Berikut Penjelasan Wagub DKI, Terkait Menipisnya Lahan Makam Pasien Covid-19 di TPU Bambu Apus

oleh -97.489 views

IDUL FITRI

 Jakarta I Realitas Pemprov DKI Jakarta telah membuka lahan pemakaman khusus Covid-19 di TPU Bambu Apus sejak Kamis (21/01/2021).

Lahan tersebut dibuka guna mengatasi krisis pemakaman imbas banyaknya pasien Covid-19 yang meninggal dunia.

REALITAS TV

Sejak dibuka pekan lalu, kapasitas petak makam di TPU Bambu Apus kini terus menipis hingga Kamis (28/01/2021) kemarin, total sudah ada 306 jenazah yang dimakamkan di TPU itu.

Ukuran Makam Pasien Covid-19 Diperkecil

Pengurus makam pun terpaksa putar otak demi menambah lahan kapasitas liang lahad di TPU tersebut, satu caranya dengan memangkas ukuran petak makam dari 2,5 x 1,5 meter persegi menjadi 1,2 x 2,2 meter persegi per lubangnya.

“Walau ukurannya lebih kecil namun masih ada jarak sekitar 40 sentimeter setiap sisinya saat memasukkan peti jenazah,” ujar Pengawas Pelaksana Khusus Pemakaman Covid-19 TPU Bambu Apus Muhaimin, Jumat (29/1/2021).

Kapasitas Makam Bertambah 2 Kali Lipat, dari 700 Jadi 1.500 Liang Lahat di TPU Bambu Apus

Dengan penghematan lahan ini, ia menyebut, jumlah petak makam bisa ditambah hampir dua kali lipat dari kapasitas semula adapun TPU Bambu Apus memiliki luas lahan 3.000 meter persegi dan dibagi menjadi 4 blad pemakaman.

Dari jumlah itu, tiga blad untuk pemakaman khusus Covid-19 dan satu lagi untuk pemakaman umum kapasitas keempat blad itu awalnya sekitar 700 petak makam dan dengan adanya penghematan ukuran, maka kapasitas bertambah menjadi 1.500 liang lahat.

BACA JUGA :   Tgk. Jamaluddin Pertanyakan Tindak Lanjut Hasil Audit Desa Lhok Meure

“Diperkirakan jumlah petak makam yang bisa disiapkan di lahan tersebut sekitar 850 – 900 lubang,” ujarnya saat dikonfirmasi pemakaman jenazah dengan protap Covid-19 di TPU Bambu Apus, Jakarta Timur, Senin (25/1/2021). (TribunJakarta/Nur Indah Farrah Audina)

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria Angkat Bicara

 

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria buka suara soal pemangkasan petak makam di TPU Bambu Apus, Jakarta Timur.

Menurutnya, hal itu dilakukan demi memaksimalkan lahan pemakaman di TPU tersebut Pasalnya, Jakarta kini tengah dilanda krisis lahan pemakaman khusus Covid-19.

“Ya makam TPU Bambu Apus itu kan disesuaikan dengan kebutuhan,” ucapnya, Jumat (29/01/2021), dengan pemangkasan petak makam dari 2,5 x 1,5 meter persegi menjadi 2,2 x 1,2 meter persegi, jumlah petak makam di TPU Bambu Apus bisa bertambah hingga dua kali lipat.

Meski demikian, politisi Gerindra ini menyebut, upaya yang dilakukan Pemprov DKI ini tak akan berhasil bila masyarakat tidak meningkatkan kesadaran untuk tertib menerapkan protokol kesehatan.

“Yang paling penting berpulang pada kita semua, sebagai warga bangsa harus patuh dan taat, disiplin protokol kesehatan,” ujarnya di Balai Kota Jakarta.

BACA JUGA :   Kapolda Metro Jaya Tegaskan Akan Berantas Preman Pelaku Pungli di Tanjung Priok

Jumlah Petugas Penggali Makam Ditambah

TPU Bambu Apus menjadi pemakaman tambahan untuk penanganan jenazah Covid-19 sejak Kamis (21/1/2021) dan hingga Kamis (28/1/2021) sudah menampung 306 jenazah Covid-19.

Selain itu, petugas penggali makan ditambah hingga sekitar 35 orang untuk penanganannya karena jenazah yang terus bertambah dan penggalian yang memakan banyak waktu. ⁣

Cerita Penggali Makam

Penggali kubur di Taman Pemakaman Umum (TPU) Bambu Apus, Cipayung, Jakarta Timur, terus berlomba dengan kedatangan jenazah protap Covid-19.

Setiap mereka baru menggali tujuh lubang makam, jumlah makam yang datang selalu melebihi kapasitas lubang yang disediakan.

Hal itu diceritakan oleh Pengawas Pelaksana Khusus Pemakaman Covid-19 TPU Bambu Apus, Muhaimin.

Dia mengatakan, jumlah lubang yang digali terkadang tidak sesuai dengan jumlah jenazah yang datang.

Misalnya mereka sudah menyiapkan tujuh lubang dengan menggali makam mulai pukul 07.00 WIB namun, saat baru digali tujuh lubang, yang datang justru 15 jenazah.

Sehingga tersisa delapan jenazah yang harus menunggu untuk proses pemakaman.

“Pernah juga baru tuntas menggali 10 makam, datang lagi 15 jenazah dalam waktu yang sama. Sehingga tenaga PJLP setiap hari harus bertarung dengan waktu untuk penggalian makam Covid-19,” kata Muhaimin dalam rilis resmi Kominfotik Jakarta Timur Jumat (29/1/2021).

BACA JUGA :   180 Vial Vaksin Jenis Sinovac Tiba Disimeulue, Dikawal Polres Simeulue

Terkadang pihak penggali kubur juga kesulitan dalam menggali liang lahat Sebab, kontur tanah di TPU Bambu Apus kerap bercampur bebatuan sehingga menyulitkan tenaga PJLP untuk proses penggalian secara manual.

Jika seharusnya satu lubang butuh waktu satu jam untuk penggalian, maka di lahan ini bisa sampai dua jam perlubangnya, Hal itulah yang membuat Dinas Pertamanan DKI Jakarta menambah jumlah petugas pemakaman di TPU Bambu Apus.

Jika sebelumnya hanya ada 16 orang kini ditambah menjadi hingga 30 orang perharinya Menurut Muhaimin, TPU Bambu Apus selalu penuh lantaran angka kematian di DKI Jakarta tengah tinggi.

Selain itu, jenazah yang masuk ke TPU Bambu Apus ini bukan hanya dari rumah sakit di Jakarta namun juga dari wilayah sekitar seperti Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, Cikarang, Serang, dan Banten.

Menurutnya, jenazah dari luar DKI ini dimakamkan di lokasi tersebut lantaran mereka adalah warga DKI Hanya saja saat masih hidup menjalani perawatannya di rumah sakit luar DKI Jakarta.

Sejak awal dibuka pada Kamis (21/1/2021) lalu hingga Kamis (28/1/2021) malam jumlah jenazah yang dimakamkan sudah mencapai 306 jenazah Covid-19. (*)

Sumber: (Trb)

UPDATE CORONA