Kapolres Simeulue Amankan Supir Ambulance, Diduga Penganiaya Dokter Puskesmas Lamerem

oleh -377.489 views

IDUL FITRI

Simeulue I Realitas – Untuk menindak lanjuti kasus insiden pemukulan salah seorang Dokter di Pukesmas Lamerem, Pada Hari Senin tanggal 19 Oktober 20c20 sekira pukul 12.10 wib, kejadian di Puskesmas Lamerem Desa Lamerem Kecamatan. Alafan Kabupaten Simeulue. (6/11/2020).

Kapolres Simeulue AKBP Agung Surya Prabowo S I K, melalui Kasat Reskrim, Ipda Muhamad Rizal, Telah melakukan penangkapan tindak pidana Pemukulan atau penganiayaan salah seorang Dokter yang bertugas di Pukesmas Lamerem.

Dalam bukti laporan FA ke Polisi, Satu Helem Warna Putih Merek OXY, Satu Baju Warna Biru Garis Hitam, dan hasil Visum Et Repertum nomor : 445/20/VER/2020, tanggal 26 Oktober 2020.

BACA JUGA :   Kabareskrim Polri: Penahanan Empat IRT di NTB Sudah Ditangguhkan

Tindak lanjutnya Melakukan tahap dua (2) melimpahkan tersangka dan BB ke JPU, dan satu (1) orang yang diduga pelaku penganiayaan FA sebagaimana dimaksud dalam pasal 351 ayat (1) KUHPidana.

Kronologi kejadian sesuai yang pernah di muat oleh Mediarealitas.com pada tanggal 21/10/2020, kejadian pada saat itu FA baru pulang dari kegiatan lapangan di Desa Lhok Pauh sesampai di Puskesmas tersebut masih di atas sepeda motor FA melihat kearah depan Puskesmas dimana saat itu staf Puskesmas sedang berkumpul lalu FA menatap RAP pada saat FA sedang memarkir sepeda motor di samping Puskesmas

BACA JUGA :   Kabar Baru, Ini Prosedur Mengganti Sertifikat Tanah Elektronik

RAP mengejar FA sambil melakukan tendangan dari arah samping karena FA menghindar sehingga tidak mengena pada tubuh FA lalu RAP mengejar lagi sambil memukul kepala dan leher FA dari arah belakang FA merasa terancam dan menocaba menghindar.

Tetapi RAP terus melakukan tendangan kearah punggung belakang sehingga FA terjatuh, kemudian FA berusaha bangkit namun RAP melakukan pemukulan lagi kearah leher belakang dan punggung FA secara berulang kali.

Selanjutnya FA berusaha lagi untuk menyelamatkan diri dengan berlari kedalam Puskesmas, tapi RAP terus mengejar dan melakukan pemukulan lagi kepada FA didalam gedung Puskesmas.

BACA JUGA :   PWRI Tingkatkan Sinergi Dengan Kapolres Bogor

Saat RAP dilerai oleh para Staf Puskesmas dan pekerja bangunan Puskesmas yang pada saat itu sedang istirahat, maka baru RAP berhenti melakukan pemukulan terhadap FA.

pada saat dilerai FA menyampaikan pada RAP akan melaporkan akibat kejadian tersebut kepada polisi, kemudian RAP mengancam sebelum kamu melapor kamu sudah mati duluan, atas kejadian tersebut FA merasa keberatan dan melaporkan kejadian tersebut ke Mapolres Simeulue untuk di tindak lanjuti secara hukum. (Sarwadi)

UPDATE CORONA