Polres Simalungun Terkait Kasus Kekerasan Terhadap Masyarakat Adat Sihaporas, Berkas Tersangka Humas PT TPL Sudah Dikirim Ke Kejaksaan

oleh -48.489 views

IDUL FITRI

Simalungun I Realitas – Polres Simalungun Terkait Kasus Kekerasan Terhadap Masyarakat Adat Sihaporas, Berkas Tersangka Humas PT TPL Sudah Dikirim Ke Kejaksaan.

Sejak ditetapkan sebagai tersangka kasus kekerasan terhadap masyarakat adat Sihaporas beberapa bulan lalu, atau Mei 2020, Humas PT Toba Pulp Lestari (Sektor Aek Nauli) Bahara Sibuea masih menghirup udara bebas.

Hingga kini Bahara Sibuea belum ditahan kepolisian. Kasat Reskrim Polres Simalungun AKP Rahmat Aribowo menyampaikan berkas perkara ini sudah dikirimkan ke Kejaksaan Negeri Simalungun, Selasa (17/11/2020).

“Oh, masih proses penyidikan kirim berkas ke jaksa. Sudah pengiriman ke kejaksaan apakah sudah P-21 (lengkap) atau akan dikembalikan untuk kita lengkapi, masih ditunggu,” ujar Rahmat.

Terkait alasan tidak dilakukan penahanan terhadap Bahara Sibuea, Rahmat menyebut kebijakan tersebut ada dari Kasat Reskrim terdahulu.

“Memang dari kasat sebelumnya tidak ditahan,” ujar Rahmat menyebut pertimbangannya.

BACA JUGA :   Wujud Kebersamaan, Serda Eko Bersama Warga Dan DLH Gotong Royong Memotong Pohon Besar di Pemukiman

Dalam kasus ini, Bahara Sibuea selaku Humas PT TPL diduga melakukan kekerasan terhadap masyarakat adat Sihaporas pada 16 September 2019 lalu.

Kedua korbannya adalah Thompson Ambarita, dan seorang balita bernama Mario Teguh Ambarita.

Saat itu, sejumlah masyarakat adat Sihaporas sedang melakukan pengelolaan di lahan perkebunan adatnya.

Secara tiba-tiba sejumlah orang dari PT TPL termasuk Bahara Sibuea, datang ke lokasi melarang masyarakat mengelola lahan tersebut, karena diklaim sebagai lahan konsesi PT TPL.

Saat melakukan pelarangan itu, Bahara Sibuea diduga melakukan kekerasan fisik terhadap masyarakat adat, Thomson Ambarita.

BACA JUGA :   Laksanakan Operasi Yustisi Aman Nusa II, Polda Banten Jaring 87 Pelanggar

Tindakan tersebut kemudian dilaporkan ke Polres Simalungun oleh masyarakat adat didampingi oleh sejumlah lembaga, antara lain AMAN Tano Batak dan Bakumsu.

Kini masyarakat adat yang berasal dari Lembaga Adat Keturunan Oppu Mamontang Laut Ambarita Sihaporas (Lamtoras).

Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Tano Batak, dan Bantuan Hukum Sumatera (Bakumsu) meminta tersangka Humas PT TPL ditahan. (Trb)