IKLAN YARA

Kapolri Akan Disurati Soal Klarifikasi Kasat Resnarkoba Polres Pelalawan

oleh -19.489 views
Kapolri Akan Disurati Terkait Klarifikasi Kasat Resnarkoba Polres Pelalawan
UPDATE CORONA

Pelalawan I Realitas – Klarifikasi Kasat Resnarkoba Polres Pelalawan IPTU Gus Purwantoro SH., MM., disejumlah media online mulai jadi sorotan. Salah satunya datang Farten Hario SH seorang praktisi hukum yang terlihat geram, mengomentari melalui tulisan di WA grup Kabar Berita Grup (10/11/2021) Rabu pagi.

Farten Hario mengatakan, “Kalau masih ada yg di tutupi-tutupi, kita surati Kepala Polisi Republik Indonesia di Jakarta. Sebab, upaya untuk menegakkan hukum, tidak boleh dilakukan dengan melanggar hukum,” cetusnya menegaskan.

Hal itu disampaikan oleh Farten menanggapi berita media ini, terkait keterangan Kasat Resnarkoba Polres Pelalawan yang diduga menutup-nutupi perihal video yang sudah viral. Sebab keterangan Kasat Narkoba Polres Pelalawan kepada sejumlah media untuk mengklarifikasi video tersebut, jauh berbeda dengan pengakuan pelaku narkoba jenis sabu yang diketahui berinisial LS, saat diinterogasi oleh polisi dalam video tersebut.

BACA JUGA :   Viral! Pria Asal Deliserdang Menempelkan Al-Quran di Kemaluan

Di dalam video itu LS mengaku, dia disuruh dan dijamin oleh Oki (oknum anggota Resnarkoba Polres Pelalawan) untuk menjemput Sabu sebanyak 3 sak di rumah Yonet di Pekanbaru. Lalu LS juga mengaku jika dia menyetorkan uang barang haram itu di rekening seseorang bernama Yuda Ladi Darma.

Lebih mengejutkan lagi, keterangan Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Pelalawan Silpia Rosalina melalui Kasi Pidum Riki Saputra SH kepada media ini Selasa (9/11/2021) saat ditemui di kantornya. Dikatakannya, “Sesuai dengan fakta persidangan di Pengadilan Negeri Kabupaten Pelalawan, tersangka LS dan DS itu mengaku bahwa barang bukti (sabu) sebanyak 19 paket, dibeli dari Aji. Sesuai lampiran berkas yang diterima oleh jaksa juga, cuma satu orang yang ditetapkan DPO pada tgl 1 Maret 2021 lalu, yaitu Aji,” ujar Riki menegaskan.

BACA JUGA :   YARA Minta Walikota Subulussalam Memakai Hati Nurani Demi Masyarakat

Sebagaimana yang dilansir media riaupirnas.com Kasat Resnarkoba Polres Pelalawan IPTU Gus Purwantoro mengatakan, “Selaku kasat Resnarkoba Polres Pelalawan menjelaskan, tidak benar berita dugaan adanya anggota saya terlibat dalam peredaran narkoba pada pengungkapan terhadap tersangka LS dan DS tersebut,” ujarnya.

“Tentang keterangan tersangka LS yang direkam dalam bentuk video di mana menyebut adanya salah seorang nama anggota saya, dan itu memang benar. Tetapi, dalam hal ini saya pastikan anggota saya itu tidak terlibat. Karena untuk mengungkap 2 orang tersangka LS dan DS ini kami dari Satresnarkoba Polres Pelalawan menggunakan teknik ”Undercover Buy”. Artinya dari teknik ini di mana seorang anggota Polisi berpura pura sebagai pembeli (pembelian terselubung) untuk mengungkap tindak pidana narkotika,” ungkapnya.

Dan Satnarkoba Polres Pelalawan sudah menetapkan DPO terhadap beberapa orang nama yang di sebutkan dalam video tersebut. Sekali lagi kami Kepolisian Polres Pelalawan mohon dukungan dari seluruh elemen lapisan masyarakat serta rekan media dalam memberantas peredaran narkoba di wilayah Hukum Polres,” harapnya.

BACA JUGA :   YARA Minta Walikota Subulussalam Memakai Hati Nurani Demi Masyarakat

Hal yang dinilai sangat janggal lagi, sikap Kasat Resnarkoba Polres Pelalawan Iptu Gus Purwantoro yang melarang media ini menyebarkan berita tentang video tersebut, juga melarang menulis berita itu lagi. “Tolong jangan di sebar dan ditulis lagi beritanya bang,” pintanya menanggapi berita yang telah dilansir media ini beberapa hari lalu.

Hal yang menjadi tanda tanya besar lagi, terkait jumlah barang bukti Narkoba jenis sabu sebanyak 19 paket dari kedua tersangka. Sementara dalam video tersebut, LS mengaku bahwa barang yang dia jemput dari pekanbaru atas suruhan Oki, sebanyak 3 sak. (Sona)