Ketua YLBHIM Aceh : Camat Madat Harus Copot Geuchik Desa Lueng Peut Karena Pecat Dua Perangkat Desa

oleh -352.489 views
Ketua Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Iskandar Muda (YLBHIM) Aceh Muhammad Nazar

IDUL FITRI

Aceh Timur I Realitas – Ketua Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Iskandar Muda (YLBHIM) Aceh Muhammad Nazar Minta Camat Madat Aceh Timur Mukhtarudin jangan bungkam segera copot Keuchik Desa Lueng Peut Kecamatan Madat.

Muhammad Nazar menyebukan,”Geuchik Lueng Peut harus baca ulang Qanun Kabupaten Aceh Timur No.13/2016 Bab III Tentang Pemberhentian Perangkat Gampong Pasal 5 :

(1) Keuchik memberhentikan perangkat gampong setelah berkonsultasi dengan Camat.

(2) Perangkat gampong berhenti karena:
a. meninggal dunia;
b. permintaan sendiri;
c. telah habis masa jabatan; dan/atau
d. diberhentikan.

(3) Perangkat gampong sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf d, diberhentikan karena:
a. usia telah genap 60 (enam puluh) tahun;
b. dinyatakan sebagai terpidana berdasarkan keputusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap;
c. berhalangan tetap;
d. tidak lagi memenuhi persyaratan sebagai perangkat gampong; dan/atau
e. melanggar larangan sebagai perangkat gampong.

BACA JUGA :   Hj. Ir. Herni Hidayati, S.H, Hati-Hati PNS Merangkap Pengacara

(4) Pemberhentian perangkat gampong sebagaimana dimaksud pada ayat (3) huruf a dan huruf b, ditetapkan dengan Keputusan Keuchik dan disampaikan kepada Camat paling lambat 14 (empat belas) hari setelah ditetapkan.

(5) Pemberhentian perangkat gampong sebagaimana dimaksud pada ayat (3) huruf c wajib dikonsultasikan terlebih dahulu kepada Camat.

(6) Rekomendasi tertulis Camat sebagaimana dimaksud pada ayat (4) didasarkan pada persyaratan pemberhentian perangkat gampong, ujarnya kepada awak Media di Idi, Selasa (1/12/2020).

BACA JUGA :   Dukung Komjen Listyo Sigit Jadi Kapolri, Masyarakat Kesepuhan Banten : Beliau Sangat Berjasa

Lanjut Nazar, Kita sudah konfirmasi kepada Keuchik Desa Lueng Peut melalui telephone Seluler miliknya, apa alasan bapak pecat dua perangkat dengan sekaligus, keuchik hanya menjawab saya pecat karena sudah tidak sinkron kerjanya dengan saya, seraya menutup telephone nya.

kita juga sudah konfirmasi dengan dua perangkat Desa yaitu M. Zubir dan Hidayat melalui WhatsApp nya mengatakan”terjadi beda pendapat dengan kami karena tidak setuju keinginan Keuchik untuk melaksanakan pekerja fisik rehab jalan.

Karena yang kami tau Pemerintah Pusat dan Daerah untuk melanjutkan BLT(Bantuan Langsung Tunai) sampai bulan desember, jika rehab jalan dikerjakan nanti tidak ada uang lagi untuk BLT,”Ujar Nazar Lagi.

BACA JUGA :   Presiden Jokowi Tinjau Kantor Gubernur Sulawesi Barat yang Terdampak Gempa

Camat Madat Aceh Timur saat kita konfirmasi melalui telephone selular mengatakan,”kita sudah bagikan Perbub kepada semua Gampong yang ada di Kecamatan Madat, jadi saya tidak bisa mengatakan mereka di pecat oleh Keuchik secara sepihak.

Dan Keuchik pun tidak ada konsultasi dengan saya terkait masalah tersebut dan saya sudah memanggil Keuchik yang bersangkutan untuk kita lakukan mediasi kedua belah pihak nanti pada Sabtu (5/12/2020) besok,”Pungkas Nazar

Saya minta Camat Madat Mukhtardin harus segera copot Keuchik Lueng Peut atau yang sering disapa Toke Peuli yang tidak mengindahkan Qanun Kabupaten Aceh Timur No.13/2016.”Tutup Nazar. (*)