Menlu Retno : Pertemuan Majelis Umum PBB, Serukan Penghentian Kekerasan Terhadap Palestina

oleh -147.489 views
Menteri Luar Negeri Retno Marsudi

IDUL FITRI

Jakarta I Realitas – Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Retno Marsudi memberikan pidato dalam pertemuan Majelis Umum Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York, Amerika Serikat, Kamis (20/5/2021).

Dalam pidatonya, Retno menekankan keamanan dan kesejahteraan manusia merupakan prioritas utama. Ia juga mendesak penghentian kekerasan yang terjadi di wilayah Palestina.

REALITAS TV

“Saya hadir di sini untuk menyerukan penghentian kekerasan dan gencatan senjata, untuk menyelamatkan nyawa mereka yang tidak bersalah, termasuk perempuan dan anak-anak.

BACA JUGA :   22 Preman di Dua Wilayah, Cengkareng dan Kalideres di Tangkap Polisi

Keamanan dan kesejahteraan manusia selalu menjadi prioritas utama kita,” ujar Retno dalam pidatonya.

Retno menyoroti kekerasan dan kondisi buruk terhadap anak-anak di Palestina. Ia prihatin dengan kondisi anak-anak yang menderita akibat konflik.

“Satu pertanyaan yang harus kita tanyakan pada diri kita sendiri yaitu: berapa lama lagi kita akan membiarkan kejahatan tersebut berlangsung?” ucapnya.

BACA JUGA :   Dirbinmas Polda Aceh Lantik Ketua Umum KBPP Polri Provinsi Aceh

Selain itu, Retno menekankan, kemerdekaan warga Palestina di hadapan Majelis Umum PBB. Menurut Retno, agresi yang dilakukan Israel harus dikecam dan dihentikan.

Oleh karena itu, Retno mendesak Majelis Umum PBB untuk bertindak dan mengambil langkah-langkah konkret dalam menyelesaikan konflik.

Retno mendorong PBB segera menghentikan kekerasan dan menuntut adanya gencatan senjata serta memastikan agar konflik di Palestina tidak kembali terulang di masa depan.

BACA JUGA :   Polres Metro Depok Amankan Wanita Muda Pembuang Bayi di RS Depok

“Kita harus dapat mencegah terulangnya kejahatan ini di masa depan,” tegasnya.

Ia juga mendorong PBB memastikan akses kemanusiaan dan perlindungan rakyat sipil dan mendorong negosiasi multilateral yang kredibel.

“Negosiasi yang kredibel sangat penting dalam memajukan perdamaian yang adil dan komprehensif, berdasarkan two-state solution dan sejalan dengan parameter internasional yang telah disetujui,” kata Retno. (*)

Sumber: Kps

UPDATE CORONA