IKLAN YARA

Panglima TNI Marah ke 2 Prajurit di Papua: Tak Peka Perlakukan Disabilitas

oleh -116.489 views
UPDATE CORONA

Jakarta I Realitas  – Panglima TNI, Marsekal Hadi Tjahjanto mengaku murka dengan tindakan dua oknum prajurit Satuan Polisi Militer Pangkalan Udara (Satpom Lanud) Johanes Abraham Dimara di Merauke, Papua yang menginjak kepala warga.

Kemarahan Hadi bertambah saat mengetahui warga yang dinjak adalah penyandang disabilitas.

“Kenapa tidak peka memperlakukan disabilitas seperti itu. Itu yang membuat saya marah,” tegas Hadi kepada awak media, Rabu (28/7/2021).

Tindakan dua oknum tersebut juga berimbas pada atasan mereka, Komandan Lanud Johanes Abraham Dimara di Merauke, Kolonel Pnb Herdy Arief Budiyanto dan Komandan Satpom Lanud.

Hadi menyampaikan telah meminta Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU), Marsekal Fadjar Prasetyo untuk mencopot atasan dari dua oknum tersebut.

“Karena mereka tidak bisa membina anggotanya,” ucap Hadi.

BACA JUGA :   Tengkorak Yang Ditemukan di Kebun Karet, Korban Adalah Warga Gedubang Aceh

Sebelumnya diberitakan, Marsekal Hadi Tjahjanto memerintahkan Marsekal Fadjar Prasetyo untuk mencopot Danlanud Johanes Abraham Dimara di Merauke dan Dansatpom Lanud tersebut.

“Saya sudah memerintahkan KSAU untuk mencopot Komandan Lanud dan Komandan Satuan Polisi Militernya-nya,” kata Hadi.

Hadi meminta prosesi serah dua terima jabatan tersebut dilakukan sesegera mungkin.

“Jadi saya minta malam ini langsung serah terimakan (jabatan). Saya minta malam ini sudah ada keputusan itu,” sambung Hadi menekankan kembali perintahnya.

Seperti diketahui, video singkat yang menayangkan detik-detik dua pria berseragam Polisi Militer TNI Angkatan Udara (Pom AU) menginjak kepala warga di Papua viral di media sosial.

Dalam video berdurasi 1 menit 21 detik, seperti dilihat media ini, awalnya pria berkaus hitam dan celana pendek motif loreng marah mendatangi tenda makanan.

BACA JUGA :   Polisi Bongkar Modus Pengiriman Sabu dan Ekstasi di Dalam Speaker

Dia nampak cekcok dengan pria bertopi. Namun pria bercelana pendek itu tak mengeluarkan sepatah katapun.

“Ko dengar saya tidak?” bentak pria bertopi kepada pria berkaus hitam.

Pria berkaus hitam itu mengabaikan si pria bertopi dan malah membuka kausnya. Pria tersebut terus menatap ke arah samping pria bertopi.

Pria bertopi tampak mencoba menahan pria yang marah itu untuk tidak membuat kekacauan. Tak lama kemudian, datang dua personel TNI AU ke lokasi tersebut.

“Hei, hei, kenapa? Kenapa? Kau mabuk, kau? Kau mabuk, kau? Kau mabuk?” tanya salah satu personel POM AU kepada pria yang sudah bertelanjang dada itu.

BACA JUGA :   Polisi Terus Buru Pelaku Penembakan Ketua Majelis Taklim di Tangerang

Diduga pria yang hendak membuat keributan itu mabuk minuman keras (miras). Pria itu kemudian seperti bergumam, lalu dibawa menjauh dari lokasi keributan ke trotoar di tepi jalanan.

Pria yang marah tersebut lalu dibuat tengkurap di atas trotoar oleh prajurit TNI AU. Salah satu personel TNI AU tersebut menindih bagian punggung dan memegang tangan si pria.

Sementara itu, satu personel TNI lainnya terlihat menginjak kepala pria yang marah itu. Belakangan diketahui pria yang diinjak kepalanya itu adalah penyandang disabilitas.

“Terkait hal tersebut info yang diterima yang bersangkutan tunawicara,” kata Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara (Kadispenau) Marsekal Pertama Indan Gilang Buldansyah kepada awak media pagi ini. (*)

Sumber: (Dtc)