Tergiur Penggandaan Uang, ASN di Sleman Kehilangan Rp300 Juta

oleh -235.489 views
Polisi menunjukkan uang palsu yang disita dari tangan tersangka berinisial HD di Polres Malang, Jawa Timur, Rabu (5/8). Bersama uang palsu senilai 730 juta rupiah tersebut Kepolisian setempat juga meneukan 47 amunisi dan pistol airsoft gun jenis FN di rumah tersangka. ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto/nz/15.

IDUL FITRI

SLEMAN I Realitas – Tergiur Penggandaan Uang, ASN di Sleman Kehilangan Rp300 Juta.

Seorang aparatur sipil negara (ASN) di Kabupaten Sleman, DIY, Wi (51) menjadi korban penipuan. Dia tergiur dengan praktik penggandaan uang. Akibatnya, korban justru kehilangan uang ratusan juta digondol dukun palsu.

REALITAS TV

Kapolsek Sleman AKP Irwiantoro mengatakan, polisi telah mengamankan tiga orang pelaku penipuan. Mereka yakni Rh (48) warga Indramayu, dan dua warga Wonosobo SA (41) dan SW (38).

“Ada tiga pelaku yang kami amankan dalam kasus penipuan dengan modus penggandaan uang,” kata Kapolsek, Jumat (2/10/2020)

Aksi penipuan ini dilakukan dengan dalih pengobatan dan ritual. Awalnya korban didatangi SA dan RH yang mengaku bisa mengobati korban dengan cara spiritual. Mereka juga menjanjikan bisa mengupayakan keberuntungan dan kesehatan.

BACA JUGA :   Pamatwil Polres Serang Tinjau Pos Pam Operasi Ketupat Maung 2021

Korban yang termakan bujuk rayu pelaku kemudian mengikuti apa yang diminta oleh pelaku. Puncaknya korban diminta menyiapkan uang Rp300 juta dan dimasukkan ke dalam ember. Uang ini akan digandakan menjadi miliaran rupiah.

Uang tersebut kemudian dibungkus dengan kain mori, dan selanjutnya dikubur di dalam tanah. Setelah itu pada bagian atas ditaburi bunga. Sebelumnya pelaku membakar dupa dan minta korban mengambil tanah. Tanpa sepengetahuan korban, uang itu diganti dengan tumpukan kertas HVS yang sudah disiapkan para pelaku.

Korban yang curiga, kemudian mengecek gundukan tanah tempat menimbun uang. Saat dicek uangnya sudah tidak ada dan berganti dengan potongan kertas. Sementara pelaku sulit dihubungi dan nomor handphonenya tidak aktif. Korban akhirnya melaporkan kasus ini ke polisi.

Berbekal laporan korban, polisi melakukan penyelidikan. Akhirnya para pelaku bisa ditangkap di Banjarnegara pada Kamis (24/9).

BACA JUGA :   Tim Kuasa Hukum Terdakwa Maria Pauline Lumowa Hadiri Sidang Tuntutan JPU PN Jakpus

Kanit Reskrim Polsek Sleman, Iptu Eko Haryanto mengatakan, saat ini polisi masih memburu satu tersangka lagi dengan inisial M. Pelaku yang masuk dalam DPO (Daftar Pencarian Orang) ini, merupakan otak dalam kasus ini. Dia awalnya dikenalkan oleh rekannya kepada korban.

“Uang hasil penipuan ini diserahkan kepada M, ketiga pelaku mendapatkan Rp50 juta,” katanya.

Para pelaku akan dijerat dengan Pasal 372 dan 378 KUHP tentang Penipuan, ancaman hukuman maksimal empat tahun.(IN/Red)

UPDATE CORONA