Napi Kls IIA Pekanbaru Diduga Terlibat Peredaran Gelap Narkoba

oleh -70.489 views
FOTO : Ilustrasi Napi

IDUL FITRI

Pekanbaru I Realitas  – Napi Kls IIA Pekanbaru Diduga Terlibat Peredaran Gelap Narkoba.

Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas IIA Pekanbaru, tak menampik jika ada seorang narapidana (napi) yang sedang menjalani masa hukuman, terindikasi masih terlibat peredaran gelap narkoba, Narapidana itu pria berinisial T.

Namanya terdeteksi setelah aparat dari Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Pekanbaru, melakukan pengungkapan kasus narkoba dengan barang bukti hampir setengah kilogram (kg) sabu, Rabu (24/02/2021).

Dalam kasus ini, petugas menangkap wanita berinisial Y. Usut punya usut, Y ternyata merupakan mantan istri dari T.

Diduga, T mengendalikan tindak-tanduk dari tersangka Y ini menjemput sabu di suatu tempat yang ditentukan, untuk kemudian diedarkan.

Kepala Lapas Klas IIA Pekanbaru, Herry Suhasmin menjelaskan, awalnya pada tanggal 19 Februari 2021 lalu, pihaknya menerima informasi dari BNNK Pekanbaru, tentang adanya napi yang diduga mengendalikan peredaran sabu dari dalam Lapas.

Lanjut Herry, ketika itu pihaknya dengan terbuka menerima BNNK Pekanbaru untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut terhadap keberadaan napi T tersebut.

BACA JUGA :   KPK Geledah Empat Lokasi di Sulsel, Menyita Dokumen dan Uang Tunai Kasus Nurdin Abdullah

“Kami jembatani, akhirnya T ini dibawa oleh BNNK Pekanbaru untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Saat itu dia sebagai saksi,” kata Herry.

Setelah itu dipaparkan Herry, T dikembalikan ke Lapas, Kendati belum diketahui pasti sejauh mana keterlibatan T ini, Herry langsung mengambil kebijakan untuk memasukkan T menjadi penghuni Blok Pengendali Narkoba (BPN).

Diungkapkan mantan Kepala Lapas Bangkinang ini, pemindahan T ke BPN sebagai langkah tegas untuk pemberantasan peredaran gelap narkoba.

Untuk diketahui, BPN ini merupakan blok khusus dengan sistem keamanan tingkat tinggi, dan berbeda dengan blok penjara biasa.

Blok ini diperuntukkan bagi napi yang kedapatan masih coba-coba terlibat peredaran narkoba dari dalam Lapas. “Langsung kita pindahkan ke BPN. Kita tidak mau ambil resiko. Ini langkah tegas kita,” tuturnya.

Dibeberkan Herry, setelah itu, ternyata T kembali dijemput untuk diperiksa oleh pihak BNNK Pekanbaru. Sepengetahuan pihaknya, saat itu T masih berstatus saksi. Setelah itu T dikembalikan lagi ke Lapas Pekanbaru.

BACA JUGA :   Gubernur Riau Dianggap Abaikan Hal Prioritas

“Intinya kami akan membantu dan bekerjasama dengan aparat penegak hukum dalam mengungkap setiap kasus (narkoba),” papar Herry.

Kepala Lapas Pekanbaru menuturkan, saat ini sudah 16 orang napi yang menghuni BPN. Setelah sebelumnya, sekitar 15 orang menjadi penghuni pertama di blok yang disebut-sebut mirip dengan blok di Nusakambangan itu.

Ia menambahkan, pihaknya juga rutin menggelar penggeledahan dan razia kamar hunian narapidana untuk mengantisipasi terjadinya peredaran dan pengendalian narkoba di Lapas.

Seperti yang dilakukan petugas pada Selasa (23/2/2021). Dalam razia itu, petugas Lapas berhasil menyita barang-barang yang dilarang masuk ke dalam Lapas.

Diantaranya handphone, charger, sendok, gunting dan lain-lain serta membongkar barang-barang dan peralatan yang dianggap bisa mengganggu kontrol petugas pengamanan.

Terpisah, Kepala Divisi Pemasyarakatan (Kadiv Pas) Kanwil Kemenkumham Riau, Maulidi Hilal menyatakan, jajarannya tidak akan kompromi dengan para pengendali narkoba. “Kita siapkan tempat khusus bagi mereka, kita masukkan ke BPN,” terang Hilal.

BACA JUGA :   Akibat Erupsi Gunung Sinabung, Abu Vulkanik Sampai ke Wilayah Aceh

“Kami dengan tangan terbuka, siap bekerjasama untuk memberantas narkoba secara tuntas. Bahkan jika ada oknum petugas Pemasyarakatan yang terlibat, kami akan tindak tegas,” imbuhnya.

Sebagaimana diketahui, tim Pemberantasan Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Pekanbaru, berhasil mengungkap jaringan pengedar narkotika jenis sabu di Kota Bertuah. Dalam kasus ini, petugas mengamankan pria dan wanita yang merupakan mantan suami istri.

Tersangka wanita berinisial Y, sementara tersangka pria berinisial T. Tersangka T sendiri merupakan narapidana yang sedang menjalani masa hukuman di dalam di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Pekanbaru.

Barang bukti yang disita yakni narkotika jenis sabu dengan berat hampir setengah kilogram sabu, tepatnya 499,64 gram. (*)

Sumber:Trb

UPDATE CORONA