IKLAN YARA

Main Hujan-hujanan, Bocah Tiga Tahun Hanyut di Selokan

oleh -16.489 views
Main Hujan-hujanan
UPDATE CORONA

Kota Semarang I Realitas – Main Hujan-hujanan, Seorang balita ditemukan tewas setelah hanyut di selokan Korban bernama M Vino Adhi Prasetyo (3), warga Kampung Baskoro, Tembalang, Kota Semarang, Jawa Tengah.

Peristiwa itu bermula saat korban bermain hujan-hujanan bersama teman-temannya.

Saat itu, kondisi selokan sedang banjir, diduga korban hanyut terbawa arus.

Korban akhirnya ditemukan dalam kondisi tubuhnya terhimpit bebatuan.

Korban dikabarkan hanyut di selokan saat bermain bersama lima anak seumurannya, Minggu (26/9/2021) sekira pukul 17.00 WIB.

Mereka bermain di selokan tidak jauh dari rumah korban.

Korban ditemukan Tim Relawan gabungan berjarak 4 kilometer dari lokasi kejadian.

“Iya ditemukan 4 kilometer dari lokasi anak itu hilang,” kata Relawan Eryandita, Senin (27/9/2021).

BACA JUGA :   Kenang Jasa Pahlawan, Kalapas Ziarah dan Tabur Bunga

Ia menyebut, korban ditemukan tepatnya di kali Lesung Buntung, belakang Perumahan Permata Hijau, Tembalang.

Pertama ditemukan korban posisi tubuh miring hanya memakai kaus hitam.

Tubuh korban ditemukan terhimpit di antara bebatuan.

Ada sejumlah luka di bagian tubuh korban.

Terutama di kepala bagian belakang dan mata kiri.

“Kami bersama relawan lainnya langsung melakukan evakuasi ke rumah orangtua korban,” ujarnya.

Ia melanjutkan, mendapatkan kabar korban hanyut sekira pukul 19.00 WIB.

Tim gabungan dari berbagai unsur relawan lantas melakukan pencarian dengan menyisir wilayah yang sudah dipetakan.

Relawan gabungan sempat menyisir saluran air hingga pukul 00.00 WIB.

“Malam itu hasilnya nihil jadi dilanjutkan di pagi ini pukul 07.00 WIB, sampai korban ditemukan sekira pukul 08.30,” terangnya.

BACA JUGA :   Polisi Ringkus Dua Jambret, Modus Patroli Untuk Melihat Mangsa

Sementara itu, Kepala Kantor SAR Semarang Heru Suhartanto menjelaskan, kronologi kejadian bermula saat hujan deras korban bermain ditengah guyuran hujan bersama lima temannya.

Saat itu kondisi selokan sedang banjir dan berlumut.

“Diduga korban hanyut terbawa arus selokan,” tuturnya.

Dengan informasi tersebut Kepala Kantor SAR Semarang memberangkatkan 1 tim rescue untuk melaksanakan pencarian dan pertolongan disertai peralatan SAR air.

Operasi pencarian dan pertolongan tim SAR gabungan hari pertama dengan metode susur sungai.

Dimulai dari tempat kejadian sampai aliran sungai Lesung Buntung, kondisi sungai malam gelap menjadi kendala dalam pencarian.

“Hari ini tim SAR gabungan dibagi menjadi tiga Search and Rescue Unit (SRU) untuk melakukan pencarian,” terangnya.

BACA JUGA :   Yasonna Serahkan Sembilan Kekayaan Intelektual ke Korpolairud Polri

Hasilnya korban ditemukan di sungai Lesung Buntung jarak dari tempat kejadian kurang lebih 4 KM dalam keadaan meninggal dunia.

Selanjutnya korban dibawa ke rumah duka.

Melihat anaknya pulang kondisi meninggal dunia, orang tua korban menangis histeris.

Ibu korban bahkan sampai pingsan berulang kali.

Keluarga korban menolak untuk dilakukan autopsi.

Korban langsung dimakamkan di TPU Krapyak, Tembalang.

Selepas operasi SAR selesai, Tim gabungan dari jajaran relawan meliputi Basarnas, BPBD, Damkar, Sarda, Bankom, Lazismu Rescue dan lainnya kembali kesatuannya masing-masing.(*)

Sumber: trb