8 Tahun Kepemimpinan Umara Merajut Asa Menuju Kota Jasa Peradaban Dan Islami

oleh -390.489 views
Foto : Walikota Langsa, Tgk Usman Abdullah. dan Wakil Walikota Langsa, dr H Marzuki Hamid MM.

IDUL FITRI

Foto: Gedung Balee Juang yang kini menjadi Museum Kota Langsa di Jalan A. Yani, Kota Langsa.

Teroboson ini dianggap mengebiri nasib para musisi lokal untuk berkarya maupun mencari sesuap nasi bagi kehidupan keluarganya, namun melalui ‘tangan besinya’ Pemko Langsa yakni Dinas Syariat Islam Kota Langsa selalu melakukan razia, alhasil dibawah komando Ibrahim Latif atau yang familiar disapa Wak Him, konsisten dalam penegakan syariat Islam berhasil menjalankan qanun perda dimaksud.

Selain itu juga program dilaksanakan Pemko Langsa safari subuh juga terbilang mumpuni dalam artian demi sebuah kemakmuran Masjid hal ini dilakukan pasangan Umara, safari subuh ini dilaksanakan secara road show dari Masjid ke Masjid disetiap gampong dalam wilayah kota yang berjuluk kota jasa itu.

Sejak berdiri 17 Oktober 2001 lalu Kota Langsa terbilang salah satu kota yang maju dalam hal merubaha beradaban menuju Islami dan kota kecil itupun kini mempunyai kebanggaan tersendiri dimana dua Universitas terbangun dengan megahnya berdiri yakni Universitas Samudra (UNSAM) dan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Cot Kala di Gampong Meurandeh, Kecamatan. Langsa Lama. Tak hayal, 15.000 mahasiswa kinipun menimba ilmu di dua Universitas tersebut.

Lewat ukiran tangan dingin Umara juga berhasil merubah bangunan tua Balee Juang yang kini difungsikan sebagai Museum Kota Langsa, disinilah disimpan sejarah Kota Langsa yang bertujuan kelak nantinya anak cucu bisa tahu cikal bakal lahirnya Kota Langsa yang saat ini Museum itu dijadikan ajang edukasi bagi para pelajar dari tingkatan TK, SD, SMP dan SMA dan tak jarang juga wisatawan lokal mengunjunginya untuk mencari tahu lahirnya Kota Langsa.

Bila kita melaju terus ke Jalan A. Yani yang bersebelahan dengan Taman Bambu Runcing yang di dimana ikon ini dikenal dengan tugu perjuangan kini taman itu diubah seapik mungkin dengan tatanan adanya Taman Bambu Runcing yang diapit air mancur serta berbagai lampu hias menambah suasana keasriannya.

Dilini jalan protokol bak berada di Kota Bandung, dalam artinya gemerlapnya lampu hias ornamen memenuhi sepanjang jalan tersebut, tak kala pengunjung datang dari luar begitu kagum melihat keindahan kota mungil yang bernama Kota Langsa itu.

Median jalan sepanjang jalan utama Kota Langsa juga ditumbuhi beraneka ragam jenis tanaman Bunga yang menambah keindahan kota, ini semua tak lain sang tangan lembut pengusaha itu yang saban harinya melakukan perawatan untuk memanjakan mata yang memandangnya.

Sejatinya, pasangan Umara adalah dua sosok tokoh bak ibarat dua mata sisi uang yang tak terpisahkan, yang satu sisi konsen dalam pembenahan kota sedangkan yang lainnya membenahi birokrasi pemerintah, klop dech pasangan itu.

Tak pelak raihan Adipura juga diraih oleh Pemko Langsa dibawah bendera Umara pada tahun 2016 lalu yang diserahkan oleh Wakil Presiden Yusuf Kalla pada saat itu di Jakarta yang diterima langsung oleh Walikota Langsa, Tgk Usman Abdullah.

Keasrian kota terlihat indah dimana disetiap sudut maupun pusat perbelanjaan ditanami pepohonan bak design kota Eropa yang sudah maju, ya, boleh dibilang parisnya Eropa ada di kota kecil Langsa saat ini.

Foto: Taman Bambu Runcing di Jalan A. Yani, Kota Langsa.

Derap langkah pasangan Umara bak ‘mutiara’ terpendam di Selat Malaka, karena ide-ide gemilang dilahirkan oleh pasangan yang diusung Partai lokal itu, meskipun masyarakatnya hetrogen namun pasangan Umara bisa bertahta dua priode mendapat mandat dari masyarakatnya.

Asa menuju kota jasa peradaban menuju Islami sudah selayaknya disematkan dipundak pasangan Umara karena dapat merubah maised serta perilaku masyarakatnya menuju Islam yang kaffah.

Hal ini terus digelorakan Umara dengan menggandeng para ulama serta tokoh agama yang terus memberi dukungan moril demi terwujudnya kota peradaban yang islami dibumi serambi Mekkah ini.

Dari segi legislatif Pemko Langsa memiliki 25 orang perwakilan di parlemennya sebagai lembaga yang notabene pengawasan, kontrol serta buggeting anggaran.

Kendati begitu, pasangan Umara mampu merangkul 25 anggota Dewannya, dimana semua kebijakan yang dilahirkan oleh eksekutif hampir semuanya tertampung dan bisa diimplementasikan demi kemaslahatan umat.

Terbukti pasangan Umara bisa menjaga ritmen perpolitikan meskipun Parnas masih bertengger di Dewan yang terhormat itu, artinya lahir dari Partai Lokal tapi mampu menyeimbangkan dengan Partai Nasional (Parnas).

BACA JUGA :   Tim SAR Cari Puluhan Nelayan Korban Kapal Tenggelam di Kalbar
Foto: Ketua KNPI Kota Langsa, Zulfan, S.H, MH.

Sedangkan untuk segmen keuangan Kota Langsa terbilang hebat, dimana letak hebatnya, tak tanggung-tanggung delapan kalinya menerima penghargaan wajar tanpa pengecualian (WTP), hal ini menasbihkan diri bahwa pengelolaan keuangan yang sehat dan berkompeten serta yang mendasar sejak menggawangi Pemko Langsa Umara berhasil menekan angka kemiskinan dari sebelumnya 7 persen kini tinggal 2 persen saja yang menjadi pekerjaan rumah.

Pasangan Umara Dimata Tokoh

Ustadz Kamarullah, Pimpinan Dayah Darul Mutaklimin Gampong Tengoh, dalam wawancara singkat, Senin (03/02/3021) menyatakan pasangan Umara adalah sosok yang sangat luar biasa, dianya mampu menjalankan penegakan syariat Islam.

Kepedulian dan keluangan waktu yang dicurahkan dalam penegakkan syariat Islam adalah hal yang sangat luar biasa.

“Pihak Provinsi Aceh saja mengakui atas keberhasilan Umara dalam menjalankan qanun penegakan syariat Islam,” ucap Ustadz Kamarullah atau yang kerap disapa Ustadz Aboen.

Menurut Ustadz Aboen, kebersihan juga menjadi sorotan tajam dalam kepemimpinan Umara, tidak dibiarkan sejengkal tanah di Kota Langsa itu adanya sampah berserakan karena sesuai firman Allah kebersihan itu bagian dari Iman.

“Kami para ulama sangat apresiasi atas keberhasilan serta torehan prestasi yang telah diraih oleh Pemko Langsa, semoga Allah tetap memberikan hal yang terbaik demi kemajuan Kota Langsa yang kita cintai bersama,” papar Ustadz Aboen.

Ketua Assosiasi Pemerintahan Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Kota, M Yusuf Rani, menyiratkan bahwa sudah berhasil kepemimpinan Umara membawa nama Kota Langsa harum hingga tingkat Nasional.

Itu semua capaian yang tak mudah seperti membalikan telapak tangan, program pengembangan kota juga sudah terlihat indah serta pengaturan tata letak sudah apik tertata dengan dipenuhi bunga yang menambah keasrian sebuah kota mungil dibawah pasangan Umara.

“Kami segenap geuchik dalam wilayah Pemko Langsa sangat apresiasi atas keberhasilan pasangan Umara menjadi Kota Langsa kota yang penuh peradaban dan islami,” tegas Yusuf Rani sembari tersenyum lebar.

Ketua KNPI Kota Langsa, Zulfan SH MSi, memberikan masukan ada empat sektor yang menjadi perhatian dirinya, yang pertama Sektor tata ruang, sarana dan prasarana kota, yang menjadi andalan adalah keindahan kota baik di siang hari maupun malam hari serta kebersihan yang dibuktikan dengan penghargaan Adipura sebanyak tiga kali, semakin indah, bersih maka kesehatan masyarakat juga terjamin.

BACA JUGA :   Hari Ini Herlin Kenza di Periksa Polres Lhokseumawe Terkait Kerumunan

Sedangkan pada point kedua sektor pariwisata, dimana kehadiran hutan kota dan Hutan Manggrove menjadi icon penting Kota Langsa dibuktikan kehadiran pengunjung dari berbagai daerah di Indonesia bahkan dari Kalimantan saja sudah hadir ke tempat wisata Kota Langsa yang merupakan sentuhan tangan bukan fenomena alam.

lanjut Zulfan yang pernah memegang tampuk DPD II KNPI periode 2015 – 2018, menjelaskan pada point ketiga sektor ekonomi masyarakat terlihat begitu jelas banyaknya usaha di Kota Langsa baik kedai kopi, jajanan, rumah makan dan resto, secara otomatis tertampung tenaga kerja dan terangkatnya perekonomian masyarakat.

Kendati demikian, yang terakhir untuk sektor sosial dan keagamaan, inisiasi kembali menggaungkan gotong royong dan safari subuh serta magrib membuat jiwa kebersamaan dan jiwa kekeluargaan dibarengi kenyamanan beribadah berjamaah menjadi ciri khas khusus kepemimpinan Umara.

“Kami dari kaum muda melihat kepemimpinan Umara layak diberikan acungan jempol bukan isapan jempol belaka yang dapat merubah wajah Kota Langsa indah dan islami,” tukas Zulfan tokoh muda Kota Langsa itu.

Walikota Langsa, Usman Abdullah SE, dalam berbagai moment selalu menguangkan kepada bawahannya kerja itu berangkat dari sebuah keikhlasan, bekerja, bekerja hasilnya nanti akan dicapai.

“Hari ini berbuatlah dengan ikhlas, butuh waktu dan kesabaran, karena usaha tidak pernah menghianati hasil,” ucap Toke Seu’um kala itu.

Hal senada juga diungkapkan Wakil Walikota Langsa, dr H Marzuki Hamid MM, menukilkan bahwa ada 13 program dari Umara sesuai dengan nomor urut pada saat mencalonkan diri sebagai pasangan Umara pada Pilkada 2012 silam, semuanya sudah diaplikasikan, namun belum juga 100 persen terlaksanakan, karena untuk merubah paragdiman buruk waktu.

“Ya, kita terus berbenah yang terbaik baik masyarakat dan semua nya kita pulangkan penilaian pada masyarakat itu sendiri,” ucapnya.

Tiada usaha yang tak membuatkan hasil, pasangan Umara adalah pasangan yang telah digariskan untuk merubah kota kecil bernama Kota Langsa untuk merajut asa menuju kota jasa perabadan dan islami, Semoga. (Rapian)

Tulisan ini diikuti sertakan dalam perlombaan karya jurnalistik pada Peringatan Hari Pers (HPN) 2021 yang dilaksanakan oleh PWI Kota Langsa.

UPDATE CORONA