinyatakan P21 oleh pihak kejaksaan.

BACA JUGA :   Doyan Curi Burung Pemuda di Langsa Diciduk Polisi

“Penahanan yang dilakukan terhadap YP adalah selama 20 hari ke depan, sampai kasus ini dinyatakan P21,” jelas Dirreskrimsus Polda Aceh.

Lanjut Sony, berdasarkan Laporan Hasil Audit Perhitungan Kerugian Keuangan Negara (PKKN) Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Aceh, kerugian negara dalam kasus ini mencapai Rp 4,2 miliar.(*)