IKLAN YARA

Oknum Polisi Ini Peras dan Cabuli Istri Tahanan yang Sedang Hamil

oleh -119.489 views
Oknum Polisi Ini Peras dan Cabuli Istri Tahanan yang Sedang Hamil
UPDATE CORONA

Kutalimbaru I Realitas – Oknum Polisi di Polsek Kutalimbaru memeras dan cabuli istri tahanan yang sedang lagi hamil, terungkap kronologi nya.

Diketahui Enam oknum anggota polisi Polsek Kutalimbaru menjalani sidang disiplin dalam kasus dugaan pemerasan dan rudapaksa istri tahanan.

Korban berinisial MU (19) yang merupakan warga Aceh tampak hadir untuk memberikan kesaksian dalam sidang tersebut.

Melansir dari Tribun, Kamis (11/11/2021) korban tampak pucat dan mengenakan sarung karena baru saja melahirkan anaknya 10 hari yang lalu.

Dugaan pencabulan dan pemerasan itu bermula ketika enam anggota Polsek Kutalimbaru menggerebek kos-kosan di Jalan Kapten Muslim, Gang Buntu, Medan Helvetia, 4 Mei 2021.

MU bercerita, saat itu petugas tidak menemukan sabu di dalam kamar, melainkan di jok sepeda motor Vixion milik teman suaminya, Andi Subrata.

Kemudian, polisi tersebut menggelandang Andi Subrata, Sayed Maulana, dan MU ke sebuah lokasi mirip stadion luas di daerah Medan Kota.

Di sana, para polisi tersebut meminta uang sebesar Rp150 juta agar mereka bebas, namun dia tidak punya uang, begitupun mertua MU yang sempat dihubungi.

Setelah itu, mereka membebaskan MU lantaran tidak ada sangkut pautnya dengan kasus sabu tersebut.

Namun tak hanya itu, keenam polisi itu juga membebaskan MU karena akan menguasai dua sepeda motor dan empat ponsel.

MU kemudian pulang ke kampung halamannya di Aceh untuk menenangkan diri.

Pada 23 Mei 2021, MU mengaku berangkat ke Medan menggunakan bus untuk menjenguk suaminya di Polsek Kutalimbaru karena tak kuasa menahan rindu.

Di sana dia sempat menanyakan perihal sepeda motor yang ditahan polisi kepada juru periksa barang.

Namun petugas menyarankan MU untuk menghubungi Bripka Rahmat Hidayat Lubis, salah satu petugas yang saat itu turut melakukan penggerebekan.

BACA JUGA :   Sopir Taksi Online Penculik Wanita di Medan Ditangkap

Setelah menghubunginya, Bripka Rahmat tak langsung memberi penjelasan namun justru mengajak MU bertemu di simpang Diski, jalan lintas Medan-Aceh.

Sesampainya di lokasi, Bripka Rahmat mengajak MU ke sebuah komplek perumahan untuk menemui temannya dan mengambil narkoba jenis sabu.

Kemudian, Bripka Rahmat membawa MU ke sebuah hotel kelas melati namun di sana korban menolak dan mengatakan hanya ingin motornya dikembalikan.

Bripka Rahmat lantas menimpali meminta MU di sini dulu dan akan mengembalikan sepeda motornya nanti.

Setelah itu, Bripka Rahmat membakar sabu dan mengajak MU namun lagi-lagi dia menolak.

Selanjutnya, Bripka Rahmat mulai melakukan aksi bejatnya dengan menggerayangi tubuh korban.

“Saya meronta-ronta, melawan cuma dia bilang, besok aja pulang ga usah malam ini, dipaksa pulang besok, terasa takut, apalagi dia polisi, nanti takutnya dipaksa di situ, makanya cepat minta pulang,” ujar MU.

BACA JUGA :   Kasus Penembakan Pos Pol Sudah Tuntas, 4 DPO Serahkan Diri

Setelah mendapat penolakan, bukannya menghentikan aksinya, Bripka Rahmat justru semakin menjadi-jadi dengan menggerayangi tubuh bagian intim korban.

Dia pun tetap meminta pulang hingga akhirnya Bripka Rahmat mengantarnya ke loket bus.

Selain itu, MU juga mengatakan bahwa Bripka Rahmad sempat menghasutnya untuk meninggalkan sang suami.

Bripka Rahmat juga menyuruh MU untuk menggugurkan kandungan yang ketika itu masih berusia empat bulan.

Ia juga mengajak MU menikah dengannya dan berjanji akan memberi makan setiap hari jika MU bersedia.

Namun MU yang tidak terima suaminya dijelek-jelekkan langsung menolaknya dan meminta diantar ke sebuah loket bus. (red)