Laporan Dugaan Pemalsuan Tanda Tangan Dilaporkan LBH Brata Jaya Riau

oleh -88.489 views

IDUL FITRI

Pelalawan I Realitas – Kasus dugaan pemalsuan tanda tangan sepadan surat tanah atas nama Azhar Wasiry dilokasi Kelurahan Pangkalan Kerinci Barat, Kecamatan Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan, Propinsi Riau telah dilaporkan oleh LBH Brata Jaya Riau di Polres Pelalawan.

Laporan LBH Brata Jaya Riau masuk pada tanggal 26 November 2020, dan laporan tersebut sedang dalam proses penyelidikan pihak penyidik Polres Pelalawan.

Demikian disampaikan oleh ketua LBH Brata Jaya Riau Safi’i Muhammad Nuh SH kepada media ini di Pangkalan Kerinci, Kamis (26/11/2020).

BACA JUGA :   Kapolda Sumut Berika Penghargaan Peringkat Kedua IKPA TA 2020 Kepada Polres Simalungun

Kita melaporkan dugaan pemalsuan tanda tangan sepadan surat tanah atas nama Azhar Wasiry dikarena melihat surat itu ada banyak kejanggalan.

Salah satunya tanda tangan Bakhatiar B. selaku yang dirugikan atas terbitnya surat itu mengaku tidak menanda tangani, ucap Safii.

Selain itu dalam surat tanah yang telah diterbitkan pada tahun 2003 itu, ada yang membubuhi tanda tangan dalam satu berkas atas nama ketua pemuda tapi tanda tangannya tidak sama.

BACA JUGA :   Babinsa Koramil 03/Lubas Saksikan Rapid Test Guru-Guru SMK Jelang Pelaksanaan Program BIAS

Melihat berbagai kejanggalan tersebut, LBH Brata Jaya Riau memilih mengambil langkah hukum, karena persoalan itu sudah sering sekali dilakukan mediasi atau penyelesaian secara kekeluargaan hingga di kantor Kelurahan Pangkalan Kerinci Barat, namun tidak pernah ada penyelesaian.

Dijelaskan ketua LBH Barata Jaya Riau, tanah milik Bakhtiar seluas 25X48 merupakan tanah restant. Tapi Azhar Wasiry yang menjabat selaku sekretaris desa di Pangkalan Kerinci Barat kala itu, mengklaim tanah itu sebagai miliknya atas pemberian pemuda desa, hingga diterbitkan surat keterangan ganti rugi (SKGR) pada tahun 2003 silam, jelasnya.

BACA JUGA :   Bamsoet : MPR RI Libatkan Berbagai Pihak Untuk Rancangan PPHN

Ironisnya lagi kata Safi’i, akibat dugaan pemalsuan tanda tangan sepadan dalam itu, klien LBH Brata Jaya Riau bernama Bakhtiar dan almarhum Yatim, tidak dapat mengurus surat tanah miliknya.

Sebab posisi surat tanah atas nama Azhar Wasiry yang diterbitkan pada tahun 2003 itu terletak di tanah milik kliennya tersebut, paparnya. (Sona)