Pencarian KRI Nanggala-402 Sudah Lewat 72 Jam Belum Ditemukan

oleh -117.489 views

IDUL FITRI

Jakarta I Realitas – KRI Nanggala-402 milik TNI Angkatan Laut (AL) yang mengangkut 53 awak belum ditemukan. Upaya pencarian masih terus dilakukan.

Pencarian kapal selam KRI Nanggala-402 difokuskan di laut sebelah utara Bali, yakni sekitar 40 km dari Celukan Bawang, Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng, Bali.

REALITAS TV

Di lokasi tersebut ditemukan tumpahan minyak dan daya magnet yang besar yang diduga bersumber dari KRI Nanggala-402.

Australia juga menggerakkan HMAS Ballarat Rigid-Hulled Inflatable Boat (RHIB) dan helikopter untuk menyisir wilayah tersebut.

BACA JUGA :   Kapolda Aceh dan Pangdam IM Kunjungi Pos Pam di Pelabuhan Ulee Lheue dan Terminal Batoh

Sebanyak lima personel dari angkatan bersenjata Singapura juga sudah berada di KRI Suharso.

Kepala Staf TNI AL (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono mengatakan oksigen di dalam kapal selam tersebut hanya tersedia sampai hari Sabtu (24/4) pukul 03.00 WIB.

“Kemampuan oksigen KRI jika dalam kondisi yang diperkirakan black out seperti sekarang ini, mampu 72 jam.

Kurang lebih 3 hari. Kalau kemarin hilang kontak jam 3, nanti bisa sampai Sabtu jam 3, sehingga 72 jam,” kata Laksamana Yudo dalam jumpa pers di Lanud Gusti Ngurah Rai Bali, Kamis (22/4/2021).

BACA JUGA :   Polis Tangkap Pemilik Konten Video Yang Himbau Warga Untuk Mudik

KRI Nanggala-402 hilang kontak dalam latihan penembakan torpedo pada Rabu (21/4) dini hari.

Laksamana Yudo mengatakan KRI Nanggala-402 dalam kondisi siap tempur.

Dia menambahkan KRI Nanggala-402, yang dibuat di Jerman pada 1977 dan diserahkan ke TNI AL pada 1981, siap dalam kondisi personel ataupun material.

“Kapal ini riwayatnya sudah menembak torpedo kepala latihan 15 kali dan menembak torpedo kepala perang dua kali, dan sasarannya dua kapal eks KRI, dan dua-duanya tenggelam.

BACA JUGA :   4 Hari Larangan Mudik, Polda Metro Jaya Putar Balik 13 Ribu Kendaraan Pemudik

Jadi KRI Nanggala ini dalam kondisi siap tempur sehingga kita libatkan dalam latihan penembakan kepala torpedo maupun kepala perang,” ungkapnya.

Kadispenal Laksamana Pertama TNI Julius Widjojono dan Kapuspen TNI Mayjen Achmad Riad untuk memastikan pencarian KRI Nanggala-402. Namun hingga berita ini terbit, keduanya belum merespons. (*)

Sumber: Dtc

UPDATE CORONA