Pangkalan Pesawat Intai P-8 Poisedon di LCS ditolak Jokowi, Pengamat : Kalau di Pulau Sabang Lebih Menjanjikan

oleh -195.489 views

IDUL FITRI

IDUL FITRI

Jakarta I Realitas – Pangkalan Pesawat Intai P-8 Poisedon di LCS ditolak Jokowi, Pengamat Kalau di Pulau Sabang lebih Menjanjikan.

Presiden Joko Widodo telah menolak permintaan Amerika Serikat untuk menjadi pangkalan bagi pesawat-pesawat mata-mata P-8 Poseidon, demikian diwartakan Reuters, Selasa (20/10/2020) yang mewawancarai empat orang pejabat senior di Tanah Air.

AS disebut telah melakukan pendekatan tingkat tinggi ke Kementerian Pertahanan dan Kementerian Luar Negeri Indonesia, sebelum Presiden Joko Widodo menolak permintaan tersebut.

IDUL FITRI

Permintaan dari AS itu disebut telah membuat Pemerintah Indonesia terkejut. Sejak lama Indonesia diketahui memiliki kebijakan luar negeri bebas-aktif dan tidak pernah mengizinkan Nusantara dijadikan pangkalan bagi militer asing.

Laut China Selatan

Permintaan itu diajukan AS di tengah meningkatnya ketegangan dengan China di Laut China Selatan. China juga disebut sedang gencar memperluas pengaruhnya di Asia Tenggara.

Pesawat P-8 merupakan alat mata-mata kunci AS dalam memantau aktivitas militer China di Laut China Selatan, perairan yang kini diklaim oleh Beijing. Di lautan itu, China berebut klaim dengan Vietnam, Malaysia, Filipina, dan Brunei Darussalam.

Pengamat Kajian Geografi Sejarah dan Kawasan SEA, Muhammad Ichsan memiliki pandangan berbeda terkait pangkalan pesawat Intai P-8 Poisedon. Ia meminta Presiden Jokowi menepatkan sebuah pangkalan asing di Pulau Sabang sebagai bagian dari kerjasama kemaritiman baik di laut maupun di udara RI.

” Pangkalan pesawat intai P-8 Poisedon sepertinya lebih menarik di tempatkan di kawasan sabang karena sangat dekat dengan India dan Jalur maritim perdagangan bebas.

BACA JUGA :   Kapolda Aceh Terima Kunjungan Pangdam IM

Disana gerbang masuk ke Selat Malaka dan saat ini India sudah mulai banyak melakukan latihan perang di kepulauan Andaman dan Nicobar (ANI Island) sebagai bagian dari aksi menutup ruang pengaruh China disana ” jelasnya.

Diyakini Ichsan, Pengaruh diplomatik Cina (RRT) menjadi pertimbangan pemerintah RI untuk tidak mengizinkan kawasan LCS sebagai basis pangkalan US. ” Maka lebih tepatnya di Sabang “. tutur Ichsan.

India sangat bersemangat memantau kawasan laut lepas Sabang Andaman #AcehAndaman. Amerika paham betul Jalur One Belt One Road Cina akan melintasi Pulau Sabang. Maka itu Adalah Solusi Alternatif terkait Pangkalan (Geo Spasial dan Transnasional).

BACA JUGA :   Dalam Rangka Penerapan Adaptasi Kebiasaan Baru, Sertu Dwi Santoso Gelar Komsos Dengan Masyarakat

Dikutip dari Kontan.co.id, India mengumumkan pada Senin (19/10), Australia akan bergabung dengan latihan militer tahunan yang rencananya melibatkan juga Amerika Serikat (AS) dan Jepang, langkah yang bisa menimbulkan kekhawatiran China.

India menjadi tuan rumah latihan militer bertajuk Malabar 2020 di Teluk Benggala yang akan berlangsung akhir bulan depan.

“Saat India berupaya meningkatkan kerjasama dengan negara-negara lain dalam domain keamanan maritim dan mengingat peningkatan kerjasama pertahanan dengan Australia, Malabar 2020 akan melihat partisipasi Angkatan Laut Australia,” kata kementerian Pertahanan dalam sebuah pernyataan seperti dikutip Reuters. (**)

Muhammad Ichsan : Alumni FKIP Sejarah Univ. Syiah Kuala Magister Kajian Asia Tenggara