Menyambut Bulan Suci Ramadhan Di Tengah Pandemi Covid-19

oleh -259.489 views
Foto: Ira Julfia Mahasiswa Program Studi Perbankan, IAIN Langsa.

IDUL FITRI

Marhaban ya ramadhan bulan yang penuh berkah  ini bulan yang selalu dinantikan  oleh umat Islam. Yang mana kita masih di pertemukan dengan bulan ramadhan yang beberapa hari lagi telah memasuki dan akan kita jalankan sesuai dengan aturan dan jadwalnya.

Di bulan yang penuh berkah ini tentunya para umat muslim sangat bersemarak menyambut kedatangan bulan yang penuh hikmah ini. Bagaimana tidak, bulan ramadhan adalah bulan dimana diturunkannya kitab suci Al-Qur’an. Sebagaimana Allah SWT berfirman:

REALITAS TV

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَىٰ وَالْفُرْقَانِ ۚ فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ ۖ وَمَنْ كَانَ مَرِيضًا أَوْ عَلَىٰ سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِنْ أَيَّامٍ أُخَرَ ۗ يُرِيدُ اللَّهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلَا يُرِيدُ بِكُمُ الْعُسْرَ وَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللَّهَ عَلَىٰ مَا هَدَاكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ‎

Artinya : ”Beberapa hari yang ditentukan itu ialah bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al-Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil”).

Karena itu, barang siapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan barang siapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain.

Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur.” (QS. Al-Baqarah, Ayat 185).

Dari ayat tersebut sudah jelas diterangkan, Al-Qur’an adalah sebagai petunjuk hidup bagi manusia, dan bulan puasa ini juga terdapat dalam Al-Qur’an bagi yang menjalankan pahalanya akan dilipat gandakan serta dosa-dosa akan diampuni, dan apabila yang meninggalkannya karena sakit atau berpergian boleh menggantinya di hari lain.

Bulan suci ramadhan juga sering disebut sebagai momentum muhasabah diri, sebagai ibadah wajib yang disyariatkan oleh Allah SWT dengan tata cara tertentu.

Dimana dalam memasuki bulan suci ini bukan pertama kalinya masyarakat Desa Purwodadi Kecamatan Kejuruan Muda Kabupaten Aceh Tamiang Provinsi Aceh ini menyambut untuk menjalankan ibadah puasa di tengah wabah covid-19.

Ini adalah tahun ke dua covid 19 masih menganggu aktivitas warga yang harus selalu menjaga jarak dan memakai masker kemanapun perginya sampai beribadah pula harus menjaga jarak. Walaupun begitu masyarakat purwodadi tetap bersemangat menyambut datangnya bulan suci ramadhan pada saat pandemi ini.

Seperti yang dikatakan bapak Ir.Gamal Eka Putra selaku Datok dari desa Purwodadi Kecamatan Kejuruan Muda Kabupaten Aceh Tamiang Provinsi Aceh beliau mengatakan menyambut bulan suci ramadhan ini tentunya kita harus dengan penuh semangat dan antusias.

Seperti mulai mengajak warga sama-sama bergotong royong agar selalu sehat lingkungan desanya, seperti membersihkan mesjid mesjid adalah tempat beribadah bagi umat muslim maka dari itu kita harus menjaga kebersihan untuk tempat beribadah kita, pembersihan makam serta memotong kayu-kayu yang sudah mulai rapuh.

BACA JUGA :   Hujan Deras Menyebabkan Banjir, Turap Perumahan Griya Sidomulyo Roboh

Menjaga kesehatan, disini kita harus menjaga stamina tubuh kita seperti makan-makanan  yang sehat banyak mengonsumsi sayur-sayuran, buah-buahan dan kalau bisa kita minum susu untuk kebugaran tubuh kita karena dalam menjalankan ibadah puasa kita harus tetap semangat menjalani aktivitas, maka perlu juga menjaga kekebalan tubuh kita.

Berkumpul halal bi halal dibalai desa dalam memasuki bulan suci ramadhan, halal bi halal ini guna mempererat silahturahmi di desa kita ini, ini dilakukan setiap dalam memasuki bulan suci ramadhan dalam halal bi halal ini juga disini kita sedikit ada makan-makan seperti memotong kambing, memasaknya dibalai desa kita ini dan makan bersama juga dibalai kita ini.

Dan mengundang para anak yatim agar mereka merasakan juga apa yang kita makan dan sedikit kita santunkan rezki yang ada, pada mereka agar mereka senang karena kesenangan yang ada pada anak yatim pula kesenangan bagi kita.

Dan yang terakhir memberi arahan tetap mematuhi protokol kesehatan 5M yaitu Memakai Masker, Mencuci Tangan, Menjaga Jarak, Menjauhi Kerumunan dan Mengurangi Mobilitas kenapa kita harus mematuhi protokol agar cepat wabah ini berakhir.

Kalau wabah ini tidak berakhir-berakhir susah untuk kita menjalankan aktivitas dan terlebih lagi susah untuk masyarakat kita dalam mencari rezki, maka dari itu mari sama-sama kita bekerjasama dalam menghilangkan wabah covid-19 ini agar kita menjalani aktivitas apapun tetap seperti yang semula.

BACA JUGA :   Tim Gugus Tugas Tingkatkan Razia Masker di Pasar Tanjung Enim

Selanjutnya ada pula kelebihan memasuki bulan ramadhan ini seperti umat Islam akan berlomba-lomba untuk berbuat kebaikan, juga beramal shaleh untuk mendapatkan surganya Allah SWT.

Dan juga di bulan ramadhan ini Istimewanya pintu neraka di tutup dan pintu surga akan terbuka lebar serta akan membelenggu para setan yang menghasut manusia, dan adanya malam lailatul qadar juga kesempatan bagi yang beribadah pada malam tersebut pahalanya lebih baik dari seribu bulan.

Dan doa-doa dikabulkan serta kita harus saling memaaf-maafan agar hati senantiasa bersih dan tenang dalam mejalankan ibadah puasa, mempererat silaturahmi dan yang paling penting kita harus memperbanyak amalan seperti kemesjid tarawih, tadarus, mendengarkan ceramah dan sebagainnya.

Manfaatkan momen ramadhan ini dengan benar sebagai menghapus dosa-dosa kita. Semoga puasa kita tahun ini menjadi ibadah yang berkah, amalan kita diterima Allah SWT.

Dan tak lupa juga mari kita saling bahu membahu dan tetap menjalankan protokol kesehatan agar wabah covid-19 ini segera hilang dan dunia pulih kembali seperti semula, bersama pasti kita bisa. (*)

Oleh : Ira Julfia

UPDATE CORONA