Dikunjungi Yayasan Kedatuan Melayu Nusantara Muara Takus, Gubri Minta Cagar Budaya Tetap Diperhatikan

oleh -94.489 views

IDUL FITRI

IDUL FITRI

Pekanbaru I Realitas – Dikunjungi Yayasan Kedatuan Melayu Nusantara Muara Takus, Gubri Minta Cagar Budaya Tetap Diperhatikan.

Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar menerima kunjungan Yayasan Kedatuan Melayu Nusantara Muara Takus di Kediaman Gubernur Riau, Senin (02/11/2020).

Adapun dalam pertemuan tersebut membahas terkait Drainase candi Muara Takus.

IDUL FITRI

Gubri mengatakan, sebelumnya sudah ada rapat pertemuan melibatkan orang yang melapor terkait 51 sumur resapan sudah diundang juga Balai Cagar Budaya dan sudah dibicarakan.

Terkait 51 sumur resapan tersebut, lanjut Gubri, perlu adanya pengawasan terlebih dahulu.

BACA JUGA :   Israel Seranga Pangkalan Militer Suriah Lewat Udara

“Apalagi sekarang sudah siapnya 51 sumur resapan, nah kita kan harus tau gimana kedepannya,” tuturnya.

Ia mengungkapkan, dirinya baru mendapat informasi terkait rusaknya struktur tanah di sekitar sumur resapan tersebut. Terkait hal itu, pihaknya akan melapor ke Dirjen Kebudayaan.

“Sebenarnya sumur resapan tadi betul air supaya tidak tergenang tapi kan kita harus tau secara detail,” terangnya.

Terlebih lagi, ungkap Gubri, saat ini Pemerintah Provinsi Riau mendukung Candi Muara Takus yang akan dijadikan warisan dunia dengan menyesuaikan aslinya.

BACA JUGA :   Kapolresta Pimpin Sertijab Kapolsek Tenayan Raya Dan Kapolsek Payung Sekaki

Hal itu dilakukan untuk menindaklanjuti masih kurangnya cagar budaya di Riau jika dibandingkan cagar budaya di Sumatera Barat.

“Ini harus kita jaga sebaik mungkin,” pesannya.

Sementara itu Ketua Yayasan Kedatuan Melayu Nusantara Muara Takus, Khairil Anwar menyebut bahwa terdapat 51 sumur resapan yang dibangun memiliki kedalaman 3 meter.

Kabar baiknya proses pembangunan sumur resapan yang memakan waktu lama Ini sekarang sudah selesai.

Meski demikian, Khairil mengungkapkan permasalahannya adalah proyek sudah siap tapi tidak dibenahi di dalamnya.

Selain itu pembangunan proyek ini juga tanpa pengawasan dari Arkeolog.

BACA JUGA :   Partai UKM Susun 50 Persen Pengurus Perempuan

Ia juga khawatir dengan adanya sumur resapan ini akan merusak dari struktur kawasan candi Muara Takus yang merupakan salah satu warisan budaya dari nenek moyangnya.

Khairil menambahkan, inti dari sumur resapan ini membuat struktur tanah menjadi lembek di sekitar bangunan Candi Muara Takus.

“Sebenarnya sumur resapan yang baru ini mempengaruhi struktur dari kawasan candi muara takus. karena drainase lama kan sudah cukup, yang lama tinggal perbaikan saja.” ujarnya. *(mirza/mcr)