SiKecil Hijau Lonjong Berasa Asam Belimbing Wuluh

oleh -152.489 views
Foto : Mahasiswa IAIN Langsa, Darna Ulia Kasih

IDUL FITRI

Kamis pagi yang cerah ketika saya tiba dihalaman belakang milik bunda yul, warga kota langsa dusun jawabaru yang sering disapa dengan bunda yul. Saat itu keadaan cuaca sangat mendungkung untuk kegiatan yang dilakukan bundayul.

Disaat itu bunda yul menjalankan aktivitasnya seperti biasa diseling waktu nyaitu ia membuat hal yang tidak biasa dilakukan oleh kebanyakan orang perkotaan.

REALITAS TV

Dari rumah bunda yul terlihat banyak sekalihal yang menjadi dayatarik saya untuk mengali banyak hal yang salah satunya itu sikecil hijau lonjong berasa asam yang biasa orang menyebutnya belimbing wuluh.

Sangking penasarannya saya pun mulai bertanya banyak hal kepada bunda yul. Begitu banyak ilmu yang saya dapat dari bunda yul mengenai belimbing wuluh ini, mulai dari kegunaannya dan berbagai macam manfaat yang dimilikinya.

Kemudian diselah-selah pembicaraan kami bunda yul menghentikan percakapan kami sebentar karena bunda yul ingin menyiapkan makanan untuk makan siang karena waktu juga telah mengatakan kepada kami bahwa pagi telah usai dan berganti siang.

Setelah selesai menyiapkan makanan bunda yul menyuruh saya menyatap makananan nya, santapan yang begitu sederhana tertata di meja makan.

Bunda yul pun mengajak saya untuk makan bersamanya. Sayapun mencicipi makanan yang telah terhidang dengan nikmatnya, kemudian setelah selesai makan kami mulai melanjutkan pembicaraan kami yang sebelumnya.

Sangking terlalu asiknya kami berbicara tidak terasa waktu telah berlalu 3 jam lamanya entah itu karena asiknya saaat mendapat ilmu baru atau senang dapat banyak berbicara dengan bundayul.

BACA JUGA :   Polda Aceh Pastikan Pelaksanaan Shalat Idul Fitri Tetap Terapkan Prokes

Waktu terasa begitu cepatnya berlalu dan tidak terasa langit sudah memulai memerah menandakan sore hari mulai menuju malam hari.

Karena sudah waktunya saya untuk pulang kerumah saya, saya pun pamitan ke bunda yul dan mengatakan saya akan kembali lagi besok untuk mendapatkan lebih banyak lagi ilmu.

Hal yang sangat kuat teringat diingatan saya ketika bunda yul menjelaskan kepada saya akan banyak nya manfaat yang bisa kita ambil dari sikecil hijau lonjong berasa asam itu.

Salah satunya itu masakan sederhana yang terasa sangat lezat, yaitu pepes gembung belimbing wuluh. Saat itu saya susah makan.

Rasa pepes belimbing wuluh yang pedas asam membuat perih mulut saya yang sedang sariawan.

Bunda yul mengambilkan buah belimbing wuluh dan memotongnya menjadi dua. Bunda yul menyuruhku mengoles oleskan belimbing wuluhke bagian yang sakit sariawan.

Sayapun merintih perih taklama kemudian rasa perih itu pun hilang. Ternyata sikecil hijau lonjong berasa asam belimbing wuluh itu selain bisa untuk masakan bisa juga menjadi obat sariawan.

Masyarakat dusun jawabaru biasa mengunakan sihijau lonjong berasa asam belimbing wuluh untuk campuran kuah asam keung, pepes sambal kari dan sebagianya. Masyarakat dusun ini pun juga mengunakan belimbing wuluh untuk kesehatan dan kecantikan. Menurut Science Direct, belimbing wuluh mengandung nutrisi seperti protein serta vitamin A, B dan C kompleks.

BACA JUGA :   Terapkan Prokes Bupati Batu Bara & Seluruh Jajaran OPD Sholat Idul Fitri

Buah ini juga mengandung mineral sepertifosfor, kalsium dan zat besi. Terlebih belimbing wuluh juga mengandung antioksidan dan zat bersifat astrigen. Sangking banyaknya nutrisi sehingga tak heran jika belimbing wuluh memiliki banyak manfaat untuk kesehatan dan kecantikan.

Hari itu saat saya datang kerumahnya kulit muka saya yang kusam dan ada jerawat yang mulai bersemi. Keadaan tugas yang sangat menumpuk membuat saya sedikit tidak mempedulikan diri sendiri.

Jadilah saya mendapat wejangan dari bunda yul. Menurut bunda yul rutin mengunakan masker belimbing wuluh dapat mencerah kan wajah. Bila ingin digunakan rutin,bersihkan belimbing wuluh terlebih dahulu haluskan belimbing wuluh untuk dijadikan masker wajah. Diamkan beberapa menithing gamengering dan bilas hingga bersih.

Iaju gamengatakan kalo masker belimbing wuluh juga ampuh untuk mengatasi jerawat dan membuat kulit terlihat awet muda. Saat pulang saya mendapat oleh oleh daribunda yul sekantong buah belimbing wuluh dan minuman sari buah belimbing wuluh.

Saat tiba dirumah saya pun langsung mengaplikasikan dimuka saya, benar saja beberapa hari kemudian muka yang lusuh sudah mulai cerah dan jerawat yang mautimbul bersemipun tidak jadi singgah.

BACA JUGA :   Sholat Idul Fitri 1442 Hijiriah, Pj. Bupati Muara Enim, Imbau Untuk Sholat Dirumah Saja

Perbincangan itu telah menambah pengetahuan dan pengalaman saya terhadap buah belimbing wuluh sihijau berasa asam itu.

Sejak hari itu saya telah menjadi pecinta pepes gembung belimbing wuluh dan tidak hanya di makan sesekali juga mengaplikasikan kewajah. Untuk dijadikan minuman juga saribuah belimbing wuluh. Kebiasaan ini terus berlanjut sampai saya cenderung untuk mencari skincare yang berbahan dasar alami. Sebenarnya tidak hanya pesan bijak tentang perawatan kesehatan dan kecantikan saja yang saya ingat ketika berbincang dengan bunda yul.

Tersentuh hati saya dengan kebersahajaan dan kesederhanaan masyarakat dusun jawabaru yang tetap memilihara tradisi dan kelestarian budaya.

Mengambil dan memetik buah belimbing wuluh di tengah kota Langsa merupakan bentuk pelestarian tradisi dan budaya. Rasa penasaran akan sikecil hijau lonjong berasa asam itu pun tidak habis dirumah bunda yul.

Sabtu sore saya jalan jalan ke kampung lengkong ke salah satu rumah seorang mahasiswi Universitas Samudra Langsa bernama Nazira.

Kami pun berbincang bincang sampai saya mengetahu isi kecil hijau lonjong berasa asam itu bisa disulap menjadi biskuit yang sangat gurih. Biskuit yang sedikit terasa asam dan kecokklatan itupun menjadi solusi untuk mengasilkan uang ditengah pandemi covid seperti saat ekonomi menurun. (*)

Oleh : Darna Ulia Kasih

Mahasiswa IAIN LANGSA

UPDATE CORONA