KPK Panggil Kepala Badan Riset dan SDM KKP Terkait Kasus Suap Ekspor Benur

oleh -75.489 views

IDUL FITRI

Jakarta I Realitas – KPK memanggil Kepala Badan Riset dan Sumber Daya Manusia (SDM) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Sjarief Widjaja. Sjarief dipanggil terkait kasus suap ekspor benih lobster atau benur Kamis (21/01/2021).

“Yang bersangkutan dipanggil sebagai saksi untuk tersangka EP (Edhy Prabowo),” kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri kepada wartawan, Kamis (21/1/2021).

Dalam kasus suap ekspor benih lobster ini, KPK menetapkan tujuh tersangka, termasuk Edhy Prabowo. Selain Edhy, ada enam orang lain yang ditetapkan sebagai tersangka.

BACA JUGA :   Vaksin Kurang: 40 Nakes Aceh Singkil Terancam Gagal Anti Body

Berikut ini daftar ketujuh tersangka:

Sebagai penerima:

1. Edhy Prabowo (EP), eks Menteri KKP;
2. Safri (SAF), eks Stafsus Menteri KKP;
3. Andreau Pribadi Misanta (APM), eks Stafsus Menteri KKP;
4. Siswadi (SWD), Pengurus PT Aero Citra Kargo (PT ACK);
5. Ainul Faqih (AF), Staf istri Edhy Prabowo; dan
6. Amiril Mukminin (AM)

BACA JUGA :   Patroli PPKM Mikro Pastikan Warga Semakin Sadar Prokes

Sebagai pemberi:

7. Suharjito (SJT), Direktur PT DPP

Secara singkat, PT DPP merupakan calon eksportir benur yang diduga memberikan uang kepada Edhy Prabowo melalui sejumlah pihak, termasuk dua stafsusnya. Dalam urusan ekspor benur ini, Edhy diduga mengatur agar semua eksportir melewati PT ACK sebagai forwarder dengan biaya angkut Rp 1.800 per ekor.

BACA JUGA :   Jabat Camat Pekanbaru Kota Selama 5 Bulan, T. Ardi Banyak Komunikasi Dengan Masyarakat

KPK menduga suap untuk Edhy Prabowo ditampung dalam rekening anak buahnya. Salah satu penggunaan uang suap yang diungkap KPK adalah ketika Edhy Prabowo berbelanja barang mewah di Amerika Serikat (AS), seperti jam tangan Rolex, tas LV, dan baju Old Navy. (*)

Sumber : (Dtc)

UPDATE CORONA