Penanganan Covid-19 Belum Maksimal, Wakil Ketua DPRD Desak Tambah Kapasitas Tes PCR

oleh -182.489 views
Alat PCR

IDUL FITRI

Bogor I Realitas – Penanganan Covid-19 Belum Maksimal, Wakil Ketua DPRD Desak Tambah Kapasitas Tes PCR.

Penanganan pandemi Covid-19 di Kabupaten Bogor, dianggap belum maksimal. Termasuk, antisipasi penyebaran di masyarakat.

REALITAS TV

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Agus Salim mendesak, Pemkab segera menambah kapasitas tes Covid-19 berbasis polymerase chain reaction (PCR) atau tes usap.

Diketahui, saat ini Pemkab hanya mampu menguji 800 spisemen dalam satu minggu dari target minimal uji test PCR sebanyak 6.000 spesimen. Sementara, jumlah sampel swab test yang masuk lebih dari 2.000 spesimen

BACA JUGA :   Polda Aceh Pastikan Pelaksanaan Shalat Idul Fitri Tetap Terapkan Prokes

Angka tersebut, dipastikan masih terus meningkat menyusul pasien terinfeksi Covid19 yang mengalami peningkatan drastis.

Agus mengungkapkan, dalam pembahasan KUA-PPAS dan RAPBD Perubahan di Badan Anggaran (Banggar) sudah didorong bahkan disepakati untuk menambah mesin PCR.

Dalam rapat Banggar, pihaknya juga bertanya langsung kepada Dinas Kesehatan terkait kemampuan tiap Rumah Sakit untuk tes usap yang masih mengandalkan lab luar. “Dinkes menjawab sangat jauh dari kebutuhan,” ucapnya.

Agus meminta, agar persoalan rendahnya kapasitas test PCR tidak boleh dibiarkan terlalu lama. Menurut dia, pemerintah harus segera melakukan pengadaan alat test di Labkesda dan semua laboratorium RSUD.

Bahkan, dia juga meminta agar ada pengadaan test uji PCR portabel yang bisa dibawa ke berbagai lokasi. “Setelah ketok palu hari ini, Rabu 30/9/2020 kita harapkan segera direalisasi dan dilakukan proses pembelian dan penyiapan lab-nya. Semoga tidak terlalu lama bisa langsung operasi,” katanya.

BACA JUGA :   4.833 Narapidana di Aceh Dapat Remisi Idul Fitri Tahun Ini

Wakil Bupati Bogor, Iwan Setiawan mengakui, saat ini Pemkab Bogor masih kekurangan alat pemeriksaan PCR. Masalah tersebut, menjadi salah satu kendala sehingga belum masifnya tracing kasus covid-19. “1.000 lebih swab yang belum diperiksa atau waiting list. Ini karena keterbatasan alat deteksi PCR,” katanya. (Deddy Karim)

UPDATE CORONA