Pemkot Bogor, Pengunjung di Sejumlah Tempat Wisata Meningakat,10 Orang yang Reaktif

oleh -84.489 views

IDUL FITRI

Bogor I Realitas – Pemkot Bogor, Pengunjung di Sejumlah Tempat Wisata Meningakat,10 Orang yang Reaktif.

Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor menargetkan 3000 sampel tes rapid untuk wisatawan yang menghabiskan waktu liburan panjang di akhir pekan kemarin.

Namun, hanya 290 sampel yang didapat. Dari jumlah itu, 10 orang dinyatakan reaktif Covid-19.

IDUL FITRI

Hal itu dikatakan Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor, Sri Nowo Retno, Senin (02/11/2020) ketika ditemui di Kantor nya, Senin (02/11/2020).

Di Kota Bogor selama lima hari mulai Rabu (28/10/2020) hingga kemarin Dinkes Kota Bogor mengambil 290 sampel dan dari jumlah itu sebanyak itu 10 orang dinyatakan reaktif.

“Ratusan sampel itu diambil di lokasi Terminal Baranangsiang, Stasiun Bogor, wisata The Jungle, dan Kebun Raya Bogor (KRB),” tegasnya.

Retno mengatakan, jumlah sampel yang diambil meleset dari yang ditargetkan 150 sampel per hari. Hal itu, dikarenakan jumlah wisatawan yang masuk Kota Bogor tidak sebanyak yang diperkirakan.

“Seperti waktu di stasiun (Bogor), cuma 40 sampai 60-an yang dites. Ekspektasi kita banyak yang masuk Bogor, ternyata nggak juga. Di terminal (Baranangsiang) juga nggak ramai,” kata Retno.

Dari sisi kepatuhan, rata-rata pengunjung wisata atau tempat wisata hampir semuanya patuh protokol kesehatan. Seperti menjaga menggunakan masker, juga rata-rata tempat lokasi wisata menyediakan fasilitas mencuci tangan.

“Yang kita ambil ini hanya sampel, dari jumlah sekitar 150 sampel hanya 10 orang yang reaktif masih di bawah 10 persen, artinya lebih baik. Karena secara umum para wisatawan ini, patuh menggunakan masker,” ujarnya

BACA JUGA :   Ketua P5: Beny Wenda Mendeklarasikan Dirinya Hanya Untuk Cari Panggung

Ditempat terpisah, Salah satu pengunjung Firman asal Cimanggis mengatakan bersyukur hasilnya non reaktif Covid-19. “Alhamdulillah, hasilnya negatif.

Kami sekeluarga tiga orang hasilnya negatif. Ya, untuk memastikan bahwa kita sehat juga menghindari penularan ke orang lain,” kata Firman (46).

Firman mengatakan , telah melakukan tes cepat sebanyak tiga kali, rutin setiap bulan. Baik itu tes gratis atau tes mandiri. “Mobilitas keseharian saya memang tinggi jadi memang perlu untuk mengetahui kondisi kesehatan,” ujarnya

Ditempat terpisah, Humas KRB, Galendra Jaya mengatakan masa liburan lima hari ini, jumlah kunjungan wisata di KRB mengalami peningkatan dibanding libur nasional lainnya atau akhir pekan.

BACA JUGA :   Tim Gabungan Pencegahan Penyebaran Covid-19 Lakukan Patroli Rutin

Setiap akhir pekan atau libur nasional jumlah pengunjung KRB hanya mencapai 2.000 orang. Sementara, pada libur panjang selama lima hari ini rata-rata per hari di atas 2.000 pengunjung.

“Paling ramai pada Kamis (28/10/2020), jumlah pengunjung mencapai 5.012 orang, sedangkan rata-rata Rabu, Jumat, Sabtu dan Minggu di atas 2.000 hingga 3.000 pengunjung,” ujar Galendra.

Ini Pun mengalami peningkatan, sekitar 30 persen, angka 5.000 itu masih jauh dibanding jumlah pengunjung sebelum masa pandemi sekitar 10.000 hingga 12.000 wisatawan per hari. Baik itu, libur nasional atau akhir pekan

Dari sisi jumlah pengunjung juga memang kita membatasi, saat ini KRB tidak lagi menerima acara-acara yang mengundang ratusan orang,”. (Deddy Karim)