IKLAN YARA

Tidak Puas Dengan Layanan, Pasien Habisi Nyawa Tukang Urut

oleh -30.489 views
Tidak Puas Dengan Layanan, Pasien Habisi Nyawa Tukang Urut
Ilustrasi Pembunuhan
UPDATE CORONA

Kolaka I Realitas – Kakek Dulati (74) yang berprofesi sebagai tukang urut di Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara, dihabisi oleh pasiennya sendiri

Pelaku merupakan pria berinisial L (49).

Belakangan diketahui motif atau alasan pelaku tega menghabisi korban lantaran tidak puas dengan pelayanan yang diberikan.

Kronologi

Peristiwa nahas itu terjadi di kediaman L, pada Rabu (25/8/2021), pukul 12.30 WITA.

L merupakan warga Kelurahan Anaiwoi, Kecamatan Tanggetada, Kabupaten Kolaka.

Awalnya pelaku memanggil korban di rumahnya dengan maksud agar korban datang mengobati sekira pukul 10.30 Wita.

Beberapa hari sebelumnya pelaku telah diobati korban dengan pengobatan tradisional.

Namun, saat sementara diurut, pelaku merasa fungsi alat vitalnya tidak seperti sebelumnya.

Kemudian pelaku tega menganiaya korban menggunakan sebilah parang yang membuat korban meninggal di tempat.

Kata polisi

Kapolres Kolaka, AKBP Saiful Mustofa, membenarkan kasus ini.

Ia mengatakan, antara pelaku dengan korban sempat adu mulut.

Pelaku menuduh korban salah dalam melakukan pengobatan.

Sehingga membuat alat vitalnya mengalami perubahan.

“Nah, pelaku menuduh korban telah melakukan pengobatan yang salah terhadap dirinya,” tegas Riswandi.
Mendengar tuduhan itu, korban tidak terima dan terjadilah cekcok antara keduanya.

BACA JUGA :   Remaja di Berau Campur Hand Sanitizer ke Minuman Temannya , 5 Orang Tewas

Pertengkaran kemudian membuat pelaku emosi dan menghabisi korban.

“Korban langsung meninggal dengan luka pada bagian leher, di bawah telinga sebelah kanan,” ungkap Riswandi

Saat ini jenazah korban sedang berada di Puskesmas Tannggetada guna dilakukan visum.

Pelaku ditangkap

Usai kejadian, polisi berhasil menciduk pelaku.

L saat diamankan sedang berada di lokasi pemancingan di tengah laut.

“Iya, benar tersangka berhasil diamankan kurang lebih satu mil dari lokasi kejadian. Tersangka sempat melarikan diri ke tengah laut, ada bagang di sana tempatnya bersembunyi,” kata Saiful.

BACA JUGA :   Polisi Berhasil Amankan Pelaku Penyeludupan PMI Ilegal di Tanjung Uban

Sedangkan motif pembunuhan karena pelaku tidak puas dengan pelayanan korban.

“Pelaku menuduh korban telah salah melakukan pengobatan yang menyebabkan ukuran alat vital milik pelaku tidak seperti sebelumnya. Pelaku pun kesal kemudian terjadi pertengkaran yang berujung perkelahian,” terang Saiful.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 338 KUHP, tentang tindak pidana pembunuhan.

“Dengan ancaman hukuman paling lama 15 tahun penjara,” imbuh Saiful. (*)