IKLAN YARA

Warga Desa Peuribu di Aceh Barat, Diresahkan Oleh Kerumunan Lalat

oleh -55.489 views
Warga Desa Peuribu di Aceh Barat, Diresahkan Oleh Kerumunan Lalat
Foto: Serambi
UPDATE CORONA

Aceh Barat I Realitas – Warga Desa Peuribu, Kecamatan Arongan Lambalek, Kabupaten Aceh Barat dan sekitarnya, sejak satu pekan lalu hingga Selasa (10/9/2021), masih diresahkan oleh munculnya serangan wabah lalat di daerah tersebut.

Kondisi itu menyebabkan warga tidak nyaman karena lalat hinggap ke semua makanan sehingga cukup menjijikkan.

Di sisi lain, tentunya hal tersebut juga akan membahayakan terhadap kesehatan masyarakat setempat.

Kejadian ini sudah satu pekan berlangsung, kami masyarakat sudah tidak nyaman lagi karena lalat tersebut berkerumun hingga ke dalam kamar,” kata Keuchik Peuribu, Kecamatan Arongan Lambalek, Kabupaten Aceh Barat, M Jamil kepada Wartawan, Selasa (10/8/2021).

BACA JUGA :   Polda Riau Amankan 117 Kg Sabu Dan 1000 Pil Ekstasi Dari Malaysia

Disebutkan Keuchik, kerumunan lalat tersebut tidak hanya terjadi pada siang hari saja, akan tetapi juga terjadi pada malam hari dengan berkerumun di bawah cahaya lampu. 

Menurut dia, kondisi tersebut telah dilaporkan ke puskesmas di daerah itu, dan petugas telah mendatangi desa tersebut.

BACA JUGA :   Terapkan Prokes Apel Siaga Peringatan HUT PMI

Dilanjutkan M Jamil, pihak puskesmas nantinya akan memberikan obat-obatan untuk penyemprotan, dan masyarakat akan menyemprotnya sendiri di rumah masing-masing.

“Nantinya pihak puskesmas akan memberikan obat kepada warga dan nantinya masyarakat sendiri yang akan menyemprotnya,” papar M Jamil.

Dikatakannya, hal yang sangat meresahkan di saat pelaksanaan kenduri seperti yang sudah dilaksanakan di desa tersebut, termasuk di rumah M Jamil selaku keuchik setempat.

BACA JUGA :   Polisi Bergerak Cepat Amankan Seorang Agen Chip di Aceh Timur

Banyaknya hama lalat tersebut menyebabkan warga yang ikut serta dalam acara direpotkan untuk mengusir serangga itu.

Pasalnya, setiap makanan harus dijaga ketat dengan mengipasnya supaya tidak hinggap di makanan.

“Kondisi tersebut bukan hanya terjadi pada siang hari saja, akan tetapi pada malam hari juga terjadi hal yang sama,” beber dia. (firza/si)