Iran Bangun Senjata Nuklir, Prancis Desak AS-Iran Damai

oleh -117.489 views
uding Iran buat senjata nuklir, Prancis desak perjanjian nuklir dihidupkan kembali. Foto/Ilustrasi

IDUL FITRI

Jakarta I Realitas – Menteri Luar Negeri Prancis, Jean-Yves Le Drian menyebut bahwa Iran kini sedang dalam proses membangun kapasitas senjata nuklirnya dan mendesak agar Iran dan Amerika Serikat kembali pada ke perjanjian nuklir yakni Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA) pada 2015.

Mengutip Reuters, dalam sebuah wawancara yang diterbitkan pada hari Sabtu (16/01/2021), Jean-Yves Le Drian mengungkapkan bahwa Iran telah meninggalkan perjanjian dan mempercepat pelanggaran kesepakatan nuklirnya. Pada awal bulan ini, Iran mulai melanjutkan rencana untuk memperkaya uranium hingga 20% kekuatan fisil di pabrik nuklir bawah tanah Fordow.

Hal tersebut dilakukan Iran sebelum mencapai kesepakatan dengan kekuatan dunia untuk menahan ambisi nuklirnya yang disengketakan.

BACA JUGA :   MUI : Respon Presiden Bijak, Lampiran Pilpres Soal Investasi Miras Dicabut

Pelanggaran perjanjian nuklir ini terjadi sejak Presiden Donald Trump menarik Amerika Serikat dari perjanjian itu pada 2018 dan kemudian menjatuhkan sanksi pada Teheran.

Ini dapat mempersulit upaya  Presiden terpilih Joe Biden, yang menjabat pada 20 Januari, untuk bergabung kembali dengan pakta tersebut.

“Pemerintahan Trump memilih apa yang disebut kampanye tekanan maksimum di Iran. Hasilnya, strategi ini hanya meningkatkan risiko dan ancaman. Ini harus dihentikan karena Iran dan – saya katakan dengan jelas – bahwa Iran sedang dalam proses meningkatkan kapasitas (senjata) nuklir,” kata Le Drian kepada surat kabar Journal du Dimanche, seperti dikutip Reuters, Minggu (17/01/2021).

BACA JUGA :   Tim DVI Polri Menutup Operasi Identifikasi Pesawat Sriwijaya Air SJ182

Tujuan utama perjanjian itu adalah untuk memperpanjang waktu yang dibutuhkan Iran untuk menghasilkan bahan fisil yang cukup untuk bom nuklir, setidaknya satu tahun dari sekitar dua hingga tiga bulan. Itu juga mencabut sanksi internasional terhadap Teheran.

Para diplomat Barat mengatakan pelanggaran berulang Iran telah mengurangi waktu “pelarian” menjadi jauh di bawah satu tahun.

Kendati demikian, Iran menyangkal niat untuk mempersenjatai program nuklirnya.

Dengan pemilihan presiden di Iran yang dijadwalkan pada Juni, Le Drian mengatakan sangat mendesak untuk memberitahu Iran bahwa ini sudah cukup dan perlu membawa Iran dan Amerika Serikat kembali ke dalam kesepakatan.

BACA JUGA :   Terkait Ledakan di Banda Aceh, Polisi Periksa 4 Saksi

Biden mengatakan dia akan mengembalikan Amerika Serikat ke kesepakatan jika Iran melanjutkan kepatuhan ketat dengannya. Iran mengatakan sanksi harus dicabut sebelum membalikkan pelanggaran nuklirnya.

Namun, Le Drian mengatakan bahwa meskipun kedua belah pihak kembali ke kesepakatan, itu tidak akan cukup.

“Diskusi yang sulit akan dibutuhkan mengenai proliferasi balistik dan destabilisasi Iran terhadap tetangganya di kawasan itu,” kata Le Drian. (*)

Sumber : CNBC Indonesia

UPDATE CORONA