PT Pelindo 1 (Persero) Mendapat Teguran Gubsu

oleh -209.489 views

IDUL FITRI

IDUL FITRI

Belawan I Realitas – Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) lakukan peninjauan dibeberapa lokasi banjir rob yang selama ini menjadi langganan penderitaan tiada akhir bagi masyarakat Belawan baik pada saat siang maupun malam hari, Selasa (20/10/2020) di Lorong Ujung Tanjung, Kelurahan Bagan Deli, Kecamatan Medan Belawan, Medan, Sumatera Utara.

Prihal banjir rob di Kecamatan Medan Belawan bukanlah menjadi rahasia umum lagi bagi masyarakat Indonesia khususnya institusi pemerintah yang berlokasih di Belawan tetapi tidak adanya rasa kepedulian aparatur pemerintah terhadap wilayah kerjanya sehingga menimbulkan tanda tanya publik.

Dalam hal ini Gubsu, Edy Rahmayadi melihat langsung ruang gerak air mengecil dan tanaman manggrove pada gundul yang disebabkan karena pembangunan, melihat kondisi areal memprihatinkan saat Gubsu bincang-bincang dengan pihak PT Pelindo I (Persero) meminta untuk menunda pembangunannya dan mengutamakan kepentingan masyarakat banyak.

“Jangan hanya mengurusi bisnis saja tetapi menyengsarakan masyarakat”, ucap Gubsu, Edy Rahmayadi.

Ketua Forum Anak Belawan Bersatu, Khairil Chaniago bketika dikonfirmasi awak media mengatakan, kita tahu PT Pelindo I Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dipercaya sebagai pengelola khusus terhadap wilayah-wilayah pesisir yang dianggap potensial untuk pengembangan sebuah kepelabuhanan dan sebelum Pelindo I berada di Belawan, pemukiman masyarakat sudah ada.

“Jika Pelindo I melakukan sebuah prosesi pengolahan pengembangan kawasan pelabuhan jangan sampai bertentangan dengan Perda No.2 Tahun 2017 tentang Rencana kerja tata ruang. Artinya disini ada persoalan pengelolaan-pengelolaan lingkungan hidup”, Ujarnya.

“Kita ingin wilayah-wilayah sepa dan sungai itu pengolahannya benar, begitu juga dengan wilayah-wilayah yang lainnya dan jangan hanya gara-gara persoalan mau mengembangkan sebuah bisnis kepelabuhanan tetapi melanggar Undang-undang Lingkungan Hidup serta Perda No.2 Tahun 2017”, Lanjutnya.

Banyaknya zona penyangga seperti wilayah manggrove yang seharusnya tidak boleh dilakukan pembangunan tapi ditebas oleh Pelindo I, salah satunya yang berada di Jalan Karo, Kelurahan Belawan I, Kecamatan Medan Belawan dan minta untuk segera dimoratorium (hentikan) sementara karena masyarakat sedang bergejolak dengan banjir rob.

“Persoalan ada dinamika (siklus alam) itu persoalan lain dan harus ada pengelola yang jelas artinya siklus alam harus dikelola juga serta jangan dibarengi dengan kegiatan yang dapat merusak sehingga membuat masyarakat semangkin menderita. Pelindo harus cakap dan pimpinan Pelindo harus mengerti hati nurani masyarakat”, Tutupnya.

BACA JUGA :   Begini Cara Sertu Rohmad Dalam Mengawal Penerapan AKB Di Wilayahnya

Hadir dalam kunjungan tersebut Pjs Walikota Medan – Arief Sudarto Trinugroho, Kepala Balai Besar Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika Wilayah 1 Medan – Edison Kurniawan, Kepala Dinas Sosial Sumut – Rajali, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sumut – Riadil Akhir Lubis, Direktur Tehnik PT Pelindo 1 (Persero) – Hosadi Ariza Putra, GM PT Pelindo 1 Cabang Belawan – Yarham Harid, Camat Medan Belawan – Ahmad SP, Tokoh Masyarakat Medan Utara – H. Irfan Hamidi, Ketua Forum Anak Belawan Bersatu (FABB) – R Khairil Chaniago, para Lurah se Kecamatan Medan Belawan. (Win).