IKLAN YARA

Fakultas Ekonomi UINSU Adakan Stadium General

oleh -95.489 views
Fakultas Ekonomi UINSU Adakan Stadium General
UPDATE CORONA

Medan I Realitas – Program magister ekonomi syariah Fakultas Ekonomi dan bisnis islam UIN sumatera Utara mengadakan stadium general

Program magister ekonomi syariah Fakultas Ekonomi dan bisnis Islam adakan satadium general atau kuliah umum, dengan thema pengelolaan investasi dana haji, sabtu (23/10/2021).

Kegiatan tersebut dilaksanakan secara daring di ikuti kurang lebih 100 mahasiswa dan dosen program magister sebagai peserta dan di buka oleh Wakil dekan 3 Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Islam Dr Mustopa Kamal Rokan SH.MH

Dalam sambutan nya, Dr. Mustafa Kamal Rokan,SH,MH. menyampaikan bahwa dalam pengelolaan investasi dari dana haji pihak Badan pengelola keuangan haji sebagai badan yang di tunjuk oleh pemerintah sebagai pengelola dana haji tidak hanya menerima dana haji semata, tetapi harus melakukan pengembangan dan pengelolaan investasi dana haji dengan serius dan baik.

Dikatakan nya,banyak juga hal-hal yang belum dipahami secara utuh terkait pengelolaan investasi dana haji,Karena dana haji ini merupakan dana ummat yang mana sekarang sudah ada undang-undang yang mengatur tentang pengelolaan investasi dana ummat.

Selain itu,tambahnya lagi ada juga persoalan penggunaan investasi dana haji seperti apa dan Kemana saja di alokasikan. Ujar nya

Kemudian dalam kesempatan yang sama ketua jurusan program magister ekonomi syariah Maryam Batu Bara MA,PhD turut menyampaikan kata sambutan dan menyampaikan beberapa point Rekomendasi yakni:

1. Sebagai megister ekonomi Syariah insan akademis kami harus wajib turut hadir andil atau mediator menjawab prolema prolema yang ada di lapangan baik keuangan maupun masalah ekonomi ummat untuk memberi solusi permasalahan tersebut terutama masalah haji dan dana haji yang dinvestasikan sangat urgen sering kita dengar diperbincangkan di berbagai forum akademisi keuangan negara dan lain-lainnnya.

Melalui kuliah umum ini bisa menjadi titik terang nagi masyarakat agar keraguan dan gundah gulana di hati masyarakat terjawab kemana dana haji dikelola, perlu tarspransi pengelolaan dana haji dan perlu dipublikasikan setiap penggunaan setiap bulan di media yang mudah dijangkau masyarakat umum.

2. Daftar tunggu 20 tahun sangat berat bagi ummat mengingat segi ekonomi dan kesehatan fisik secara umum.

Secara logika berpikir jika 20 tahun daptar tunggu maka seharus usia 20 tahun manusia sudah menyediakan uang 25 juta untuk dapat porsi supaya bisa berangkat di usia 40 an seacara logika darimana dapat masyaarakat uang 25 juta, diusia 20 tahun rata-rata masyarakat pada umumnya sedang dalam pendidikan perguruan tinggi.

BACA JUGA :   Karena Tidak Mau Diceraikan, Suami Ini Tusuk Istrinya

Nah jika masyarakat di usia 40 an udah masa kerja mayoritas bisa katakan kategori menengah keatas tarap kehidupannya mampulah rata rata daptar haji dengan 25 juta, sementara pemberangkatannya di usia 60 an, ini usia tak produktif dan kekuatan fisik secara umum sudah mulai menurun betapa sakitnya dalam jiwa masyarakat bagaikan sembilas pisau terhujam dihati sanubari rakyat serasa terhempas dalam angan tak pasti ujungnya.

Inilah jeritan hati sanubari para calon jamaah haji sekarang, ya allah dalam tangisan dan doa tengah malam tiada hentinya kapankah kami sampai ke baitullah sambil bercucuran air mata.

Sebab itu kami magister ekonomi syariah sebagai pemerhati rakyat dan ekonomi ummat ikut berperan solusi apakah yang harus kita lakukan?

3. dipercepat dan dapatar antrian cukup 5 tahun saja mengingat usia rata-rata manusia , kemampuan fisik orang awam dan kemampuan ekonomi masyarakat awam.

Masa usia mulai bekerja yang rata-rata 30 tahun keatas dapat penghasilannya.

4. Mengenai Kouta haji agar pemerintah memohon kepada kerajaan Arab Saudi untuk menambah kuota haji bagi Indonesia mengingat kita ummat terbesar didunia.

5. selanjutnya sangat dibutuhkan penelitian, apakah calon haji mengetahui dan setuju tentang pengelolaan dana haji dengan akad wakalah (adalah setiap calon jamaah haji di Indonesai sudah daptar dengan setoran 25 juta untuk dapat porsi otomatis calon jamaah haji sudah menyerahkan uangnya dikelola oleh negara) dikelola Badan pengelola keuangan haji Indonesia diinvestasikan dengan akad sukuk, ujar maryam.

BACA JUGA :   Kapolres Batubara Bantu Korban Kebakaran di Tanjung Tiram

Selanjutnya dalam acara tersebut turut juga berhadir Dr.Indra Gunawan SE,SIP,M.Sc,ACIArb selaku Badan Pengelola Keuangan Haji sebagai narasumber mengatakan dalam penyampaian materinya bahwa BPKH(Badan Penglolaan Keuangan Haji) adalah lembaga negara bukan lembaga pemerintah yang mengelola keuangan Haji di Indonesia.

Dikatakan Dr Indra Gunawan ,Dia juga berharap agar ada riset-riset dari kampus tentang pengelolaan dana haji dan berharap agar kampus dan pemerintahmembuat mata kuliah tentang pengelolaan dana haji.

Kemudian dikatakannya bahwa kuota jamaah haji sangat sedikit dibandingkan dengan yang mendaftar, indonesia kuota nya sebanyak 231.000 yang bisa di berangkat kan sementara yang mendaftar sebanyak 5 juta jumlah calon jema’ah, tentunya ini menimbulkan antrean daftar tunggu yang panjang,Jumlah kuota Jama’ah Haji di Indonesia merupakan Kuota kedua terbanyak setelah pakistan. tutup nya. (Herman)