Bogor I Realitas – Terkait Pemberitaan SMAN 2 Cibinong ” Pembangunan SMA Negeri 2 Cibinong Kab Bogor dituding Proyek Siluman” untuk di ketahui pembangunan di SMAN2 Cibinong yang dikenal dengan sebutan SMAVO ini, seperti Pagar Masjid dan Revit Masjid, itu bantuan dari Sumbangan- sumbangan, diantaranya CSR-CSR, seperti BJB, Perusahaan-Perusahaan Donatur orang tua murid , Donatur Guru dan TAS SMAN 2 Cibinong, Donatur Alumni SMAVO dan Donatur Umum, dibantu sahabat-sahabat Peduli Pendidikan yang berkenan untuk ikut berinfaq.
Kegiatan ini diketuai oleh Komite Sekolah dan Komite Kelas yang terdiri dari para orang tua kelas X, XI, dan XII. Kegiatan ini adalah bentuk aktualisasi kinerja Kepala Sekolah dalam kompetensi Kewirausahaan, dan berusaha menggerakan seluruh lapisan masyarakat yang memang sangat diharapkan untuk turut berpartisipasi atau ikut andil dalam pengembangan Layanan dan Mutu Pendidikan, sebagaimana diamatkan dalam PP No. 48 Tahun 2008 tentang Pembiayaan Pendidikan dan Permendikbud no 75 Tahun 2016 tentang Komite Sekolah.
Perlu diketahui, kegiatan ini tidak ada faktor pemaksaan dan semua dijalankan atas dasar keikhlahsan dan mengajak untuk berlomba-,lomba dalam.kebaikan atau fastabiqul khairot, yang tujuannya sangat mulia yaitu ingin membuat sekolah lebih nyaman, aman, indah, dan asri, apalagi tempat ibadah. Para Orang tua / wali sangat senang dapat ikut berperan membantu membantu SMAN 2 Cibinong.
Kepala aekolah pun tutit menggerakkan para Guru & Tenaga Administrasi Sekolah atau TAS untuk ikut berpartisipasi. Ketua Komite Sekolah, Bapak Drs.Sri Daryaka, M.Sc., juga sangat aktif membantu dan membentuk kepanitiaan yang tersiri dari perwakilan orang tua di kelasnya masing-masing.
“Seorang Kepala sekolah saat ini dituntut untuk mampu mengembangkan Lima (5) kompetensi: Managerial, Kewirausahaan, Supervisi, Kepribadian dan Sosial , Kepala Sekolah juga dituntut berkemampuan menggerakkan berbagai lini untuk diajak kerjasama, inilah yg disebut Kewirausahaan”, Ujar Hj Elis Nurhayati, M.Pd.
“Di Sekolah sebelumnya, selain sekolah bisa mendapatkan bantuan DAK dari Pemerintah Pusat/ atau Daerah/Prov.Jabar, Kami juga dapat bantuan pembangun Masjid dari bantuan Negara Arab Saudi, dapat bantuan pemagaran sekolah, pembangunan Kantin Sehat dr masyarakat peduli pendidikan, dll. Dan ini adalah contoh-contoh bentuk kerjasama yg menggali potensi kewirausahaan Kepala Sekolah.” Papar Elis.
Disamping itu, Hj.Elis Nurhayati M.Pd. mengatakan bahwa pada Masa Pandemi COVID-19 ini, ada kebijakan Pemerintah Pusat yang memberikan kesempatan kepada Satuan Pendidikan untuk memaksimalkan penggunaan Dana BOS Reguler untuk perbaikan-perbaikan sarana prasarana sekolah yang dipersiapkan untuk Pembelajaran Adaptasi Kebiasaan Baru pada Masa Pandemi COVID-19, pengembangan kompetensi Guru dan Tendik, dll. Hal ini dilandasi Permemdikbud no 18 tahun 2019, sebagai perubahan atas Juknis BOS di Permendikbud no 3 thn 2019.
Dan pada juknis BOS tahun ini, yaitu Permendikbud no 6 Tahun 2021,Satuan Pendidikan maaih dibwrikan kesempatan untuk pengelolaan Dana BOS Reguler, untuk perbaikan-perbaikan sarana prasarana yang menunjang sekolah sehat, aman, adiwiyata, dan sebagainya, serta dalam rangka persiapan adapatasi kebiasaan baru dan untuk persiapan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Terbatas.
“Selama masa Pandemi COVID-19 ini, kegiatan Peserta Didik lebih banyak Daring atau PJJ, dan dana BOS Pusat dan BOPD Prov.Jabar, memberikan kebijakan penggunaan Dana tersebut untuk kepentingan lain yang menunjang pengembangan sekolah yang lebih baik, sesuai harapan masyarakat pada umumnya, dan harapannya akan meningkatkan mutu dan prestasi Satuan Pendidikan.” Pungkas Hj.Elis Nurhayati, M.Pd.
Semoga SMAN 2 Cibinong yang saat ini menjadi SMA Negeri terbaik di Kab.Bogor, dan masuk peringkat 10 sekolah jenjang SMAN Terbaik se-Jawa Barat ini, akan senantiasa bergerak terus mengembangkan Sekolah Penggerak pada Tahun 2021, dengan mengusung tinggi Pendidikan Karakter dan Sekolah Digital, serta membangun lulusan yang memiliki Profil Pelajar Pancasila yang berakhlaq mulia/ taqwa kepada Tuhan YME, mandiri, berkebhinekaan global, bernalar kritis, kreatig, dan memiliki jiwa gotong royong…Aamiin YRA. (Deddy Karim)


