IKLAN YARA

Ketahuan Nyabu Dalam Rumah, Oknum ASN Disdik Pemkab Sergai Ditangkap Polisi

oleh -222.489 views
FOTO : Ilustrasi Narkotika.
UPDATE CORONA

Rampah I Realitas – Oknum ASN Disdik Pemkab Sergai Ketahuan Nyabu di Dalam Rumah, Diciduk Polisi Terancam 12 Tahun Bui Karir Candra Boana Pohan (42) sebagai aparatur sipil negara (ASN) di Dinas Pendidikan Kabupaten Sergai terancam kandas.

Pasalnya, Oknum ASN Disdik Pemkab Sergai ini ketahuan mengonsumsi sabu di kediamannya yang berada di Pangkalan Budiman I, Dusun V, Desa Sei Rampah, Kecamatan Sei Rampah, Selasa (26/2/2021) malam.

“Dia (Candra Boana Pohan) ini hanya staf di Bidang SMP. Yang jelas tentu dia akan diproses sesuai ketentuan,” kata Kadis Pendidikan Pemkab Sergai Batara Harahap, Jumat (5/2/2021).

BACA JUGA :   Ketua PKB Batu Bara Bantu Pengurus NPC Ikut Pendidikan Classifier Disabilitas

Batara mengatakan, dirinya tidak begitu mengenal sosol Candra Boana Pohan. Katanya, dia belum lama menjabat sebagai Kadis Pendidikan Sergai “Apakah dia pernah ikut tes urine atau tidak, nanti coba saya tanya ke anggota. Yang jelas nanti kan itu diproses sesuai ketentuan,” kata Batara.

Sementara itu, Kapolres Sergai AKBP Robinson Simatupang mengatakan bahwa Candra ditangkap berdasarkan laporan warga. Saat itu, penyidik menerima info tentang adanya seorang lelaki yang tengah menggunakan sabu di rumah.

BACA JUGA :   WR III UINSU Ajak Pemkab Asahan Untuk Sedekah Jarimah Lewat APBD

“Menindaklanjuti informasi itu, Timsus kemudian mendatangi lokasi dan menangkap tersangka,” kata Robin.

Dari pengakuan Candra, dia memperoleh sabu dari lelaki bernama Wahid warga Kampung Baru Bedagai. Namun Candra mengaku tidak tahu dimana rumah pengedar sabu tersebut.

“Barang bukti yang kami amankan dari tersangka berupa satu klip plastik transparan berisi sabu seberat 0,14 gram.

BACA JUGA :   PAG Gelar Kunjungan Silaturahmi ke Denkesyah Lhokseumawe

Sabu tersebut disimpan tersangka di saku celananya,” kata Robin. Selain narkoba, polisi juga menyita dompet warna biru berisi kartu ATM Bank Sumut.

“Tersangka kami jerat Pasal 112 subsidair Pasal 127 UU No 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara,” kata Robin. (*)

Sumber:(Trb)